Ade Herawanto Dapat Mandat Pimpin KTI Jawa Timur, Malang Bersiap Jadi Pusat Kebangkitan Tinju

Reporter

Hendra Saputra

04 - Sep - 2026, 01:31

Ade Herawanto (bertopi putih) saat mendampingi Menpora Erick Thohir saat mengunjungi latihan bersama di Lapangan Stadion Gajayana beberapa waktu lalu. (foto: Hendra Saputra/JatimTIMES)

JATIMTIMES - Peta pembinaan tinju di Jawa Timur memasuki babak baru. Ade Herawanto mendapat mandat dari Komisi Tinju Indonesia (KTI) Pusat untuk memimpin sekaligus membentuk kepengurusan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) KTI Provinsi Jawa Timur.

Mandat tersebut tertuang dalam Surat Nomor 009/SK/KTI-P/VIII/2026 tentang Mandat dan Pembentukan DPD Komisi Tinju Indonesia Pusat. Surat ditetapkan di Jakarta pada 27 Agustus 2026 dan ditandatangani Ketua Umum KTI Pusat DR Capt Anthon Sihombing.

Baca Juga : BKKBN Jatim Raih Predikat WBK dan WBBM, Tegaskan Komitmen Perkuat Reformasi Birokrasi dan Pelayanan Publik

Melalui surat tersebut, Ade Herawanto diberi mandat untuk segera menyusun dan membentuk kepengurusan KTI Provinsi Jawa Timur sesuai struktur serta kebutuhan organisasi di daerah.

"Mandat ini merupakan amanah untuk membentuk dan menyusun kepengurusan KTI Provinsi Jawa Timur sesuai struktur dan kebutuhan organisasi. Kami berharap kepengurusan yang terbentuk nantinya mampu bekerja untuk mengembangkan pembinaan dan kompetisi tinju secara berkelanjutan di Jawa Timur," ujar Anthon Sihombing.

Setelah struktur kepengurusan terbentuk, Ade juga diwajibkan melaporkannya kepada pemerintah daerah setempat dan KTI Pusat. Tahapan tersebut menjadi bagian dari proses menuju pengukuhan atau pelantikan yang rencananya dilaksanakan Ketua Umum KTI Pusat di Kota Malang.

"Setelah kepengurusan tersusun, kami berharap dapat segera dilakukan koordinasi dengan pemerintah daerah dan KTI Pusat sehingga proses pengukuhan dapat berjalan sesuai ketentuan organisasi," lanjut Anthon.

Mandat tersebut berlaku selama empat bulan sejak tanggal ditetapkan. Dalam ketentuan yang sama, terdapat pula dorongan agar keberadaan KTI di daerah tidak berhenti pada pembentukan struktur organisasi semata.

Salah satu poin yang menjadi perhatian adalah agenda pertandingan. Dalam hal pelantikan KTI Malang, kepengurusan diwajibkan menyelenggarakan pertandingan setidaknya pada level kejuaraan nasional. Ketentuan tersebut menunjukkan bahwa pembentukan organisasi diharapkan langsung diikuti aktivitas nyata di atas ring.

Bagi Ade Herawanto, mandat tersebut datang pada momentum yang cukup penting. Sebab, dalam beberapa pekan terakhir, geliat olahraga tinju di Kota Malang kembali menunjukkan tanda-tanda kebangkitan.

Ade sebelumnya telah lama dikenal sebagai salah satu tokoh yang aktif dalam ekosistem tinju Malang Raya. Pada Agustus 2026, namanya kembali muncul dalam agenda kebangkitan tinju Kota Malang.

Bahkan, geliat tersebut mendapat perhatian Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir saat menghadiri agenda tinju pada momen latihan bersama di Kota Malang pada 23 Agustus 2026 lalu. Erick menyaksikan langsung kegiatan eksibisi dan latihan tanding yang melibatkan insan tinju Malang.

Momentum tersebut kini berlanjut ke level Jawa Timur. Ade menilai mandat dari KTI Pusat harus diterjemahkan menjadi kerja konkret, terutama dalam memperluas pembinaan, memperbanyak pertandingan dan membuka ruang bagi petinju daerah untuk naik kelas.

"Mandat ini tentu menjadi tanggung jawab yang besar. Jawa Timur memiliki banyak potensi petinju dan sasana yang harus mendapatkan ruang pembinaan serta pertandingan. Kami ingin membangun organisasi yang mampu menjembatani potensi tersebut agar berkembang secara terarah," kata Ade Herawanto.

Ia menambahkan, pembentukan DPD KTI Jawa Timur akan dilakukan dengan mengedepankan kolaborasi bersama berbagai unsur yang selama ini menjadi bagian dari ekosistem tinju.

"Yang paling penting adalah membangun kebersamaan. Kami akan menyusun kepengurusan dengan mempertimbangkan kebutuhan organisasi dan potensi yang ada di Jawa Timur. Harapannya KTI bisa hadir sebagai wadah yang aktif dan memberikan kontribusi terhadap perkembangan tinju," ujarnya.

Baca Juga : Inflasi Jatim Agustus 2026 Capai 3,32 Persen, Sumenep Tertinggi dan Banyuwangi Terendah

Langkah tersebut menjadi semakin relevan jika melihat tantangan regenerasi tinju di daerah. Kota Malang sendiri pernah dikenal sebagai salah satu barometer tinju nasional. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, pembinaan dan kompetisi di tingkat lokal menghadapi tantangan sehingga regenerasi petinju membutuhkan dorongan baru.

Kini, sejumlah agenda mulai digerakkan. Pertina Kota Malang juga baru memiliki kepengurusan baru setelah Muhammad Anas Muttaqin terpilih sebagai ketua dalam Musyawarah Kota pada 15 Agustus 2026. Salah satu agenda yang disiapkan adalah pemetaan kembali sasana dan potensi atlet di Kota Malang.

Bagi dunia tinju nasional, penguatan pembinaan daerah juga menjadi kebutuhan penting. Indonesia baru saja mencatat peningkatan prestasi pada SEA Games 2025 Thailand. Cabang tinju menyumbangkan satu emas, empat perak dan empat perunggu. Emas dipersembahkan Vicky Tahumil Junior dari kelas 51 kilogram putra setelah mengalahkan petinju tuan rumah Thailand dengan kemenangan angka 3-2.

Capaian tersebut menjadi sinyal bahwa potensi tinju Indonesia masih cukup besar. Tantangannya adalah bagaimana memastikan regenerasi atlet berlangsung dari bawah, termasuk melalui sasana, kompetisi daerah dan pembinaan yang berjenjang.

Jawa Timur memiliki posisi strategis dalam proses tersebut. Dengan banyaknya daerah yang memiliki tradisi olahraga dan sasana tinju, keberadaan organisasi yang aktif di tingkat provinsi dapat menjadi penghubung antara petinju, sasana, promotor, pemerintah daerah hingga organisasi pusat.

Ade pun menegaskan bahwa pembentukan KTI Jawa Timur tidak boleh sekadar menjadi pergantian struktur organisasi. Ia ingin KTI Jawa Timur nantinya tidak hanya aktif secara administratif, tetapi juga aktif membuat program dan pertandingan. 

“Karena atlet membutuhkan ring, membutuhkan pengalaman dan membutuhkan kompetisi untuk berkembang," tegas Ade.

Sesuai mandat KTI Pusat, proses penyusunan kepengurusan akan dilakukan dalam masa empat bulan. Setelah itu, struktur yang telah terbentuk akan dilaporkan kepada pemerintah daerah dan KTI Pusat untuk selanjutnya dilakukan pengukuhan atau pelantikan di Kota Malang.

Dengan agenda tersebut, Kota Malang berpeluang kembali menjadi salah satu titik penting dalam peta perkembangan tinju Jawa Timur. Terlebih, KTI juga mensyaratkan adanya pertandingan minimal kejuaraan nasional dalam rangkaian agenda pelantikan KTI Malang.

"Target kami tentu bagaimana mandat ini bisa dijalankan dengan baik. Kami ingin membangun fondasi organisasi sekaligus menghadirkan pertandingan yang berkualitas. Kalau pembinaan dan kompetisi berjalan, kami optimistis akan semakin banyak petinju Jawa Timur yang bisa berbicara di level nasional," pungkas Ade.