Angkot Pelajar Diujicobakan, Bus Halokes Disiapkan Jadi Opsi Darurat

Reporter

Riski Wijaya

Editor

Dede Nana

02 - Sep - 2026, 07:15

Kepala Disdikbud Kota Malang, Suwarjana.(Foto: Riski Wijaya/MalangTIMES).

JATIMTIMES - Program angkutan pelajar gratis di Kota Malang belum sepenuhnya lepas dari ketergantungan terhadap Bus Halokes. Sebab, dari rencana awal 80-90 armada, baru 66 angkot yang saat ini beroperasi.

Kondisi itu membuat efektivitas program baru tersebut masih harus diuji. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang bahkan tetap mengoperasikan Bus Halokes selama masa transisi.

Baca Juga : Viral Dokter Obgyn Diduga Kirim DM Bernada Seksual, Kini Dinonaktifkan dari Tempat Praktik

Kepala Disdikbud Kota Malang Suwarjana mengatakan, Bus Halokes akan tetap berjalan selama satu bulan untuk mendampingi angkot pelajar gratis. “Selama satu bulan ini, Bus Halokes tetap kami operasionalkan juga. Saling mengisi,” kata Suwarjana.

Keberadaan Bus Halokes bukan sekadar untuk menjaga layanan tetap berjalan selama masa peralihan. Armada tersebut juga disiapkan untuk menyisir siswa yang belum terangkut angkot pelajar gratis.

“Bus Halokes masih menyisir kalau ada siswa yang tidak terangkut di angkutan pelajar, yang mungkin ketinggalan,” ujarnya.

Dengan demikian, kecukupan 66 armada angkot pelajar gratis masih belum benar-benar terbukti. Pemkot Malang memilih menguji layanan tersebut terlebih dahulu sebelum menentukan apakah jumlah armadanya mampu memenuhi kebutuhan pelajar.

Suwarjana mengakui jumlah 66 armada lebih rendah dari rencana awal. Namun, dia menilai jumlah tersebut sementara masih mencukupi dan hasil sebenarnya baru dapat diketahui melalui uji coba.

“Saya kira sudah cukup. Makanya ini diuji coba dulu selama satu bulan,” katanya.

Persoalan baru akan terlihat ketika seluruh layanan pelajar sepenuhnya bertumpu pada angkot gratis. Karena itu, setelah masa pendampingan berakhir, Disdikbud akan kembali menguji layanan angkot pelajar gratis tanpa Bus Halokes.

Baca Juga : Era Baru Angkutan Pelajar Kota Malang, Bus Halokes Masih Tunggu Kepastian Peran

Jika 66 armada ternyata tidak mampu mengangkut seluruh siswa, Bus Halokes kembali menjadi pilihan. “Kalau tidak cukup, akan memanfaatkan Bus Halokes, berdampingan,” tutur Suwarjana.

Kondisi tersebut sekaligus menunjukkan bahwa keberadaan Bus Halokes belum benar-benar selesai setelah program angkot pelajar gratis diluncurkan. Armada tersebut masih menjadi semacam jaring pengaman ketika layanan angkot belum mampu menjangkau seluruh kebutuhan.

Namun, keputusan akhir mengenai masa depan Bus Halokes tidak berada di tangan Disdikbud. Setelah masa uji coba, pengelolaan armada akan dikembalikan kepada Pemkot Malang karena statusnya merupakan aset pemerintah daerah.

“Nanti akan kami serahkan ke Pemkot. Itu kan asetnya Pemkot. Kami hanya pengguna saja,” tegas Suwarjana.

Dengan demikian, nasib Bus Halokes kini bergantung pada satu pertanyaan penting: apakah 66 angkot benar-benar mampu mengangkut seluruh pelajar yang membutuhkan layanan gratis. Jika tidak, Bus Halokes masih harus dipertahankan sebagai penyangga, meski program baru telah resmi berjalan.