Tiga Pilar Apel Kebangsaan Jaga Indonesia, Plt Bupati: Dimulai dari Jogo Tulungagung
Reporter
Anang Basso
Editor
Dede Nana
03 - Sep - 2026, 06:47
JATIMTIMES - Di tengah situasi kebangsaan yang dinilai membutuhkan perhatian dan kewaspadaan bersama, ribuan elemen masyarakat Tulungagung berkumpul dalam satu barisan. Mereka tidak datang membawa kepentingan kelompok, melainkan menyuarakan satu pesan yakni, persatuan harus dijaga dan keamanan daerah merupakan tanggung jawab bersama.
Pesan ini mengemuka dalam Apel Kebangsaan 3 Pilar dan Elemen Masyarakat yang digelar di halaman Pemerintah Kabupaten Tulungagung, Kamis (3/9/2026). Mengusung tema “Jaga Indonesia, Jogo Tulungagung”, kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat kembali sinergi antara pemerintah, aparat keamanan dan kekuatan masyarakat dalam menjaga kondusivitas daerah.
Baca Juga : Baru 3 Hari September, 1.700-an Orang Keracunan MBG di 5 Daerah
Apel ini melibatkan berbagai unsur, mulai Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), TNI, Polri, ASN, tokoh agama, tokoh masyarakat, organisasi kemasyarakatan, organisasi kepemudaan, perguruan pencak silat, gerakan Pramuka hingga berbagai komunitas masyarakat.
Kehadiran berbagai kelompok dalam satu kegiatan menunjukkan bahwa menjaga kerukunan tidak bisa dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh komponen masyarakat.
Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin menegaskan, Tulungagung merupakan rumah bersama. Karena itu, keamanan, ketertiban dan kedamaian tidak semestinya hanya dibebankan kepada aparat keamanan.
Pemerintah dan TNI-Polri memang memiliki tugas dan kewenangan masing-masing, tetapi kekuatan terbesar dalam menjaga daerah tetap aman justru terletak pada kesadaran seluruh masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi dan tidak menjadikan perbedaan sebagai sumber pertentangan.
“Diperlukan keterlibatan seluruh elemen masyarakat untuk menciptakan suasana daerah yang aman, kondusif, dan harmonis,” ujar Baharudin.
Menurutnya, semangat ini harus dibangun mulai dari lingkungan terkecil. Persoalan yang muncul di tengah masyarakat, sekecil apa pun, perlu dikomunikasikan dan diselesaikan secara bijaksana sebelum berkembang menjadi konflik yang lebih besar.
Baharudin menjelaskan, tiga pilar pemerintahan memiliki peran strategis sesuai dengan bidang masing-masing. TNI dan Polri menjadi bagian penting dalam menjaga keamanan nasional maupun daerah.
Sementara pemerintah daerah bersama jajaran ASN memiliki tanggung jawab memastikan pelayanan kepada masyarakat berjalan dengan baik serta roda pemerintahan berlangsung secara adil, tertib dan kondusif.
Namun, menjaga keamanan daerah tidak cukup hanya mengandalkan struktur pemerintahan. Organisasi kemasyarakatan, perguruan pencak silat, organisasi kepemudaan dan gerakan Pramuka juga dinilai mempunyai posisi penting sebagai simpul kekuatan masyarakat. Kelompok-kelompok tersebut diharapkan mampu menjadi penggerak persaudaraan, memperkuat komunikasi dan menjadi pelopor perdamaian hingga tingkat paling bawah.
Baca Juga : Kabar Baik, Komisi E DPRD Jatim Pastikan Tunggakan TPG Rp 274,5 Miliar Cair Tahun Ini
“Jika tiga pilar pemerintah bersinergi erat dengan seluruh ormas, pendekar perguruan silat, serta generasi muda Pramuka, maka tidak ada ruang bagi pihak mana pun yang ingin memecah belah kita,” tegas Baharudin.
Pernyataan itu sekaligus menjadi penegasan bahwa perbedaan organisasi, latar belakang maupun pilihan tidak boleh berubah menjadi alasan untuk saling berhadapan. Ia mengajak seluruh peserta apel menjadikan keberagaman sebagai kekuatan, bukan kelemahan.
"Tulungagung memiliki modal sosial yang besar berupa berbagai organisasi, komunitas, tokoh masyarakat, tokoh agama dan generasi muda. Modal ini harus dirawat melalui komunikasi yang sehat, sikap saling menghormati dan kesediaan menyelesaikan persoalan melalui musyawarah," tuturnya.
Baharudin juga menekankan pentingnya memperkuat komunikasi di tingkat bawah. Setiap potensi gesekan harus segera dideteksi dan dicarikan jalan keluar secara kekeluargaan. "Jangan sampai persoalan kecil yang sebenarnya dapat diselesaikan melalui dialog justru berkembang karena kesalahpahaman, provokasi atau informasi yang tidak jelas," terangnya.
Dalam konteks itu, seluruh elemen masyarakat memiliki peran untuk menjadi penyejuk sekaligus menjaga lingkungannya masing-masing. “Pegang teguh komitmen daerah. Jika kita ingin jaga Indonesia, maka langkah terdepan kita adalah Jogo Tulungagung,” pesan Baharudin.
Ia berharap semangat yang dibangun melalui apel kebangsaan tersebut tidak berhenti sebagai seremoni, tetapi benar-benar menjadi komitmen bersama dalam kehidupan bermasyarakat. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah hadir dan menunjukkan komitmen menjaga persatuan serta keamanan daerah.
Menurutnya, kekompakan antara pemerintah, TNI-Polri dan seluruh elemen masyarakat merupakan modal penting untuk menghadapi berbagai potensi persoalan. Apel kebangsaan itu sekaligus mengirimkan pesan bahwa menjaga Indonesia dapat dimulai dari hal paling dekat: menjaga lingkungan, menjaga persaudaraan dan menjaga Tulungagung tetap aman.
