UIN Malang Dapat Dua Pengakuan GreenMetric, Bidik Kampus Tanpa Sampah ke TPA
Reporter
Anggara Sudiongko
Editor
A Yahya
16 - Sep - 2026, 09:45
JATIMTIMES - Dua pengakuan dari UI GreenMetric Nasional 2026 diterima Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) Malang di Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Selasa, 15 September 2026. Di balik penghargaan itu, kampus tersebut tengah menghadapi pekerjaan yang lebih panjang: mengubah keberlanjutan dari konsep pembangunan menjadi praktik sehari-hari di lingkungan universitas.
UIN Malang menerima Certificate of Compliance dan Three (3) out of Five (5) Trees Rating Certificate. Rektor UIN Malang Prof. Dr. Hj. Ilfi Nur Diana, M.Si., menerima langsung kedua sertifikat tersebut.

Certificate of Compliance merupakan pengakuan atas kepatuhan UIN Malang terhadap kriteria dan ketentuan UI GreenMetric Sustainable University Rankings 2026. Sementara Three Trees Rating Certificate menunjukkan posisi UIN Malang pada penilaian Trees Rating dengan capaian tiga dari lima tingkat penilaian.
Baca Juga : Pemkab Kediri Bantu Penuhi Gizi, 45 Keluarga Pasien TBC di Kediri Dapat Bantuan Paket Sembako
Namun, ukuran keberlanjutan kampus tidak berhenti pada sertifikat. UIN Malang memasukkan aspek lingkungan ke dalam rencana pengembangan kawasan Kampus 3. Dari sekitar 120 hektare lahan yang disiapkan, sekitar 20 hektare dialokasikan sebagai hutan kampus.
Proporsi ruang hijau itu menjadi bagian dari perencanaan kawasan pendidikan yang tidak hanya mengejar penambahan bangunan. Vegetasi dan ruang terbuka dipertahankan sebagai bagian dari desain kawasan, bersamaan dengan agenda efisiensi energi dan pengelolaan lingkungan.
Kampus 3 juga diarahkan memanfaatkan energi terbarukan melalui pemasangan solar panel. Energi matahari diproyeksikan menjadi sumber alternatif untuk mengurangi ketergantungan pada energi konvensional sekaligus menekan konsumsi listrik.

Isu lain yang menjadi pekerjaan UIN Malang adalah sampah. Kampus merencanakan sistem pengelolaan sampah secara mandiri, mulai dari sumbernya. Sampah akan dipilah, diolah, dan sedapat mungkin dimanfaatkan kembali sebelum berakhir sebagai residu.
Targetnya cukup spesifik: tidak ada sampah yang dibuang ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA).
Target tersebut sekaligus menggeser ukuran keberlanjutan dari sekadar keberadaan ruang hijau atau penggunaan teknologi energi bersih ke persoalan yang lebih dekat dengan aktivitas warga kampus. Penghematan air dan listrik, pemilahan sampah, kebersihan, hingga perawatan ruang terbuka hijau membutuhkan perubahan kebiasaan sivitas akademika.
Baca Juga : Kabupaten Malang Masuk Percontohan InCircular, Wabup Lathifah Dorong Sampah Jadi Sumber Nilai Ekonomi
Rektor UIN Malang Prof. Ilfi mengatakan penghargaan UI GreenMetric seharusnya menjadi pemicu untuk memperluas praktik keberlanjutan di lingkungan kampus.
“Capaian ini menjadi motivasi bagi UIN Malang untuk terus meningkatkan berbagai aspek keberlanjutan. Keberlanjutan bukan hanya menjadi program, tetapi perlu menjadi bagian dari budaya dan kehidupan seluruh sivitas akademika,” ujar Prof. Ilfi.
Karena itu, ia mendorong keterlibatan seluruh unsur universitas. Penghematan energi dan air, pengelolaan sampah, menjaga kebersihan, serta kepedulian terhadap ruang terbuka hijau tidak hanya ditempatkan sebagai agenda institusi, tetapi juga sebagai bagian dari aktivitas sehari-hari sivitas akademika.
Rencana pengelolaan sampah mandiri menjadi salah satu agenda yang akan dikembangkan UIN Malang. Sistem tersebut diarahkan untuk mengolah sampah sedekat mungkin dengan sumbernya sehingga material yang masih dapat digunakan tidak langsung masuk ke rantai pembuangan.
Menurut Prof. Ilfi, pembangunan kampus berkelanjutan membutuhkan kontribusi setiap unit kerja dan warga universitas. Pengembangan fisik Kampus 3, penggunaan energi terbarukan, penyediaan hutan kampus, dan pembenahan sistem sampah menjadi bagian dari agenda tersebut.
