Makam Bung Karno 24 Jam Bergeliat: Wali Kota Blitar Gagas Ziarah Rutin Malam Jumat, Terbuka untuk Masyarakat
Reporter
Aunur Rofiq
Editor
Dede Nana
11 - Sep - 2026, 08:10
JATIMTIMES – Malam di Makam Bung Karno kini tak sekadar menjadi perpanjangan waktu kunjungan. Pemerintah Kota Blitar mulai mengisi operasional makam selama 24 jam dengan kegiatan yang memadukan spiritualitas, sejarah, dan pendidikan kebangsaan. Bertepatan dengan malam Jumat Legi, Kamis (10/9/2026), ziarah malam Jumat bersama untuk pertama kalinya digelar di pusara Sang Proklamator.
Wali Kota Blitar H. Syauqul Muhibbin atau Mas Ibin hadir bersama masyarakat dan para pecinta Bung Karno. Mereka duduk mengelilingi pusara Presiden pertama RI itu, membaca Yasin, tahlil, dan memanjatkan doa. Agenda tersebut dirancang bukan sebagai kegiatan sekali jalan, melainkan rutin setiap malam Jumat.
Baca Juga : 6 Keutamaan Salat Jumat, dari Menghapus Dosa hingga Raih Kasih Sayang Allah
Mas Ibin mengatakan, masyarakat yang terlibat dalam kegiatan tersebut menamai perkumpulan mereka Majelis Pecinta Bung Karno. Ia mengajak masyarakat luas, termasuk para pengagum Bung Karno dari luar Blitar, ikut menjadikan malam Jumat sebagai momentum untuk datang dan berdoa bersama.
“Saya mengajak seluruh masyarakat, para pecinta Bung Karno. Setiap malam Jumat kita bersama-sama menziarahi dan mendoakan beliau, ramai-ramai datang ke sini dengan membaca Yasin, tahlil, serta doa-doa untuk Bung Karno,” kata Mas Ibin.
Menurut dia, rutinitas itu menjadi bagian dari ikhtiar Pemkot Blitar membuat kebijakan Makam Bung Karno 24 jam memiliki denyut kegiatan. Makam tidak hanya terbuka tanpa batas waktu, tetapi juga menjadi ruang perjumpaan masyarakat dengan sejarah dan nilai kebangsaan.
“Minimal seminggu sekali, setiap malam Jumat kita mendoakan bareng-bareng di Makam Bung Karno. Kalau di Pemkot Blitar setiap Minggu pagi ada Car Free Day, maka setiap malam Jumat kita ramai-ramai menziarahi dan mendoakan Bung Karno,” ujarnya.
Dari Doa Bersama hingga Kajian Bung Karno

Ziarah malam Jumat menjadi satu dari sejumlah agenda yang disiapkan untuk menghidupkan kawasan Makam Bung Karno setelah dibuka selama 24 jam. Pemkot Blitar berencana memperluas aktivitas dengan pengajian, kajian sejarah dan pemikiran Bung Karno, hingga kemungkinan kolaborasi pertunjukan musik religi.
Mas Ibin mengatakan kegiatan khusus pada momentum Minggu Kliwon juga akan disiapkan. Dengan pola tersebut, kawasan Makam Bung Karno diarahkan berkembang sebagai salah satu pusat kegiatan sejarah yang memiliki agenda rutin dan mampu menarik masyarakat untuk kembali datang.
“Kita harus mengadakan event-event, baik doa bersama, pengajian maupun kajian-kajian ajaran Bung Karno di sekitar Makam Bung Karno. Nanti mungkin juga ada konser-konser musik religi yang akan kita kolaborasikan,” kata dia.
Mas Ibin berharap masyarakat kelak tidak hanya menantikan malam Jumat dan Minggu Kliwon, tetapi juga momentum bersejarah yang berkaitan dengan kehidupan Bung Karno. Aktivitas tersebut ditempatkan sebagai medium untuk menjaga ingatan publik terhadap perjalanan Sang Proklamator.
Bagi Pemkot Blitar, menghidupkan kawasan tidak cukup dengan menghadirkan keramaian. Ada misi pendidikan sejarah di belakangnya: membawa generasi hari ini lebih dekat kepada pemikiran Bung Karno dan konteks perjuangan kemerdekaan.
“Event-event akan dilakukan untuk mengingatkan kembali tentang sejarah dan perjuangan Bung Karno. Sehingga kita tidak hanya mendoakan, tetapi juga meneladani seluruh pemikiran Bung Karno yang sangat bermanfaat bagi bangsa dan negara,” ujar Mas Ibin.
Peningkatan aktivitas di Makam Bung Karno juga tercermin dari jumlah kunjungan. Data Pemkot Blitar mencatat, selama 15–31 Agustus 2026, jumlah kunjungan ke MBK mencapai 21.031 orang. Sebanyak 18.502 kunjungan berlangsung pada pukul 07.30–19.30 WIB, dengan rata-rata 1.088 orang per hari. Sementara pada malam hingga pagi, pukul 19.30–07.30 WIB, tercatat 2.529 kunjungan atau rata-rata 149 orang per hari.
Baca Juga : Kalender Jawa Weton Jumat Legi 11 September 2026: Rezeki Selalu Ada
Jumlah tersebut meningkat dibandingkan catatan sepanjang Agustus 2025 yang mencapai 8.191 kunjungan. Mas Ibin meyakini perluasan akses selama 24 jam yang dibarengi berbagai agenda rutin akan semakin memperkuat daya tarik Makam Bung Karno sekaligus memberi dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar.
“Menurut data, kunjungannya terus naik. Dan saya yakin nanti efeknya ekonomi akan naik di siang hari ataupun di malam hari,” ujarnya.
MBK 24 Jam Buka Ruang Ziarah Lebih Luas

Dukungan terhadap ziarah rutin dan operasional Makam Bung Karno selama 24 jam juga disampaikan Dewan Syuriah PCNU Kota Blitar KH Kusnuri. Ia menilai kegiatan tersebut memiliki nilai pendidikan karena mengenalkan generasi muda kepada jasa para pendahulu bangsa.
“Ini event yang sangat bagus untuk mendidik, untuk mengenalkan kepada generasi kita agar cinta kepada para pahlawannya, bersyukur dan berterima kasih kepada para pendahulunya,” kata Kusnuri.
Menurut dia, kecintaan kepada pahlawan tidak cukup berhenti pada penghormatan simbolik. Generasi penerus juga perlu memahami dan meneladani jejak perjuangan mereka.
Kusnuri turut menyambut positif kebijakan Makam Bung Karno buka 24 jam. Akses tanpa batas jam dinilai memberikan kemudahan terutama bagi peziarah luar daerah yang tiba di Blitar pada malam hari. Mereka tak perlu lagi menunggu hingga keesokan hari untuk memasuki kawasan makam.
“Alhamdulillah, ini memberi kesempatan kepada saudara-saudara kita yang datang dari jauh. Sewaktu-waktu mereka bisa sowan kepada Bung Karno, bertawasul dan berdoa di tempat yang kita muliakan ini,” ujarnya.
Ziarah perdana pada malam Jumat Legi itu sekaligus menunjukkan arah baru pengelolaan MBK 24 jam. Pintu makam dibuka lebih lama, sementara ruang di dalamnya diisi dengan doa, sejarah, dan upaya merawat ingatan terhadap Bung Karno. Bagi Kota Blitar, pusara Sang Proklamator diharapkan terus hidup sebagai ruang kebangsaan lintas generasi.
