Unikama Perketat Kesiapan Calon Panitia PKKMB, Disiplin dan Kecerdasan Emosional Jadi Sorotan
Reporter
Anggara Sudiongko
Editor
Dede Nana
04 - Sep - 2026, 07:31
JATIMTIMES - Kesiapan calon panitia Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Universitas PGRI Kanjuruhan Malang (Unikama) tidak hanya diukur dari kemampuan menjalankan tugas teknis. Sikap saat berkomunikasi, kemampuan mengendalikan emosi, kepemimpinan, hingga kedisiplinan menjadi materi yang ikut diuji sebelum mahasiswa terlibat dalam pelaksanaan PKKMB.
Pembekalan tersebut diberikan melalui Pelatihan Soft Skill Organisasi Mahasiswa di Ruang Abdoel Rajab Unikama, Jumat (4/9/2026). Kepala Pusat Pengembangan Potensi Mahasiswa Unikama, Romadhon, S.Pd., M.Pd., mengatakan calon panitia akan berhadapan langsung dengan mahasiswa baru. Kondisi tersebut menuntut mereka memiliki kemampuan interpersonal sekaligus kesiapan mental.

“Jadi ini adalah calon, sekali lagi, calon panitia PKKMB. Sehingga dibekali bagaimana caranya mengelola emosi, mengatur anak buahnya besok di PKKMB, menghargai waktu, dan tidak sembarangan di depan anak buahnya,” tegas Romadhon.
Baca Juga : Turnamen Sepak Bola Dandim 0823 Situbondo Cup Resmi Dibuka, Jadi Ajang Pembinaan Atlet Pelajar
Kedisiplinan menjadi salah satu aspek yang mendapat perhatian sejak pelatihan berlangsung. Romadhon bahkan menegaskan sikap tegas terhadap peserta yang tidak mampu memenuhi ketentuan waktu.
Menurutnya, calon pemimpin mahasiswa tidak dapat menuntut anggota atau mahasiswa baru menaati aturan apabila dirinya sendiri tidak mampu menghargai waktu yang telah disepakati.

“Saya enggak mau main-main dengan Ormawa yang serta-merta sebagai calon pemimpin sementara tidak bisa menghargai waktu,” ungkapnya.
Materi pertama dalam pelatihan mengangkat Strategi Komunikasi dan Negosiasi yang disampaikan Alim Mustofa, S.Sos., SH., M.AP. Materi tersebut mengarahkan peserta pada kemampuan menyampaikan gagasan, membangun komunikasi, serta menghadapi perbedaan kepentingan yang muncul dalam aktivitas organisasi.
Komunikasi kemudian tidak hanya ditempatkan pada kemampuan berbicara. Romadhon menekankan pentingnya respons terhadap pesan yang diterima sebagai bentuk penghargaan terhadap orang lain.
“Kalau kamu ingin dihargai orang, minimal kamu apresiasi sedikit, sekalipun itu hanya sehelai rambut atau setipis tisu responsmu,” ujarnya.

Pembekalan berlanjut dengan materi Growth Mindset dan Literasi Digital yang disampaikan Dr. Teguh Sulistyo, M.Pd. Peserta diajak melihat tantangan organisasi sebagai ruang untuk terus belajar dan mengembangkan kemampuan.
Literasi digital juga menjadi bagian dari materi karena aktivitas organisasi mahasiswa tidak terlepas dari komunikasi dan koordinasi melalui berbagai platform digital. Kemampuan memilah informasi dan menggunakan teknologi secara tepat menjadi salah satu kecakapan yang diperlukan dalam aktivitas tersebut.
Usai jeda siang, peserta mengikuti materi Self-Leadership & Emotional Intelligence yang disampaikan Dr. Choirul Huda, M.Si. Materi ini menyoroti kemampuan memimpin diri sendiri serta mengelola respons emosional ketika menghadapi tekanan dan persoalan dalam organisasi.
Baca Juga : 748 Santri Korban Keracunan MBG di Sidoarjo Membaik, BGN Suspend SPPG Kalitengah
Kemampuan tersebut berkaitan langsung dengan situasi yang mungkin muncul selama pelaksanaan PKKMB. Koordinasi dengan anggota, menghadapi mahasiswa baru, menyelesaikan persoalan secara cepat, hingga mengambil keputusan membutuhkan kontrol diri dan komunikasi yang terukur.
Rangkaian materi kemudian dilanjutkan melalui Training Motivation: Pemimpin Masa Depan Menjunjung Tinggi Kearifan Lokal yang disampaikan Dr. Akhmad Jufriadi, M.Si.
Sesi tersebut ditutup dengan refleksi dan evaluasi diri. Peserta diarahkan menilai kembali kesiapan personal, kapasitas kepemimpinan, serta tanggung jawab yang akan mereka emban dalam kepanitiaan PKKMB.
Posisi panitia dalam pelaksanaan PKKMB juga membuat aspek keteladanan mendapat penekanan. Mahasiswa yang menjadi panitia akan berhadapan langsung dengan peserta baru sehingga perilaku mereka turut menjadi bagian dari pengalaman awal mahasiswa mengenal lingkungan kampus.
Kemampuan mengatur orang lain, menyampaikan instruksi, menjaga koordinasi, dan menyelesaikan persoalan kemudian ditempatkan dalam satu rangkaian dengan kemampuan mengatur diri sendiri. Hal tersebut menjadi bagian dari materi yang diberikan kepada calon panitia PKKMB Unikama melalui pelatihan soft skill Ormawa.
