PALESKA #2 2026 Kembali Hadir, Ajak Warga Kenali Sejarah Stadsklok sambil Berburu Produk UMKM

Reporter

Irsya Richa

Editor

Yunan Helmy

08 - Sep - 2026, 06:36

Wali Kota Malang Wahyu Hidayat saat menghadiri Pasar Legenda Stadsklok Kajoetangan 2025. (Foto: Istimewa)

JATIMTIMES - Ada satu titik bersejarah di kawasan Kayutangan yang keberadaannya mungkin belum banyak diketahui masyarakat, yakni Stadsklok. Jam kota yang berada di kawasan sekitar PLN, Hotel Trio dan Avia tersebut kini kembali diangkat melalui Pasar Legenda Stadsklok Kajoetangan (PALESKA) #2 2026.

Event tersebut rencananya digelar di pelataran parkir Hotel Trio, Kota Malang, pada 14-20 September 2026 mendatang. Selama tujuh hari, kawasan itu akan diisi berbagai kegiatan seni budaya, komunitas hingga aktivitas UMKM.

Baca Juga : Dorong Jadi Wadah Edukasi Sains Pelajar Kota Batu, Pemkot Wacanakan Skema Tiket Khusus Mega Science Center

Bukan sekadar menghadirkan keramaian, penyelenggara mencoba menghidupkan kembali kawasan tersebut dengan mempertemukan sejarah, seni budaya, komunitas dan pelaku usaha. Kegiatan ini sekaligus untuk mendorong aktivitas ekonomi di sisi utara Kayutangan Heritage.

Koordinator PALESKA #2 2026 Bangkit Sanjaya mengatakan, pemilihan Stadsklok sebagai titik kegiatan berangkat dari keinginan untuk mengangkat kembali kawasan yang memiliki nilai sejarah bagi Kota Malang.

“Banyak warga Malang yang mungkin setiap hari melewati kawasan ini, tetapi belum mengetahui cerita dan nilai sejarah Stadsklok. Karena itu kami tidak hanya ingin mengenalkan tempatnya, tetapi juga mengajak masyarakat memahami bahwa ada sejarah yang perlu terus dihidupkan,” kata Bangkit, Selasa (8/9/2026).

Ia menjelaskan, Stadsklok memiliki posisi yang menarik secara geografis. Kawasan tersebut menjadi salah satu titik yang menghubungkan Kota Malang dengan sejumlah kawasan pegunungan dan destinasi lainnya.

Namun, nilai sejarah tersebut  perlu diikuti dengan aktivitas yang membuat kawasan tetap hidup. Karena itu, penyelenggaraan PALESKA tidak hanya pada pertunjukan, tetapi juga membuka ruang bagi pelaku ekonomi kreatif.

“Kami ingin event ini bukan sekadar membuat event lalu selesai, tapi ada pergerakan di kawasan ini. Selama ini aktivitas ekonomi Kayutangan lebih terasa di sisi selatan, sehingga kami mencoba menjadi salah satu yang mengawali pergerakan di sisi utara,” jelasnya.

Konsep kegiatan pun dibuat beragam. Masyarakat dapat menyaksikan pertunjukan barongsai, bantengan, harpa mulut, musik pop dan akustik, serta berbagai tarian. Ada pula lomba karaoke tembang kenangan, karaoke anak, lomba melukis atau mewarnai anak, senam sehat dan talk show.

a

Sekitar 30 hingga 50 UMKM dari Malang Raya juga dijadwalkan terlibat. Produk yang ditawarkan tidak hanya makanan dan minuman, tetapi juga fesyen, aksesori dan berbagai produk kreatif lainnya.

Baca Juga : Koruptor dan Warisan Hukum Nusantara: Ketegasan yang Mulai Hilang

Jika penyelenggaraan sebelumnya lebih banyak berfokus pada kuliner, kali ini ruang UMKM bagi peserta diperluas agar lebih banyak sektor ekonomi kreatif dapat terlibat.

“Kalau sebelumnya mayoritas kuliner, sekarang kami mencoba membuatnya lebih beragam. Ada UMKM kuliner, fashion, aksesori dan lainnya. Harapannya semakin banyak pelaku usaha yang mendapatkan ruang untuk memperkenalkan produknya,” tambah Bangkit.

Selain menjadi ruang bagi UMKM, panggung PALESKA juga diberikan kepada komunitas dan pelaku seni. Sebagian besar penampilan dikemas melalui kolaborasi sehingga masyarakat dapat menikmati beragam bentuk seni dalam satu rangkaian acara.

Bangkit berharap masyarakat tidak melihat PALESKA hanya sebagai agenda hiburan. Kehadiran warga di kawasan tersebut juga diharapkan menjadi bagian dari upaya mengenalkan kembali sejarah Stadsklok dan mendorong aktivitas ekonomi di sisi utara Kayutangan Heritage.

“Datang ke event ini bukan hanya untuk melihat pertunjukan atau berbelanja. Kami ingin masyarakat mengenal Stadsklok, mengetahui sejarahnya, sekaligus ikut menghidupkan kawasan ini. Semakin banyak masyarakat yang datang dan berinteraksi, semakin besar peluang kawasan ini untuk berkembang,” tutup Bangkit.