Anemia Mengintai Remaja, MTsN 2 Kota Malang Dorong Kebiasaan Makan Sehat
Reporter
Anggara Sudiongko
Editor
Nurlayla Ratri
15 - Sep - 2026, 06:49
JATIMTIMES - Persoalan gizi pada usia remaja tidak berhenti pada urusan makanan. Kekurangan asupan zat gizi, kebiasaan melewatkan sarapan hingga rendahnya aktivitas fisik dapat ikut memengaruhi kondisi tubuh dan kesiapan siswa mengikuti pembelajaran.
Isu tersebut menjadi perhatian dalam pelaksanaan Aksi Bergizi di Sekolah Bikin Tambah Ceria (AGISTA) di Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 2 Kota Malang, belum lama ini. Gerakan yang digelar serentak di Kota Malang itu mengangkat tema “Cegah Anemia, Penuhi Gizi, Raih Prestasi” dan melibatkan murid serta guru dan tenaga kependidikan.
Baca Juga : Keluhan Warga soal SWK Bratang Binangun, Pemkot Surabaya Turun Tangan
Salah satu perhatian utama diarahkan kepada murid putri melalui konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD). Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran mengenai anemia yang dapat dialami remaja, sekaligus mengenalkan pentingnya pemenuhan kebutuhan gizi sejak usia sekolah.
Edukasi mengenai pola makan juga diberikan oleh Lilik Suharti, S.Kep., Ns., dari Dinas Kesehatan Kota Malang. Ia mengingatkan remaja agar tidak mengabaikan sarapan dan memenuhi kebutuhan tubuh melalui makanan yang beragam serta bergizi.

Dalam pola makan sehari-hari, murid didorong memperbanyak buah dan sayur, mencukupi konsumsi air putih serta membatasi makanan dan minuman dengan kandungan gula, garam, dan lemak yang tinggi. Kebiasaan tersebut perlu berjalan beriringan dengan aktivitas fisik, kebersihan diri dan perhatian terhadap keamanan makanan.
Kepala MTsN 2 Kota Malang, Anita Yusianti, M.Pd., melihat persoalan kesehatan siswa memiliki kaitan langsung dengan proses belajar. Kondisi fisik yang kurang prima, menurutnya, dapat berpengaruh terhadap kemampuan anak berkonsentrasi dan menjalani aktivitas pendidikan.
“Anak-anak yang sehat akan memiliki kesiapan yang lebih baik untuk belajar, berkonsentrasi, beraktivitas, dan mengembangkan potensi serta prestasinya. Karena itu, membangun kebiasaan hidup sehat sejak di madrasah merupakan bagian penting dari pendidikan,” kata Anita.
Menurut Anita, pendidikan kesehatan tidak cukup berhenti pada penyampaian informasi. Kebiasaan yang diperkenalkan di lingkungan madrasah perlu menjadi bagian dari rutinitas siswa, termasuk ketika mereka berada di rumah.

“Kami berharap kegiatan ini tidak berhenti pada hari ini. Kebiasaan sarapan sehat, mengonsumsi makanan bergizi, aktif bergerak, menjaga kebersihan, dan memperhatikan kesehatan harus terus menjadi bagian dari keseharian anak-anak, baik di madrasah maupun di rumah,” ujarnya.
Baca Juga : Satbinmas Polres Situbondo Gelar Program STMJ, Puluhan Ojol Diajak Makan dan Uji Call Center 110
Dalam kegiatan tersebut, pesan mengenai pola hidup sehat tidak hanya disampaikan melalui edukasi. Murid dan GTK MTsN 2 Kota Malang juga melakukan aktivitas fisik melalui senam Anak Indonesia Hebat, senam P5 dan senam kreasi murid.
Setelah aktivitas fisik, siswa bersama wali kelas mengikuti sarapan dengan menerapkan prinsip “Isi Piringku”. Pola ini digunakan untuk memperkenalkan komposisi makanan yang lebih seimbang kepada peserta didik.

Pengawas Madrasah Drs. Farid Wajdi Sjaifullah, M.Pd., menekankan pentingnya keterlibatan warga madrasah agar kebiasaan hidup sehat tidak hanya muncul ketika ada agenda tertentu. Menurut dia, pembiasaan perlu dilakukan secara konsisten di lingkungan sekolah maupun keluarga.
