MAN 2 Kota Malang Awali 2026 dengan Dzikir dan Tasyakuran HAB ke-80 Kemenag RI
Reporter
Anggara Sudiongko
Editor
Dede Nana
01 - Jan - 2026, 10:30
JATIMTIMES - Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Kota Malang membuka lembaran tahun 2026 dengan cara yang tak biasa: menundukkan kepala, melangitkan doa, dan menata ulang niat. Melalui tasyakuran Hari Amal Bakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama Republik Indonesia, madrasah ini menjadi pusat majelis dzikir dan maulidurrasul bersama Jamaah Al-Khidmah Kota Malang, Kamis (1/1/2026).
Kegiatan yang digelar di lingkungan MAN 2 Kota Malang tersebut menjadi penanda bahwa awal tahun tidak sekadar soal target dan angka, tetapi juga tentang fondasi iman dan arah pengabdian. Sejalan dengan tema nasional “Bersatu Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju”, tasyakuran ini menghadirkan refleksi spiritual yang menyatu dengan visi pendidikan madrasah.

Kepala MAN 2 Kota Malang, Dr. H. Samsudin, M.Pd., menyebut kegiatan ini sebagai ikhtiar awal untuk menata langkah sepanjang 2026. Ia menegaskan, mengawali tahun dengan membaca Al-Qur’an, dzikir, dan shalawat adalah cara madrasah membangun kekuatan batin sebelum melangkah lebih jauh dalam dunia pendidikan.
Baca Juga : KONI Kota Kediri: Tahun 2025 Jadi Prestasi Terbaik Olahraga Kota Kediri dalam Satu Dekade Terakhir
“Alhamdulillah, kegiatan hari ini berjalan dengan baik. Dari tahun ke tahun, layanan pendidikan di MAN 2 Kota Malang terus meningkat, begitu juga prestasi peserta didik,” ujar Samsudin.

Menurutnya, capaian tersebut patut disyukuri sekaligus dijaga. Fokus MAN 2 Kota Malang ke depan adalah mempertahankan prestasi yang telah diraih, meningkatkan kualitas layanan pendidikan, serta memastikan peserta didik tumbuh optimal, baik secara akademik maupun karakter.
Ia berharap lulusan MAN 2 Kota Malang tidak hanya unggul dalam nilai, tetapi juga mampu melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi terbaik dan meraih kesuksesan yang utuh.

“Harapan kami sederhana tapi penting. Anak-anak bisa belajar dengan baik, lulus dengan hasil yang membanggakan, dan sukses, bukan hanya di dunia, tetapi juga di akhirat,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Kementerian Agama Kota Malang, Achmad Shampton, S.HI., M.Ag., yang hadir dalam kegiatan tersebut, menyampaikan tausiyah tentang makna keimanan dan kesadaran hidup sebagai hamba. Ia menekankan bahwa seluruh aspek kehidupan manusia sepenuhnya berada dalam kehendak Allah SWT.

“Manusia sering merasa memiliki segalanya, ilmu, jabatan, harta, padahal semua itu hanyalah titipan. Tanpa pertolongan Allah, manusia tidak memiliki apa-apa,” ungkapnya.
Ia mengingatkan bahwa setiap fase kehidupan, baik kelapangan maupun kesulitan, selalu mengandung ujian. Nikmat dan cobaan sama-sama menguji kualitas iman manusia, tergantung bagaimana cara menyikapinya.
Dalam tausiyahnya, Achmad Shampton juga mengulas peringatan Al-Qur’an tentang bahaya kesombongan ilmu sebagaimana tersirat dalam Surah Al-‘Alaq. Kecerdasan, jika tidak disertai iman, justru bisa menjerumuskan manusia pada rasa paling benar.
Baca Juga : Trunajaya: Senjata Rahasia Cucu Pangeran Pekik Menggulingkan Amangkurat I
Ia mencontohkan kisah Abu Jahal, yang dikenal cerdas dan bijak, namun menolak kebenaran bukan karena tidak tahu, melainkan karena kalah oleh ego dan gengsi. Dari kisah itu, ia mengingatkan bahwa kecerdasan tidak selalu sejalan dengan keselamatan iman.
Lebih jauh, ia menyebut tiga perkara besar yang pasti dialami setiap manusia: sakit, kefakiran, dan kematian. Ketiganya tidak bisa dihindari, tetapi dapat dimaknai sebagai pengingat agar manusia tetap rendah hati dan menjaga hubungan dengan Allah.
“Cobaan terberat sering kali justru datang saat manusia berada dalam kenikmatan. Ketika susah, kita mudah beristighfar. Tapi saat lapang, manusia sering lalai,” ujarnya.
Ia menutup tausiyah dengan pesan agar nikmat dijaga melalui rasa syukur yang nyata, bukan sekadar ucapan, tetapi dengan menjaga iman, Islam, dan kebersamaan.
Melalui tasyakuran HAB ke-80 Kemenag RI ini, MAN 2 Kota Malang menegaskan posisinya bukan hanya sebagai institusi pendidikan, tetapi juga ruang pembinaan nilai dan karakter. Tahun 2026 pun dibuka dengan satu pesan sederhana namun kuat: pendidikan yang kokoh lahir dari iman yang terjaga.
