2 Pelajar di Kabupaten Malang Diduga Jadi Korban Pengeroyokan dan Pembacokan
Reporter
Ashaq Lupito
Editor
Nurlayla Ratri
19 - Jan - 2026, 10:17
JATIMTIMES - Dua orang pelajar diduga menjadi korban pengeroyokan dan pembacokan yang terjadi di Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang, Minggu (18/1/2026). Akibat peristiwa tersebut, kedua korban mengalami luka berat dan bahkan harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit.
Peristiwa dugaan pengeroyokan hingga pembacokan tersebut juga sempat beredar di sejumlah WhatsApp Grup. Berdasarkan keterangan yang dihimpun JatimTIMES, usai kejadian korban langsung di evakuasi oleh warga dan sejumlah relawan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kanjuruhan, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang.
Baca Juga : Wanita Diduga Meloncat di Jembatan Suhat Dini Hari Tadi, Begini Kronologinya
Ketika dikonfirmasi, Kapolsek Pakisaji AKP Indra Subekti membenarkan adanya peristiwa pengeroyokan hingga pembacokan terhadap para pelajar tersebut. "Petugas piket Polsek Pakisaji menerima laporan dari masyarakat terkait pengeroyokan dan penganiayaan berat pada Minggu (18/1/2026) sekira pukul 14.30 WIB," ujarnya kepada JatimTIMES.
Data kepolisian menyebutkan, identitas kedua korban yang masih berstatus pelajar tersebut masing-masing diketahui berinisial NAR warga asal Kecamatan Kromengan, Kabupaten Malang dan ED asal Kecamatan Sumberpucung, Kabupaten Malang. Para korban diketahui merupakan pelajar Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang masih berusia sekitar 16 tahun.
"Aksi pengeroyokan dan penganiayaan berat tersebut terjadi di dua TKP (Tempat Kejadian Perkara)," ujar Indra.
Perwira Polri dengan pangkat tiga balok ini menyebut, dugaan aksi pengeroyokan terjadi di kawasan depan Pasar Pakisaji, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang. Sementara dugaan aksi penganiayaan berat terjadi di kawasan depan SDN 2 Kebonagung, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang.
"Petugas piket Polsek Pakisaji telah mendatangi lokasi kejadian pengeroyokan dan penganiayaan berat, kasusnya masih dalam penyelidikan," imbuhnya.
Baca Juga : Cinta atau Jeratan? Berkaca dari Luka Aurelie Moeremans
Hingga berita ini ditulis, pihak kepolisian masih mendalami motif serta kronologi dari adanya peristiwa pengeroyokan dan penganiayaan berupa pembacokan yang menyebabkan korban mengalami luka berat tersebut. Sejumlah saksi juga telah dimintai keterangan oleh polisi.
"Akibat kejadian tersebut korban mengalami luka berat, dalam peristiwa ini tidak terdapat korban jiwa," pungkas Indra.
