Putri Jenderal Hoegeng Reniyanti Wafat, Dikabarkan Sempat Jalani Perawatan Jantung
Reporter
Binti Nikmatur
Editor
Sri Kurnia Mahiruni
08 - Sep - 2026, 02:57
JATIMTIMES - Kabar duka datang dari keluarga Jenderal Polisi (Purn) Hoegeng Iman Santoso. Putri sulungnya, Reni Soerjanti atau dikenal sebagai Reniyanti Hoegeng, meninggal dunia pada Selasa (8/9/2026).
Reniyanti mengembuskan napas terakhir pada pukul 00.44 WIB di Eka Hospital Depok. Ia meninggal dunia dalam usia 78 tahun. Kabar tersebut disampaikan keluarga besar.
Baca Juga : Mengapa Utsman bin Affan Dijuluki Dzun Nurain? Ini Kisah Dua Pernikahannya dengan Putri Nabi
Dalam beberapa waktu terakhir, kondisi kesehatan Reniyanti memang menurun. Sekitar dua pekan sebelum meninggal, ia sempat menjalani perawatan terkait masalah jantung dan kemudian diperbolehkan pulang.
Keluarga belum menyampaikan secara rinci penyebab meninggalnya Reniyanti. Setelah disalatkan, jenazahnya dibawa ke rumah duka di kawasan Pesona Khayangan, Depok. Reniyanti rencananya dimakamkan di Pemakaman Giri Tama, Tonjong.
Sebagai informasi, Reniyanti merupakan anak pertama dari tiga buah hati Hoegeng Iman Santoso. Ia memiliki dua adik, yakni Aditya Soetanto Hoegeng dan Sri Pamujining Rahayu.
Namanya juga memiliki kaitan dengan dunia seni dan hiburan. Reniyanti pernah menikah dengan aktor senior Rudy Wowor. Pernikahan keduanya berlangsung pada 1975 dan berakhir pada 2003.
Dari pernikahan tersebut, Reniyanti dan Rudy Wowor dikaruniai dua anak, Siti Madinah serta Michael Ben Syura Sondia Wowor.
Selain kehidupan keluarganya, Reniyanti juga dikenal memiliki hubungan pertemanan dengan Megawati Soekarnoputri. Keduanya pernah bersekolah di Perguruan Cikini. Kedekatan itu membuat nama Reniyanti kembali menjadi perhatian setelah kabar wafatnya beredar.
Selain sosok dirinya, ayah Reniyanti juga merupakan salah satu tokoh penting dalam sejarah Kepolisian Indonesia. Hoegeng Iman Santoso menjabat sebagai Kapolri ke-5 pada 1968 hingga 1971.
Baca Juga : Usai Terdampak Abu Anak Krakatau, 3 Bandara Ini Kembali Layani Penerbangan
Nama Hoegeng hingga kini lekat dengan citra polisi yang tegas, sederhana, dan berintegritas. Semasa memimpin Polri, ia dikenal berani menangani praktik penyelundupan, perjudian, serta berbagai bentuk penyalahgunaan kekuasaan.
Hoegeng juga dikenal tidak mudah menerima pemberian yang dapat memengaruhi tugasnya. Bahkan hingga pensiun, Hoegeng tidak mampu beli sebidang tanah untuk ditinggali, meski pernah menjabat posisi tertinggi Kepolisian. Sikap tersebut menjadi salah satu alasan namanya terus dikenang sebagai simbol integritas di lingkungan kepolisian.
Ia lahir di Pekalongan pada 14 Oktober 1921. Kariernya di kepolisian terus berkembang hingga akhirnya dipercaya memimpin institusi tersebut pada 5 Mei 1968.
Hoegeng Iman Santoso di rumahnya, Jakarta, 1993. Hoegeng meninggal di usia 82 tahun pada 15 Juli 2004 di Jakarta dan dimakamkan di Taman Pemakaman Bukan Umum Giri Tama, Kemang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
