Matsanewa Juara Junior DBL 2026, Kasi Pendma Kemenag: Siswa Madrasah Mampu Bersaing di Berbagai Bidang

Editor

A Yahya

04 - Sep - 2026, 05:23

Tim basket putra MTsN 1 Kota Malang atau Matsanewa yang berhasil menjadi juara Junior DBL East Java-South 2026 (Anggara Sudiongko/JatimTIMES)

JATIMTIMES - Prestasi siswa madrasah tidak hanya terlihat dari kemampuan di bidang keagamaan. Di bidang olahraga pun, siswa madrasah mampu bersaing dan meraih prestasi. Hal itu ditunjukkan tim basket putra MTsN 1 Kota Malang atau Matsanewa yang berhasil menjadi juara Junior DBL East Java-South 2026.

Kepala Seksi Pendidikan Madrasah (Kasi Pendma) Kantor Kementerian Agama Kota Malang, Drs. Abdul Mughni, S.Ag., M.Pd., menyebut capaian Matsanewa menjadi salah satu gambaran luasnya bidang yang dapat menjadi ruang prestasi siswa madrasah. “Wis saya bilang bersyukur alhamdulillah ya Allah, Amazing. Karena anak-anak spirit-nya luar biasa,” ujar Abdul Mughni, Jumat, (4/9/2026).

Baca Juga : Sebanyak 31 Anggota Komunitas di Malang Dapat Perlindungan Jaminan Sosial di Harpelnas 2026

Matsanewa memastikan gelar juara setelah menundukkan SMP Charis Kota Malang pada partai final di GOR Ken Arok, Malang, Kamis malam (3/9/2026). Pertandingan berlangsung sengit sebelum Matsanewa mengakhiri laga dengan kemenangan 53-38.

Abdul Mughni menyoroti spirit dan sportivitas yang ditunjukkan para pemain selama pertandingan. Menurutnya, capaian tersebut tidak hanya berkaitan dengan hasil akhir pertandingan, tetapi juga karakter yang diperlihatkan siswa ketika berkompetisi.

“Dari pemainnya mereka memiliki spirit dan semangat bertanding dengan sportif. Pendukung-pendukungnya juga luar biasa,” katanya.

Ia juga mengungkapkan suasana dukungan yang diberikan keluarga besar madrasah ketika Matsanewa menjalani pertandingan final. Para pendukung turut berselawat sembari menyaksikan perjuangan tim di lapangan.

“Kami semua sambil menonton sambil berselawat, mudah-mudahan diberikan terbaik oleh Allah dan alhamdulillah berhasil juara satu. Sukses untuk MTsN 1 Kota Malang,” tuturnya.

Lanjut Mughni, prestasi Matsanewa berada dalam salah satu dari sejumlah bidang yang menjadi ruang pengembangan kemampuan siswa madrasah. Ia menyebut terdapat lima bidang prestasi yang menjadi perhatian di lingkungan Kementerian Agama.

“Iya, jadi prestasi kalau di Kemenag itu ada lima. Jadi, satu akhlak, dua ilmu agama, tiga sains teknologi, empat bahasa budaya, lima seni olahraga,” jelas Abdul Mughni.

Dengan cakupan tersebut, kemampuan siswa madrasah tidak hanya diukur dari penguasaan ilmu agama. Siswa juga memiliki ruang untuk mengembangkan kemampuan di bidang sains dan teknologi, bahasa dan budaya, serta seni dan olahraga.

Capaian Matsanewa sendiri lahir dari proses pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan. Kepala MTsN 1 Kota Malang, Dra. Hj. Erni Qomaria Rida, M.Pd., mengatakan para pemain telah menunjukkan perjuangan sejak awal kompetisi hingga berhasil mencapai partai final.

Baca Juga : Ahli Gizi Dokter Tan Shot Yen Minta MBG Diliburkan Sementara: Jangan Lagi Jatuh Korban

“Alhamdulillah luar biasa, amat sangat bersyukur kepada Allah. Anak-anak dari awal sampai sekarang perjuangannya memang luar biasa. Mereka berjuang semaksimal mungkin sehingga bisa masuk ke final dan hari ini perjuangannya juga luar biasa,” ujar Erni.

Pembinaan tim juga mendapat dukungan dari orang tua siswa. Erni menyebut dukungan tersebut salah satunya diwujudkan melalui kehadiran pelatih nasional yang mendampingi para pemain.

“Support orang tua itu luar biasa untuk menghadirkan pelatih, pelatih nasional yang melatih anak-anak. Kami berterima kasih kepada orang tua dan kepada coach, kepada pelatih yang sudah mendampingi anak-anak dengan baik, telaten, dan memberikan support yang luar biasa,” katanya.

Menurut Erni, tim basket Matsanewa telah terbentuk sejak awal. Kemampuan pemain kemudian terus dikembangkan melalui pendampingan intensif bersama pelatih.

“Tim ini sebenarnya dari awal sudah terbentuk. Kemudian melalui coach yang sekarang ini dimaksimalkan, digodok, didampingi luar biasa sehingga anak-anak ini memang prestasinya luar biasa, perjuangannya luar biasa,” ungkapnya.

Tim yang berlaga di Junior DBL East Java-South 2026 tersebut didominasi siswa kelas VIII dan IX. Mereka menjalani proses latihan dan pertandingan hingga mampu menembus partai final.

Di laga penentuan, Matsanewa menghadapi SMP Charis Kota Malang. Permainan efektif dan konsisten membawa tim MTsN 1 Kota Malang mempertahankan keunggulan hingga pertandingan berakhir dengan skor 53-38.