Rabiul Akhir 1448 H Dimulai Hari Ini, Catat 7 Amalan dan Jadwal Puasa Ayyamul Bidh

Reporter

Mutmainah J

13 - Sep - 2026, 02:00

Ilustrasi bulan Rabiul Akhir. (Foto: iStock)

JATIMTIMES - Bulan Rabiul Akhir 1448 Hijriah dimulai hari ini, Ahad, 13 September 2026. Memasuki bulan keempat dalam kalender Hijriah, umat Islam dapat menjadikan pergantian bulan ini sebagai momentum untuk meningkatkan ibadah dan memperbanyak amal saleh.

Ada berbagai amalan yang dapat dilakukan selama Rabiul Akhir, mulai dari memperbanyak zikir, membaca Al-Qur'an, bersedekah hingga menjalankan puasa sunah. Bagi yang ingin melaksanakan puasa Ayyamul Bidh, jadwalnya pada bulan ini jatuh pada 25, 26, dan 27 September 2026 atau bertepatan dengan 13, 14, dan 15 Rabiul Akhir 1448 H.

Baca Juga : Mini Job Fair Surabaya 2026 Digelar 16-17 September, Ini Cara Daftar dan Lokasinya

Berdasarkan kalender Hijriah yang menjadi acuan, 1 Rabiul Akhir 1448 H bertepatan dengan Ahad, 13 September 2026. Sementara itu, 30 September 2026 bertepatan dengan 18 Rabiul Akhir 1448 H.

Dengan dimulainya Rabiul Akhir, umat Islam dapat kembali meningkatkan berbagai ibadah yang memang dianjurkan dalam ajaran Islam. Tidak ada kewajiban melakukan amalan tertentu hanya karena memasuki bulan ini, tetapi amal saleh yang bersifat umum tetap dapat diperbanyak.

Salah satunya adalah puasa Ayyamul Bidh. Pada Rabiul Akhir 1448 H, puasa tersebut dapat dikerjakan pada Jumat-Minggu, 25-27 September 2026.

Mengenal Rabiul Akhir

Rabiul Akhir atau Rabi'uts Tsani merupakan bulan keempat dalam kalender Hijriah.

Mengutip buku Doa dan Zikir Sepanjang Tahun karya Hamdan Hamedan, bulan Rabiul Akhir pada zaman Jahiliah dikenal dengan sebutan Wubshan atau Wabshan.

Nama Rabiul Akhir berkaitan dengan kata "Rabbi" yang berarti musim semi dan "Akhi" yang bermakna penghujung. Dengan demikian, Rabiul Akhir dapat dimaknai sebagai musim semi kedua atau penghujung musim semi.

Pada masa tersebut, rerumputan menghijau, tanaman tumbuh subur, dan pepohonan banyak menghasilkan buah. Musim semi umumnya berlangsung selama dua bulan sehingga kemudian dikenal istilah Rabiul Awal dan Rabiul Akhir.

Keindahan alam yang dikaitkan dengan periode tersebut dapat menjadi pengingat bagi manusia untuk senantiasa bersyukur atas nikmat Allah SWT sekaligus meningkatkan ketaatan kepada-Nya.

7 Amalan yang Bisa Dilakukan di Bulan Rabiul Akhir

Memasuki Rabiul Akhir bukan berarti terdapat ibadah khusus yang wajib dilakukan. Namun, umat Islam tetap dapat memperbanyak berbagai amal saleh yang dianjurkan dalam kehidupan sehari-hari.

Berikut beberapa amalan yang dapat dikerjakan:

1. Membaca Doa Syukur

Memasuki bulan baru dapat menjadi momentum untuk mengingat berbagai nikmat yang telah diberikan Allah SWT. Salah satu bentuknya adalah memperbanyak doa syukur.

Berikut doa yang dapat dibaca:

رَبِّ اَوْزِعْنِيْٓ اَنْ اَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِيْٓ اَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلٰى وَالِدَيَّ وَاَنْ اَعْمَلَ صَالِحًا تَرْضٰىهُ وَاَدْخِلْنِيْ بِرَحْمَتِكَ فِيْ عِبَادِكَ الصّٰلِحِيْنَ

Bacaan latin: Rabbi auzi'nii an asykura ni'matakal-latii an'amta 'alayya wa 'alaa waalidayya wa an a'mala shaalihan tardhaahu wa adkhilnii bi-rahmatika fii 'ibaadikash shaalihiin.

Artinya: "Ya Tuhanku, anugerahkanlah aku (ilham dan kemampuan) untuk tetap mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada kedua orangtuaku dan untuk tetap mengerjakan kebajikan yang Engkau ridai. (Aku memohon pula) masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh."

2. Memperbanyak Sedekah

Sedekah menjadi salah satu amal yang dapat dilakukan kapan saja, termasuk ketika memasuki bulan Rabiul Akhir.

Mengutip Buku Harian Orang Islam: Agenda Syar'i Muslim/Muslimah Teladan Sepanjang Tahun karya Abdullah Faqih Ahmad Abdul Wahid, sedekah merupakan bentuk memberikan sebagian harta atau kekayaan kepada orang lain yang membutuhkan.

Selain membantu mereka yang membutuhkan, sedekah juga menjadi bentuk kepedulian terhadap sesama.

3. Puasa Sunah Senin Kamis

Puasa Senin Kamis merupakan salah satu ibadah sunah yang dapat dilakukan secara rutin.

Baca Juga : Sejumlah Pejabat Polresta Banyuwangi Berganti Posisi

Sesuai namanya, puasa ini dikerjakan setiap hari Senin dan Kamis. Tata caranya pada dasarnya sama dengan puasa sunah lainnya, sedangkan yang membedakan adalah waktu pelaksanaannya.

Puasa Senin Kamis juga dapat dikerjakan selama bulan Rabiul Akhir sesuai kemampuan masing-masing.

4. Puasa Ayyamul Bidh

Umat Islam juga dapat menjalankan puasa Ayyamul Bidh pada pertengahan bulan Hijriah.

Puasa ini dilakukan pada tanggal 13, 14, dan 15 setiap bulan Hijriah. Untuk Rabiul Akhir 1448 H, tanggal tersebut bertepatan dengan 25, 26, dan 27 September 2026.

Ayyamul Bidh secara bahasa berarti "hari-hari putih". Istilah tersebut berkaitan dengan kondisi bulan yang tampak terang pada malam-malam tersebut karena bertepatan dengan masa purnama.

5. Memperbanyak Zikir

Zikir menjadi salah satu amalan yang dapat dilakukan untuk mengingat dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Amalan ini tidak terbatas pada waktu tertentu. Umat Islam dapat memperbanyak zikir setelah salat maupun pada waktu luang sepanjang hari.

Dengan memperbanyak zikir, seseorang diharapkan senantiasa mengingat Allah SWT dan mensyukuri berbagai nikmat yang diterimanya.

6. Membaca Al-Qur'an

Membaca Al-Qur'an merupakan amalan yang dianjurkan bagi umat Islam dan dapat dilakukan kapan saja.

Rasulullah SAW bersabda:

"Orang yang membaca Al-Qur'an dan ia mahir membacanya, maka ia bersama para malaikat yang mulia dan berbakti. Sedangkan orang yang membaca Al-Qur'an dengan terbata-bata dan merasa kesulitan dalam membacanya, maka baginya dua pahala."

Karena itu, bulan Rabiul Akhir dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kebiasaan membaca Al-Qur'an sekaligus memahami kandungannya.

7. Menjauhi Perbuatan Tercela

Memperbanyak amal saleh juga perlu diikuti dengan usaha meninggalkan perbuatan tercela.

Mengutip buku Yang Perlu Dilakukan Muslimah Sepanjang Tahun karya Khayeera Indana Hulwah dan Aliyah Tsurayya, salah satu perbuatan yang perlu dihindari adalah ghibah atau membicarakan keburukan orang lain.

Menjaga ucapan, tidak menyebarkan aib, serta menghindari perbuatan yang dapat merugikan orang lain menjadi bagian dari upaya memperbaiki diri.

Bulan Rabiul Akhir 1448 H yang dimulai Ahad, 13 September 2026, dapat menjadi momentum untuk meningkatkan kualitas ibadah. Berbagai amalan seperti membaca Al-Qur'an, berzikir, bersedekah, berpuasa sunah dan menjaga lisan dapat dilakukan sesuai kemampuan.

Sementara bagi umat Islam yang ingin menjalankan puasa Ayyamul Bidh, jangan lupa mencatat jadwalnya. Pada Rabiul Akhir 1448 H, puasa tersebut jatuh pada 25, 26, dan 27 September 2026.