Unjuk Solidaritas Tanpa APBD, 12 Klub Tenis Magetan Bersatu Gelar Turnamen Perdana

06 - Sep - 2026, 11:26

12 klub tenis magetan cetak sejarah selenggarakan turnamen bersama

JATIMTIMES — Olahraga tidak sekadar soal kebugaran fisik, tetapi juga ruang interaksi yang mencairkan kejenuhan harian. Hal itulah yang tersaji dalam turnamen antarklub se-Kabupaten Magetan di Lapangan Tenis Kabupaten Magetan, Sabtu dan Minggu (6–7/9/2026). 

Selain menghadirkan persaingan sengit antaratlet, kejuaraan perdana ini menjadi ajang konsolidasi besar-besaran bagi 12 klub tenis di wilayah Magetan.

Baca Juga : Kawal Kredit Murah, Golkar DPRD Jatim Dorong Subsidi Rp 19 M Prokesra untuk UMKM Baru

Ajang ini menjadi tonggak penting persatuan 12 klub tenis independen yang ada di Kabupaten Magetan, mulai dari Klub Semesta Takeran, Secata, NMTC, Jumbo, Aptek, klub Dinas PU, hingga komunitas petenis dari Lapas,ke dalam satu payung besar bernama Ahad Tennis Magetan  ( ATM ).

Langkah terobosan ini terwujud berkat kolaborasi solid antara ATM Magetan dan Pelti Kabupaten Magetan yang dipimpin Sudiro.

"Ini penyelenggaraan pertama hasil kolaborasi. Dulu klub-klub berlatih sendiri-sendiri. Agar lapangan fasilitas Kabupaten Magetan ini bisa dinikmati bersama dan tidak dikuasai satu kelompok saja, kami membentuk wadah besar ATM Magetan. Setiap hari Ahad, semua klub cair berkumpul di sini,"  tegas Huda Lukoni.Ketua Pelaksana turnamen.

Merespons ajang silaturahmi dan persatuan antar-klub tersebut, Wakil Bupati Magetan yang akrab disapa Kang Suyat memberikan komentarnya  “Poin penting dari serangkaian kegiatan ini, selain semangat mental untuk bertanding, adalah agar kita semua sehat secara lahir maupun batin,” ujar Kang Suyat.

Ia menambahkan, melalui kegiatan olahraga seperti tenis lapangan ini, para peserta dan masyarakat dapat saling berinteraksi, melepas penat dari aktivitas sehari-hari, dan saling merangkul satu sama lain. Menurutnya, olahraga juga menjadi ajang pembelajaran efektif untuk memperkuat solidaritas antar-sesama

Meski belum tersentuh kucuran anggaran APBD Pemkab Magetan, turnamen yang menyedot 63 peserta ini membuktikan betapa kuatnya jiwa gotong royong warga Kabupaten Magetan. Dengan filosofi "dari kita, oleh kita, dan untuk kita", para peserta dan simpatisan bahu-membahu menyukseskan gelaran ini.

Baca Juga : Fraksi PDIP DPRD Jatim Soroti Serapan Belanja Modal dan Ketimpangan Anggaran Daerah

"Ada yang menyumbang nasi, telur, hingga air mineral. Sumbangan dana swadaya dari anggota terkumpul Rp16 juta, lalu ditambah kas dari Pelti  sehingga total anggaran mencapai Rp20 juta lebih. Dari dana tersebut, kami menyiapkan total hadiah Rp7 juta untuk juara 1 hingga 4," beber Ketua Pelaksana.

Tak hanya itu, Huda  turut menyuarakan aspirasi anggota dari kalangan ASN/KORPRI agar kejuaraan ke depan dikemas dalam konsep yang lebih luas dan kompetitif.

"Ke depan kami berharap, khususnya saat Hari KORPRI nanti, pertandingannya dibuat lebih terbuka (open). Kemarin kan pernah ada turnamen Hari KORPRI, tapi sebatas internal PNS Pemda saja, padahal pemain tenis di Kabupaten Magetan ini banyak yang dari luar Pemda' lanjut Huda .

"Kalau cuma internal PNS, pertandingannya kurang rame dan kurang kompetitif karena pemainnya dominan yang senior-senior. Tapi kalau dibuka umum menggandeng klub-klub ini, atmosfer pertandingannya pasti jauh lebih menarik dan berkualitas," pungkas Huda Lukoni  menutup keterangannya.