7 Bandara Ini Masih Ditutup hingga 18.00 WIB Dampak Sebaran Abu Anak Krakatau

07 - Sep - 2026, 01:32

Suasana bagian dalam Bandara Soekarno Hatta. (Foto: Kemenpar)

JATIMTIMES - Sebaran abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau masih mengganggu aktivitas penerbangan pada Senin (7/9/2026). Sebanyak tujuh bandara yang berada di wilayah kerja Kantor Otoritas Bandar Udara (Otban) Wilayah I masih menghentikan sementara operasionalnya.

Berdasarkan pembaruan terbaru Otban I pada Senin pukul 09.00 WIB, penutupan operasional tujuh bandara tersebut diperpanjang hingga pukul 18.00 WIB. Sebelumnya, penutupan hanya berlaku sampai pukul 08.59 WIB.

Tujuh bandara yang terdampak yakni:

Baca Juga : Ditinggal Masak Air, Rumah Warga di Kota Malang Dilalap Si Jago Merah

1. Bandara Soekarno-Hatta (CGK) - tutup hingga 18.00 WIB.
2. Bandara Radin Inten II (TKG) - tutup hingga 18.00 WIB.
3. Bandara Halim Perdanakusuma (HLP) - tutup hingga 18.00 WIB.
4. Bandara Husein Sastranegara (BDO) - tutup hingga 18.00 WIB.
5. Bandara Budiarto (RTO) - tutup hingga 18.00 WIB.
6. Bandara Pondok Cabe (PCB) - tutup hingga 18.00 WIB.
7. Bandara M. Taufik Kiemas (TFY) - tutup hingga 18.00 WIB.

Penutupan tersebut dilakukan karena bandara-bandara itu terdampak sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. Kondisi ini membuat operasional penerbangan harus disesuaikan dengan perkembangan sebaran abu demi menjaga keselamatan penerbangan.

Sementara itu, pemantauan BMKG bersama PVMBG, VAAC Darwin dan citra RGB Satelit Himawari-9 menunjukkan sebaran abu vulkanik berada dalam dua klaster ketinggian.

Klaster pertama berada hingga ketinggian 15.000 kaki. Sebaran abu pada lapisan ini meliputi wilayah DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Lampung dan perairan di sekitarnya.

Sementara klaster kedua mencapai ketinggian hingga 50.000 kaki. Sebarannya meliputi Banten, Lampung, Bengkulu, Selat Sunda hingga wilayah Samudra Hindia di sebelah barat Bengkulu, Lampung dan Banten.

Baca Juga : Diadukan Bolos Kerja, Hisyam Mantan Kabag Umum Bakal Kooperatif Jelaskan Proses Pengembalian dari Bawaslu ke Pemkab Jember

Dampak sebaran abu tersebut tidak hanya dirasakan di sekitar Gunung Anak Krakatau, tetapi juga berpengaruh terhadap ruang udara dan operasional sejumlah bandara.

Kondisi penerbangan masih dapat berubah mengikuti perkembangan sebaran abu vulkanik. Karena itu, pengguna jasa penerbangan diminta mengecek kembali status penerbangan sebelum berangkat.

Otban I juga mengimbau calon penumpang untuk memantau informasi melalui kanal resmi maskapai masing-masing. Imbauan tersebut disampaikan karena jadwal dan status operasional bandara dapat berubah mengikuti kondisi terbaru.