Jalan Soekarno-Hatta Kota Malang Bebas Banjir? Proyek Rp32 M Siap Dimulai, Drainase Canggih Siap Digeber

Reporter

Hendra Saputra

Editor

Dede Nana

16 - Jul - 2025, 03:19

Wali Kota Malang Wahyu Hidayat (kanan) didampingi Kepala DPUPRPKP Kota Malang Dandung Djulharjanto saat melihat drainase di kawasan Jalan Soekarno-Hatta (foto: istimewa

JATIMTIMES - Kabar baik datang bagi warga Kota Malang, khususnya yang kerap melintasi kawasan Jalan Soekarno-Hatta (Suhat). Pemerintah bakal segera memulai mega proyek drainase senilai Rp32 miliar di ruas jalan tersibuk tersebut. Proyek yang digadang-gadang akan menjadi solusi permanen untuk mengatasi banjir ini dijadwalkan mulai digarap pertengahan Juli 2025.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) Kota Malang, Dandung Djulharjanto, mengonfirmasi bahwa proyek infrastruktur ini merupakan inisiasi dari Kementerian PUPR melalui Pemprov Jawa Timur. Saat ini, proyek masih dalam tahap awal dengan proses pemuatan material (loading material) ke lokasi.

Baca Juga : Reformasi Ruhani Syekh Siti Jenar: Jaringan Dagang, Tasawuf, dan Ibadah Haji

“Pertengahan Juli ini dimulai, kemungkinan minggu-minggu ini. Saat ini masih proses loading material,” terang Dandung. 

Inovasi utama dalam proyek ini adalah penggunaan box culvert berukuran 2,5 meter, yang memungkinkan aliran air lebih cepat menuju sungai terdekat, sehingga meminimalisir genangan air saat musim hujan.

“Dari Pemprov menggunakan box culvert ukuran 2,5 meter. Ini akan sangat membantu mengurangi potensi banjir seperti saat ini,” jelas Dandung.

Pengerjaan drainase akan dimulai dari kawasan Polinema (Politeknik Negeri Malang) dan dilanjutkan ke arah utara menuju Candi Panggung, di sisi barat Jalan Soekarno-Hatta. “Pengerjaannya di sisi barat, dimulai dari Polinema ke arah utara,” imbuhnya.

Meskipun proyek ini dikerjakan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur, DPUPRPKP Kota Malang tetap ambil peran penting dalam pengamanan dan kelancaran di lapangan. Dinas terkait seperti Dishub dan Satpol PP telah dilibatkan untuk rekayasa lalu lintas dan koordinasi teknis.

Baca Juga : Kalender Jawa Rabu Wage, 16 Juli 2025: Karakter Weton, Arah Rezeki, dan Larangan Hari Ini

“Kita bantu teknis di lapangan sesuai arahan provinsi. Termasuk memastikan arus lalu lintas direkayasa dan lokasi proyek dalam kondisi clear,” pungkas Dandung. 

Proyek ini diprediksi akan menyerap anggaran sebesar Rp32 miliar dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Dengan nilai sebesar itu, masyarakat berharap hasil yang maksimal dan berdampak langsung pada kenyamanan serta keamanan berkendara, khususnya di musim penghujan.