Konsumsi Pasien RSSA Dialihkan ke Katering Usai Kebakaran, DPRD Jatim Ingatkan Standar Medis

10 - Sep - 2026, 05:34

Wakil Ketua Komisi E DPRD Jatim, Hikmah Bafaqih.

JATIMTIMES — Komisi E DPRD Provinsi Jawa Timur (Jatim) memberikan perhatian serius terhadap insiden kebakaran yang melanda fasilitas Instalasi Gizi RSUD Dr. Saiful Anwar (RSSA) Malang. Pengalihan sementara penyediaan makanan pasien ke pihak katering luar menjadi salah satu sorotan legislatif agar kualitas gizi medis dan standar kesehatan pasien tetap terjaga ketat.

Wakil Ketua Komisi E DPRD Jatim, Hikmah Bafaqih, mewanti-wanti manajemen rumah sakit milik Pemprov Jatim tersebut agar mengawasi secara khusus pasokan makanan dari penyedia pihak ketiga selama masa pemulihan fasilitas dapur.

Baca Juga : Anggaran Terbatas, Pemkab Magetan Prioritaskan Perbaikan Irigasi hingga Puskesmas Takeran di R-APBD 2027

"Karena memakai katering dari pihak ketiga, harus sangat hati-hati. Standar makanan rumah sakit dan luar rumah sakit itu berbeda, misalnya pada kandungan sodium. Selain itu, dari aspek harga juga harus disesuaikan dengan coverage BPJS," tegas Hikmah di Gedung DPRD Jatim, Kamis (10/9/2026).

Srikandi Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini menjelaskan bahwa terganggunya fungsi Instalasi Gizi menjadi dampak paling krusial dari peristiwa kebakaran tersebut, di samping adanya langkah evakuasi cepat pada area ruang perawatan anak.

"Dampak yang paling terasa memang aspek permakanan, sehingga terpaksa sebagian besar dikateringkan sambil menunggu dapur difungsikan kembali sebagaimana mestinya. Ada ruang rawat anak yang sempat terdampak, tetapi segera dialihkan. Yang paling urgent saat ini adalah dapur, karena Instalasi Gizi menyangkut kebutuhan dasar pasien," terangnya.

Mengenai penyebab pasti kebakaran, Hikmah mengungkapkan bahwa hingga saat ini proses investigasi masih terus berjalan. Kendati demikian, ia menyoroti pentingnya evaluasi sistem keselamatan di area pelayanan publik.

"Sampai hari ini, hasil koordinasi kami dengan Direktur RSSA menunjukkan penyebab pastinya belum ditemukan. Namun kerusakannya berada di Instalasi Gizi, meliputi dapur dan ketersediaan barang habis pakai. Estimasi kerugian sekitar Rp900 juta. Beruntung tidak ada korban jiwa maupun luka-luka," ungkap Hikmah.

Ia menegaskan, terlepas dari hasil investigasi teknis nantinya, penguatan mitigasi kebakaran di rumah sakit rujukan utama harus dijadikan prioritas utama.

"Sekalipun belum terungkap penyebabnya, patut diduga mitigasi risiko kebakaran kurang diperhatikan. Ke depan, tempat layanan publik seperti ini sangat penting untuk betul-betul menjaga dan memitigasi risiko dari bencana apa pun," tegasnya.

"Ini public space dan layanannya adalah layanan dasar kesehatan. Ada pasien di situ, jadi penanganan mitigasi risikonya memang harus ekstra," tambah legislator dari Daerah Pemilihan Malang Raya tersebut.

Baca Juga : Paripurna DPRD Lamongan, Bupati Sampaikan Rancangan Perubahan APBD

Terkait langkah pengawasan di lapangan, Komisi E DPRD Jatim memilih berkoordinasi secara intensif melalui sambungan telepon agar tidak mengganggu penanganan darurat petugas di lokasi.

"Kami berkoordinasi by phone dengan pihak manajemen. Yang pasti semua sudah dikoordinasikan dan dapat ditangani dengan cepat," pungkas Hikmah.

Berdasarkan siaran pers resmi manajemen RSUD Dr. Saiful Anwar (RSSA) Malang, insiden kebakaran di Dapur Gizi pertama kali terdeteksi pada pukul 14.50 WIB. Pihak rumah sakit langsung mengaktifkan sistem tanggap darurat (code red), dan dengan bantuan 7 unit mobil Pemadam Kebakaran Kota Malang, api berhasil dipadamkan sepenuhnya pada pukul 15.40 WIB.

Penyebab kebakaran saat ini masih dalam proses investigasi oleh pihak berwenang, dengan dugaan sementara akibat hubungan pendek arus listrik di atap ruang dapur. Luas area yang terbakar mencapai sekitar 300 meter persegi dengan estimasi kerugian sekitar Rp900 juta.

Manajemen memastikan tidak ada korban jiwa dan tidak ada dampak langsung terhadap pasien yang sedang menjalani perawatan. Terkait dampak kepulan asap pada pukul 16.00 WIB, pasien di Ruang Rawat Inap Khusus Anak telah dipindahkan ke ruang yang lebih aman, sedangkan pasien di Ruang Rawat Inap Khusus Ibu/Wanita seluruhnya telah kembali ke ruang perawatan semula.

Selama proses pemulihan dapur gizi, RSSA bekerja sama sementara dengan pihak katering untuk pemenuhan konsumsi pasien serta menjamin seluruh pelayanan IGD, rawat jalan, maupun rawat inap tetap berjalan normal.