Ramai Keluhan MBG Anak TK Tak Boleh Dibawa Pulang, Ada Batas Waktu Konsumsi
Reporter
Binti Nikmatur
Editor
Nurlayla Ratri
09 - Sep - 2026, 12:55
JATIMTIMES - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali ramai diperbincangkan di media sosial. Kali ini, sejumlah orang tua mengeluhkan adanya aturan yang melarang makanan MBG untuk anak TK dibawa pulang.
Keluhan tersebut muncul setelah akun Threads @asacreative.id mengunggah tangkapan layar percakapan yang disebut berasal dari seorang guru TK dengan wali murid.
Baca Juga : Kalender Oktober 2026 Lengkap: Weton, Hijriah, Jawa dan Tanggal Merah
Dalam pesan tersebut, guru menyampaikan informasi dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) bahwa makanan MBG tidak diperbolehkan dibawa pulang. Karena itu, makanan disebut tidak dipindahkan ke kotak bekal milik anak.
"Mohon maaf bundaa, ini info dari SPPGnya bahwa MBGnya tidak boleh dibawa pulang nggih, jadi MBGnya kami tidak pindahkan ke kotak bekal anak-anak," demikian isi pesan yang diunggah akun tersebut.
Unggahan itu kemudian mendapat banyak respons dari warganet. Salah satu pengunggah mempertanyakan aturan tersebut karena anak TK umumnya sudah sarapan sebelum berangkat sekolah.
"Udah ndk ngerti lagi dah sampe ada yg bela MBG. Anak tk disarankan makan nasi sebelum jam 10 dan tidak boleh dibawa pulang, berarti sppg nyaranin anak2 sekolah tanpa sarapan. selama ini mereka masak makanan yang notabenya anak TK tidak bisa konsumsi. Muaaaakk gila ini udah gatau mau dibela dari segi apalagi," tulisnya.
Dalam tangkapan layar yang beredar juga terlihat keterangan mengenai batas waktu konsumsi makanan. Tertulis makanan MBG maksimal dikonsumsi hingga pukul 10.00 WITA.
Ada pula dua keterangan lain yang tercantum dalam informasi tersebut, yakni:
"Tidak boleh dibawa pulang"
"Segera konsumsi setelah diterima"
Aturan inilah yang kemudian dipersoalkan sejumlah orang tua, terutama terkait kebiasaan makan anak usia TK.
Sejumlah warganet menilai waktu konsumsi tersebut berpotensi tidak sesuai dengan pola makan anak TK yang umumnya sudah sarapan di rumah.
Baca Juga : Petakan Titik Pencemaran dan Gangguan, 150 Personel Susur Sungai Bango
" Mengganggu jam makan anak ga sih? Pagi anak2 sarapan di rumah. Jam 9/10 itu, jadwal nya snack atau buah, bukan makan berat. Karena mereka akan makan siang di sekitar jam 12. Kalo di paksa makan berat jam 10, tentu banyak makanan terbuang dan mubazir, karena anak2 masing kenyang. Nanti pas jam 12 nanti mereka bisa skip makan siang," tulis akun @nabilla*****.
Warganet lainnya menyoroti kegiatan belajar mengajar apabila anak harus menghentikan aktivitas untuk menyantap makanan pada waktu yang telah ditentukan.
"Makan/sarapan dari rumah,, biar fokus dalam pelajaran,, tapi kalo proses belajar mengajar trhenti di tgah" jam,, kan mengganggu sekali ya .. Gak bisa bgini,, malah negara yg mengganggu aktivitas anak" dan guru dalam memberi dan menuntut ilmu," tulis akun @sarwedi*****.
Ada pula orang tua yang mengaku anaknya sudah mendapat informasi serupa saat menerima makanan MBG.
"Anakku td pagi cerita, kalo di omprengnya kemarin ada tulisan maksimal (dikonsumsi) jam 9 sedangkan tiap hari anakku sarapan di rumah," tulis akun @ashfi*****.
Warganet lain juga mempertanyakan efektivitas pembagian MBG apabila anak belum merasa lapar ketika makanan diberikan.
"Nah iya kak. Dari sppg nya ada batas max konsumsi, lhaa anak tk jam segitu ya blm laper kalo pagi udh sarapan. Biasanya makan snack. Blm lg anak tk kalo liat temennya main, biasanya lbh pilih main drpd makan (pengalaman anakku gt). Biasanya ya ga kemakan atau ya ortunya yg makan malah jd ga tepat sasaran kannn. Emg niatnya MBG bukan buat makan anak ya mereka mana paham yg kayak gitu. Jahat lah ini program," tulis akun @floren****.
