Dukung Program Koperasi Merah Putih, Sri Untari: Inilah Jalan Ekonomi Kerakyatan
Reporter
Muhammad Choirul Anwar
Editor
Nurlayla Ratri
22 - Jul - 2025, 08:34
JATIMTIMES - Penasihat Fraksi PDIP DPRD Jatim Sri Untari Bisowarno mendukung program Koperasi Merah Putih (KMP) yang baru saja diluncurkan Presiden Prabowo Subianto. Menurutnya, program tersebut merupakan strategi konkret mendorong kebangkitan ekonomi pedesaan.
Dia menyatakan bahwa Fraksi PDIP DPRD Jatim berkomitmen untuk terus mengawal pengembangan KMP melalui peran legislasi, anggaran, dan pengawasan. Dukungan ini sejalan dengan visi PDIP dalam membangun ekonomi berdikari melalui jalan koperasi.
Baca Juga : Bapenda Menyapa Warga di Desa Tajinan Berjalan Lancar, Wajib Pajak Terima Hadiah Gula dan Helm
“KMP harus kita dorong terus, karena inilah jalan ekonomi kerakyatan yang digariskan Bung Karno. Ekonomi rakyat bukan ekonomi pasar bebas yang rakus dan eksploitatif, tapi ekonomi yang berpihak, adil, dan bergotong royong,” ungkapnya, Selasa (21/7/2025).
“Kami di Fraksi PDI Perjuangan siap menjadi jembatan antara kebutuhan koperasi dan kebijakan pemerintah. KMP harus menjadi momentum membangkitkan koperasi yang sehat, mandiri, dan berbasis komunitas,” sambung Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jatim tersebut.
Untari sendiri juga sempat hadir langsung dalam acara launching kelembagaan KMP se-Indonesia di Klaten, Jawa Tengah, Senin (21/7/2025) kemarin. Untari menyebut peluncuran KMP menandai keseriusan pemerintah, legislatif, serta gerakan koperasi dalam merajut kekuatan ekonomi berbasis gotong royong.
KMP, kata Untari, diharapkan mampu menjadi instrumen kolektif yang mendorong akselerasi ekonomi rakyat dari bawah. “Saya meyakini dengan skema dari presiden yang serius terhadap membangun eknomi pedesaan dan perkotaan melalui koperasi, maka ini jalan untuk Indonesia cepat maju,” ungkapnya.
Lebih lanjut, sebagai Ketua Umum Koperasi Konsumen Setia Budi Wanita (SBW) Malang dan Ketua Komisi E DPRD Jawa Timur, Untari menekankan pentingnya peran koperasi dalam mengatasi kemiskinan struktural, khususnya di wilayah perdesaan.
“Koperasi itu seperti sapu lidi. Jika satu, mudah patah. Tapi jika banyak, maka akan kuat dan mampu membersihkan jalan menuju kesejahteraan. Itulah prinsip gotong royong dalam koperasi yang harus terus kita tanamkan,” tuturnya.
Menurutnya, keberadaan KMP harus didukung dengan sistem manajemen yang sehat, SDM yang kompeten, serta ekosistem bisnis yang berorientasi pada keberlanjutan. Dia mengajak seluruh elemen masyarakat desa, terutama perempuan, untuk aktif menjadi bagian dari koperasi demi memperkuat fondasi ekonomi keluarga.
Baca Juga : Kopdes Merah Putih Diresmikan, Andalan Baru Wujudkan Ekonomi Gotong Royong Desa di Tulungagung
“Ketika perempuan mandiri secara ekonomi melalui koperasi, maka keluarga akan lebih kuat. Dan dari keluarga yang kuat, kita akan membentuk desa yang sejahtera,” jelasnya.
Politisi perempuan yang pernah menjabat sebagai Ketua Umum Dewan Koperasi Indonesia ini menyerukan penyegaran dalam tubuh koperasi agar bisa bersaing di era disrupsi. Mulai dari sistem keuangan, pemasaran, hingga tata kelola organisasi harus disesuaikan dengan perkembangan zaman.
“Koperasi harus dikelola profesional, pengurus dan anggotanya memiliki niat yang kuar, jujur, konsisten, dan keinginan untuk terus belajar dan mengembangkan secara berkala, baik usaha ataupun dalam keorganisasiannya,” tegas Untari.
Untari pun berharap agar masyarakat tidak melihat koperasi sebagai organisasi kelas dua, tetapi sebagai rumah besar perjuangan ekonomi rakyat. Dia optimistis, dengan komitmen bersama dan kerja keras, koperasi Indonesia akan kembali menjadi tulang punggung perekonomian nasional seperti pada masa kejayaannya.
“Saya ingin anak-anak muda, kaum ibu, para petani, pedagang kecil, semua bersatu dalam koperasi. Jangan takut berorganisasi. Mari kita buktikan, bahwa ekonomi bisa kita bangun dari bawah. Dari desa, dari pasar, dari keluarga, lewat semangat gotong royong dalam koperasi,” tutup Untari.
