Beredar Poster Damkar Nabire Tak Lagi Padamkan Karhutla, Ini Alasannya
Reporter
Binti Nikmatur
Editor
Dede Nana
16 - Sep - 2026, 03:48
JATIMTIMES - Kondisi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Nabire, Papua Tengah, menjadi perhatian setelah beredar poster yang menyebut layanan pemadaman karhutla oleh Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) dihentikan sementara.
Dalam poster yang beredar di media sosial itu disebutkan bahwa penghentian pemadaman karhutla berlaku mulai 14 September 2026. Alasannya berkaitan dengan kondisi armada dan peralatan Damkar yang sudah sangat terbatas.
Baca Juga : Marak Demam Melanda Anak-Anak, Kenali Bedanya Flu dengan Pilek Biasa
Poster tersebut salah satunya dibagikan akun Threads @rania_fdlyn pada Selasa (15/9/2026). Pengunggah juga menggambarkan kondisi asap di Nabire yang semakin mengkhawatirkan.
"Kota kami kebakaran di mana-mana, asap udah parah banget. Tapi damkar udah gabisa melakukan pemadaman karhutla krn terbatas dana, mobil pemadam, dan petugas. Terus gimanaa kalau udah gini, help, Pray for Nabire, Provinsi Papua Tengah," tulis akun tersebut.

Jarak pandang terbatas dampak dari karhutla di Kabupaten Nabire. (Foto: Threads)
Dalam poster yang diunggah berjudul "PEMBERITAHUAN KEPADA MASYARAKAT KABUPATEN NABIRE" itu tercantum nomor kontak Pos Damkar 082198550001. Dilengkapi dengan logo Damkar di sisi kanan dan logo Provinsi Papua Tengah di sisi kiri.
Isi pengumuman itu menjelaskan bahwa hanya satu unit mobil pemadam yang masih bisa digunakan. Sementara dua kendaraan lainnya mengalami kerusakan dan belum dapat diperbaiki karena tidak tersedia anggaran.
"Terhitung tanggal 14 September 2026, DAMKAR TIDAK MELAYANI PEMADAMAN KARHUTLA (Kebakaran Hutan dan Lahan). Dikarenakan Mobil Pemadam Sedang Rusak 2 Unit (4000 & 10.000 liter) (tidak ada anggaran untuk perbaikan). Sisa 1 Unit (5000 liter saja) yang beroperasi khusus untuk pemadaman rumah/bangunan yang terbakar," demikian keterangan dalam poster.
Artinya, berdasarkan isi poster tersebut, satu kendaraan berkapasitas 5.000 liter diprioritaskan untuk menangani kebakaran rumah atau bangunan.

Karhutla di Kabupaten Nabire. (Foto: Threads)
Bukan hanya armada yang menjadi persoalan. Poster juga memuat sejumlah kondisi yang dialami petugas Damkar selama menangani kebakaran.
Lima petugas diduga mengalami sakit akibat menghirup asap tebal ketika melakukan pemadaman karhutla. Biaya pengobatan disebut ditanggung sendiri.
Baca Juga : Daftar Barang dan Dokumen yang Wajib Ada di Tas Siaga Bencana, Sudah Lengkap?
Petugas lainnya juga diklaim mengalami kelelahan lantaran harus menghadapi intensitas kejadian yang mencapai 5-10 kali dalam sehari.
Dalam pengumuman itu juga disebutkan petugas bekerja selama 24 jam tanpa uang lembur atau uang lelah. Persediaan makan dan minum juga disebut terbatas.
Selain persoalan fisik, sejumlah perlengkapan keselamatan dan komunikasi juga disebut tidak tersedia atau mengalami kerusakan. Di antaranya alat pelindung diri (APD), jaminan kecelakaan kerja, handy talkie (HT), serta senter.
Poster diduga Damkar Kabupaten Nabire tersebut kemudian ditutup dengan imbauan agar masyarakat memahami kondisi yang sedang dihadapi petugas. "Demikian harap maklum, Salam hormat Pos Damkar 082198550001," demikian bunyi bagian akhir pengumuman tersebut.

Tangkapan layar kualitas udara di Kabupaten Nabire. (Foto: Threads)
Di sisi lain, foto-foto yang diunggah oleh Rania juga memperlihatkan kobaran api di kawasan perbukitan dan area hutan di sekitar jalan raya Nabire. Pada malam hari, api terlihat membesar hingga membakar kawasan perbukitan.
Namun kondisi berbeda terlihat pada pagi hari ketika asap tebal menyelimuti kawasan kota. Kabut asap tersebut tampak mengganggu jarak pandang pengendara, baik sepeda motor maupun mobil.
Tak hanya itu, Rania juga mengunggah tangkapan layar kualitas udara di Kabupaten Nabire, Papua Tengah. Pada Rabu, 15 September 2026 pukul 06.00 WIT, kualitas udara Nabire tercatat 273 AQI US, sedangkan konsentrasi PM2.5 mencapai 197,8 µg/m³. Angka tersebut tercantum dalam kategori "Sangat Tidak Sehat".
