Hasil TKA SMA Diprediksi Jeblok, Kepala Sekolah di Kota Batu Minta Kaji Ulang Nilainya Jadi Pendukung SNBP
Reporter
Prasetyo Lanang
Editor
Sri Kurnia Mahiruni
01 - Jan - 2026, 02:04
JATIMTIMES - Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang SMA/SMK/MA di Kota Batu memang telah tuntas digelar sejak November lalu. Namun, alih-alih memberikan rasa tenang, hasil ujian yang dijadwalkan keluar pada Januari 2026 mendatang ini justru menyisakan kecemasan bagi pihak sekolah dan siswa.
Hasil TKA yang rencananya bakal menjadi salah satu syarat pendaftaran Seleksi Nasional Berbasis Prestasi (SNBP) tersebut diprediksi tidak akan maksimal. Kondisi ini diperparah dengan adanya sinyal dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) yang menyatakan perlunya kajian ulang terhadap hasil tes secara nasional.
Baca Juga : Okupansi Hotel Kota Batu Lesu, Hingga Malam Tahun Baru 2026 Tak Sampai 70 Persen
Di Kota Batu, hasil TKA diprediksi juga tidak maksimal. Kepala SMA Negeri 2 Batu Wartono, menyoroti berbagai kejanggalan dalam pelaksanaan TKA tahun ini. Salah satu poin paling krusial adalah ketidaksinkronan antara materi soal dengan kurikulum yang diajarkan di kelas.
"Utamanya dari segi soal, karena saya lihat soalnya tidak relevan dengan pelajaran siswa. Misalnya pada mapel matematika, banyak siswa tidak paham konteks soal karena dinilai belum pernah diajarkan di jenjangnya," ungkap Wartono, belum lama ini.
Tak hanya soal materi yang dianggap "melompat", persiapan sekolah pun terkesan dipaksa karena jadwal yang mendadak. Wartono menilai, adalah sebuah keniscayaan jika mengharapkan hasil yang memuaskan dalam waktu persiapan yang sangat singkat.
Selain masalah teknis soal, aspek kejujuran dan pengawasan juga menjadi raport merah. Wartono menyebutkan adanya temuan kebocoran soal yang sempat ramai di jagat media sosial. Oknum siswa yang mengunggah konten soal saat ujian berlangsung membuat nilai keadilan dalam TKA ini luntur.
"Masalah lainnya juga ada di kebocoran soal. Lemahnya pengawasan membuat siswa bebas mengakses gawai. Jika memang ini dijadikan tolok ukur masuk perguruan tinggi, tentu sangat disayangkan," tutur dia.
"Jangan sampai justru merugikan peluang siswa untuk masuk ke perguruan tinggi impian," imbuh Wartono.
Baca Juga : Hujan Deras Picu Longsor: Dinding Pelengseng Ambrol Timpa Kandang dan Rumah Warga
Sebelumnya, nilai atau skor TKA tersebut digadang-gadang bisa menjadi salah satu syarat pendaftaran SNBP. Sayangnya, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mengumumkan hasil tes yang kurang maksimal. Sehingga, ujian tersebut perlu dilakukan kajian ulang.
Hal tersebut menuai respon dari berbagai pihak. Seperti Anggota Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih yang menilai, banyak hal yang perlu dievaluasi. Mulai dari jenis soal, durasi pengerjaan hingga skema pengawas.
Hingga saat ini, pihak sekolah masih meraba-raba terkait penggunaan nilai TKA ini. Apalagi, belum ada Petunjuk Teknis (Juknis) yang jelas mengenai bobot skor TKA dalam seleksi SNBP. Ketidakpastian ini membuat sekolah kelabakan, mengingat pengisian Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS) untuk SNBP akan segera dimulai awal tahun depan.
