El Rastra Cup 2026 Jadi Panggung Pembuktian Talenta Muda Voli Jawa Timur

Reporter

Hendra Saputra

04 - Sep - 2026, 01:27

Ajang El Rastra Cup Junior High School Volleyball Championship 2026 yang digelar di Lapangan Voli Jalan Sarangan Atas, Kota Malang (foto: Hendra Saputra/JatimTIMES)

JATIMTIMES - Ajang El Rastra Cup Junior High School Volleyball Championship 2026 menjadi panggung bagi pelajar SMP sederajat untuk mengasah kemampuan sekaligus menguji mental bertanding. Turnamen yang digelar di Lapangan Voli Jalan Sarangan Atas, Kota Malang itu tidak hanya mempertemukan tim-tim sekolah dari Malang Raya, tetapi juga peserta dari sejumlah daerah di Jawa Timur.

Sebanyak 44 tim ambil bagian dalam kompetisi tersebut. Rinciannya, 18 tim putri dan 26 tim putra. Peserta datang dari sejumlah daerah, mulai Malang Raya, Tulungagung, Blitar, Kediri, Probolinggo, Jember, Pasuruan hingga Sidoarjo.

Baca Juga : Gerak Jalan Tajemtra 2026 Pecah Rekor, Peserta Tembus 25 Ribu Lebih

Bidang Perwasitan PBVSI Jawa Timur Agus Setiono SPd mengatakan, kompetisi tersebut dirancang sebagai salah satu sarana untuk menemukan sekaligus mengembangkan bibit-bibit pemain voli berprestasi sejak usia sekolah.

"Ini memang kan sebagai event untuk menjaring anak-anak yang berprestasi, termasuk juga memberikan fasilitas pada teman-teman untuk mengukur kemampuannya ya. Jadi kalau kita memfasilitasi mereka sering berlatih, tapi ketika tidak ada kejuaraan, berarti kan ada sesuatu yang belum bisa diberikan," ujarnya.

Menurut Agus, pengalaman bertanding memiliki peran penting dalam proses pembentukan seorang atlet. Kemampuan teknis yang diperoleh melalui latihan tidak akan cukup jika pemain tidak mendapat kesempatan merasakan atmosfer pertandingan sebenarnya.

"Karena bagaimanapun juga, pengalaman bertanding itu penting. Sepintar apa pun pelatih, memodifikasi suatu pertandingan tidak akan sempurna kecuali mereka bertanding beneran di lapangan. Itu tujuan kami," lanjutnya.

Gelaran El Rastra Cup juga menjadi bagian dari upaya menghidupkan kembali geliat pembinaan bola voli di Kota Malang. Agus menyebut, antusiasme peserta dari luar daerah justru membuat cakupan kompetisi berkembang lebih luas dari sasaran awal yang hanya menyasar Kota Malang.

"Jadi memang kami dari Malang kebetulan sangat senang dan antusias terhadap bola voli di Malang ini, mencoba untuk melakukan kegiatan sambil kita berbenah untuk bagaimana baiknya voli Kota Malang itu. Memang sasaran kita awalnya hanya Kota Malang, tapi antusias dari teman-teman di daerah yang lain juga mendukung, makanya kita fasilitasi," katanya.

Kehadiran tim dari berbagai daerah sekaligus memperlihatkan perkembangan pembinaan voli kelompok usia yang cukup pesat di Jawa Timur. Kondisi tersebut diharapkan dapat menjadi pemantik bagi insan voli di Kota Malang untuk kembali memperkuat pembinaan atlet sejak usia dini.

Agus menilai, perkembangan voli di sejumlah daerah saat ini patut menjadi bahan evaluasi sekaligus motivasi. Terlebih, Kota Malang memiliki sejarah panjang dalam melahirkan pemain-pemain voli berkualitas.

"Ya, jadi memang kita itu ya mohon maaf, mungkin perkembangan di daerah sangat luar biasa. Makanya ini sebagai pemicu sebenarnya, sehingga Malang ini tidak tidur," tutur pria yang juga sebagai wasit voli nasional tersebut.

Ia mengakui, keberhasilan sebuah daerah menjadi tuan rumah kompetisi belum cukup jika tidak dibarengi dengan munculnya atlet-atlet yang mampu berprestasi.

"Karena selama ini kita kemarin tuan rumah tapi tidak bisa membawa hasil yang bagus. Sukses pelaksanaan, tapi belum diiringi dengan suksesnya tim yang berprestasi. Nah, ini sebagai bentuk untuk menjadi pemicu lah, penyemangat," ujarnya.

Menurutnya, kondisi tersebut harus menjadi dorongan bagi pelatih, pembina hingga pencinta bola voli di Kota Malang. Apalagi jika melihat sejarah, Malang pernah menjadi salah satu daerah yang banyak menyumbangkan pemain ke level nasional.

"Sehingga teman-teman di Malang ini punya gambaran, ternyata di daerah lain luar biasa perkembangannya. Ini memotivasi para pelatih, pembina voli, dan penggila voli. Kita mengadakan ini sebenarnya tujuannya untuk itu, biar ada semangat kembali," katanya.

"Karena tahun 80-an, kalau kita melihat sejarah, pemain nasional itu banyak yang dari Malang. Kenapa sekarang tidak muncul pemain-pemain dari Kota Malang yang notabene dulu menjadi ikonnya voli Kota Malang? Nah, ini menjadi keprihatinan kita sehingga kegiatan ini diharapkan menjadi ajang untuk menggugah kembali pelatih-pelatih dan orang-orang yang hobi voli," sambung Agus.

Pembinaan pun tidak bisa dilakukan secara instan. Menurut Agus, proses panjang dan berjenjang menjadi kunci untuk menghasilkan atlet berkualitas. Karena itu, keterlibatan berbagai pemangku kepentingan menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem olahraga prestasi.

"Ya, kita mungkin didukung dengan instansi terkait ya, dari Dispora, kemudian dari KONI men-support kegiatan ini. Karena bagaimanapun juga, kita harus melibatkan stakeholder yang ada. Untuk menjadikan prestasi yang berhasil itu kan melalui proses," jelasnya.

Baca Juga : Dorong Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi dan Keuangan Syariah Mataraman, BI Kediri Gelar SYIAR 2026

"Kita mulai berproses dari sini, sehingga saya yakin kalau kita berproses maka hasil prestasi itu akan ada. Jangan sampai kita mencari bibit-bibit yang instan, tidak bisa seperti itu. Kita maunya bertahap," imbuhnya.

Kelompok usia menjadi salah satu fokus yang dinilai penting untuk diperkuat. Sekolah dipilih sebagai salah satu media pembinaan karena lebih mudah dijangkau untuk membangun kompetisi antartim.

"Kita yakin di daerah-daerah sekarang yang tergerak itu kan kelompok umur. Kelompok umur itulah yang kita coba rangkul. Cuma sasaran kita karena klub terbatas, sekolah itu menjadi media yang lebih mudah untuk diadakan kompetisi," katanya.

Ke depan, Agus membuka peluang agar kompetisi serupa juga dikembangkan pada level klub dengan pembagian kelompok usia. Dengan begitu, ruang kompetisi bagi atlet muda dapat semakin luas.

"Sebenarnya kita juga pengen tingkat klub. Nanti ke depan kita bicarakan dengan teman-teman semua, kita coba untuk klub dengan kelompok usia, itu mungkin lebih menarik," ujarnya.

Sementara itu, Ketua Panitia El Rastra Cup Junior High School Volleyball Championship 2026 Luky Yanuar Rachmadi menambahkan, turnamen tersebut memang diarahkan sebagai wadah pembinaan pemain pada usia dini. "Wadah pembinaan di usia dini ya," kata Luky.

Tidak sekadar memperebutkan gelar juara, kompetisi ini juga memberikan penghargaan bagi pemain berdasarkan posisi dan performa individu. Juara 1 dan Juara 2 akan diperebutkan oleh tim putra maupun putri. Sementara posisi peringkat ketiga dan keempat ditempati bersama.

Selain itu, panitia juga menyiapkan penghargaan individu berupa best player, best opposite, best middle blocker, best libero, best setter dan outside hitter.

"Atas nama panitia, nanti akan diperebutkan Juara 1, Juara 2 putra-putri, dan juga 3-4 bersama. Habis itu, saran dari Bapak Ketua Umum PBVSI Kota Malang, ada juga best player, best opposite, best middle blocker, best libero, best setter, sama outside hitter. Jadi semua posisi itu diperebutkan yang terbaik di kompetisi ini," terang Luky.

El Rastra Cup 2026 menjadi gelaran perdana yang digagas panitia dengan dukungan penuh dari Agus Setiono. Ke depan, kompetisi tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai agenda satu kali, melainkan berkembang menjadi bagian dari rangkaian pembinaan bola voli usia muda.

"Ini baru pertama kali yang kita agendakan atas support dari Bapak Agus sebagai bapaknya kita di sini ya. Kita turut berjuang dan beliaunya men-support penuh untuk kegiatan-kegiatan yang akan diagendakan setelah agenda kompetisi ini," ujar Luky.

Antusiasme peserta dari luar Kota Malang menjadi salah satu catatan positif dalam penyelenggaraan perdana tersebut. Kompetisi yang semula ditujukan bagi tim-tim sekolah di Kota Malang akhirnya menarik minat pelatih dan guru dari berbagai daerah untuk ikut ambil bagian.

"Sangat luar biasa antusiasme nya. Bukan hanya Malang Kota, Malang Raya. Awalnya ini Kota Malang, tapi beberapa rekan-rekan pelatih atau guru-guru di sekolah-sekolah lain ikut juga pengen berpartisipasi di kompetisi yang kita adakan ini," pungkas Luky.