Argireline Ramai Dipakai untuk Garis Halus, Benarkah Bisa Gantikan Botox? Ini Penjelasannya

Reporter

Irsya Richa

Editor

Yunan Helmy

19 - Sep - 2026, 07:58

Kondisi wajah berkerut. (Foto: Pinterest)

JATIMTIMES - Produk skincare dengan kandungan peptide semakin banyak digunakan dalam rutinitas perawatan anti-aging. Salah satu bahan yang belakangan mendapat perhatian adalah argireline, yang disebut dapat membantu mengurangi tampilan garis halus akibat ekspresi wajah.

Argireline merupakan nama yang umum digunakan untuk acetyl hexapeptide-8, yakni peptide sintetis yang diaplikasikan secara topikal pada kulit. Bahan tersebut bekerja dengan memengaruhi sinyal yang berkaitan dengan kontraksi otot wajah sehingga diharapkan dapat membuat garis ekspresi tampak lebih halus.

Baca Juga : Cara Memilih Penyedia Corporate Training yang Tepat untuk Perusahaan

Popularitas argireline kemudian melahirkan istilah “botox dalam botol”. Sebutan tersebut muncul karena cara kerja bahan ini dianggap memiliki kemiripan dengan botulinum toxin dalam kaitannya dengan kontraksi otot, meski keduanya digunakan dengan cara yang berbeda.

Dokter spesialis kulit Whitney Hovenic mengatakan istilah tersebut lebih tepat dipahami sebagai perumpamaan, bukan berarti argireline memiliki kekuatan yang sama dengan botox.

“'Botox dalam botol' adalah perumpamaan yang menarik, tetapi kekuatan argireline jauh di bawah neuromodulator suntik,” kata Whitney Hovenic.

Menurut Hovenic, penggunaan argireline melalui skincare tidak bisa disamakan dengan prosedur injeksi botulinum toxin. Produk topikal bekerja di permukaan kulit, sedangkan neuromodulator diberikan melalui suntikan untuk memengaruhi aktivitas saraf dan otot secara lebih langsung.

Penelitian mengenai acetyl hexapeptide-8 memang menunjukkan adanya potensi bahan tersebut dalam membantu memperbaiki tampilan kerutan. Salah satu studi yang dibahas dalam laporan Women's Health menemukan adanya penurunan tampilan kerutan setelah penggunaan argireline selama beberapa minggu. Namun, hasil tersebut tidak berarti bahan ini dapat memberikan efek yang identik dengan botox.

Penelitian yang dipublikasikan dalam JMIR Dermatology juga mencatat bahwa argireline semakin populer sebagai bahan anti-kerut dan alternatif yang lebih mudah diakses dibandingkan botulinum neurotoxin. Meski demikian, peneliti menyebut masih diperlukan penelitian lebih lanjut untuk memahami efektivitas bahan tersebut secara lebih menyeluruh.

Baca Juga : Mangga Podang Kantongi Sertifikat IG, Pemkab Kediri Fokus Jaga Populasi dan Kualitas

Karena digunakan sebagai skincare, argireline biasanya ditemukan dalam serum maupun produk perawatan wajah lainnya. Kandungan tersebut dapat ditujukan terutama untuk area yang memiliki garis ekspresi, seperti dahi, sekitar mata, dan area di antara alis.

Penggunaan argireline juga tidak membuat perawatan dasar kulit menjadi tidak diperlukan. Pengguna tetap perlu memperhatikan kondisi skin barrier, menggunakan pelembap dan melindungi kulit dari paparan sinar ultraviolet dengan sunscreen.

Dengan demikian, istilah “botox dalam botol” sebaiknya tidak dimaknai secara harfiah. Argireline dapat menjadi salah satu bahan dalam rutinitas anti-aging, tetapi efeknya tidak dapat dianggap sebagai pengganti langsung prosedur botox.