Buka Sarasehan Nasional MPDI, Menkop Ferry Juliantono Dorong Kemandirian Ekonomi Pesantren Melalui Koperasi
Reporter
Tubagus Achmad
Editor
Dede Nana
27 - Jun - 2026, 07:30
JATIMTIMES - Menteri Koperasi RI Ferry Juliantono secara resmi membuka kegiatan sarasehan nasional Majelis Pesantren Dakwah Indonesia (MPDI) tahun 2026 yang mengusung tema "Bersama Dakwah dan Al-Qur’an, Menguatkan Kemandirian Ekonomi Pesantren Berbasis Koperasi", bertempat di Pondok Pesantren Daarul Ukhuwwah, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang.
Ferry yang hadir didampingi Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak dan Wakil Bupati Malang Lathifah Shohib melakukan pemukulan gong sebagai tanda dibukanya Sarasehan Nasional MPDI tahun 2026 yang dihadiri oleh perwakilan 350 pesantren dari seluruh wilayah di Indonesia.
Baca Juga : Desakan Evaluasi MBG, DPRD Kota Malang: Benahi Tata Kelolanya
Di dalam forum tersebut, Ferry menyatakan komitmen kuatnya untuk terus mendorong seluruh pesantren yang ada di Indonesia agar dapat mewujudkan kemandirian ekonomi melalui koperasi. Pasalnya, gelaran Sarasehan Nasional MPDI tahun 2026 dapat menjadi momentum yang strategis untuk memperkuat jejaring ekonomi pesantren melalui sistem koperasi yang terintegrasi secara nasional.
Ia menjelaskan, pesantren memiliki modal sejarah dan jaringan yang sangat besar dalam mewujudkan kemandirian ekonomi melalui koperasi. Menurutnya, jika sebuah koperasi dapat dikelola dengan baik oleh masing-masing pesantren maka akan menjadi kekuatan ekonomi baru yang menciptakan kemandirian.
"Hal ini sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo yang menempatkan koperasi sebagai salah satu instrumen penting dan soko guru dalam membangun ekonomi rakyat yang kuat dan berkeadilan," ujar Ferry, Sabtu (27/6/2026).
Pihaknya juga telah berkomitmen untuk terus memberikan ruang akses pasar yang lebih luas bagi masing-masing pesantren untuk dapat memasarkan produk-produk unggulan dari setiap pesantren. Salah satunya, produk unggulan pesantren akan dipasarkan melalui gerai-gerai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).
"Dengan demikian, hasil produksi pesantren memiliki pasar yang lebih luas, meningkatkan nilai tambah usaha, sekaligus memperkuat ekosistem ekonomi koperasi yang saling terhubung," tutur Ferry.
Sementara itu, Ketua Umum MPDI KH. Ayi Abdul Rosyid menyampaikan, bahwa kegiatan Sarasehan Nasional MPDI tahun 2026 merupakan forum strategis untuk menyatukan visi sekaligus merumuskan langkah konkret dalam menjawab berbagai tantangan yang dihadapi oleh pesantren.
Ia juga mendorong agar koperasi di masing-masing pesantren harus bertransformasi menjadi instrumen nyata untuk meningkatkan kesejahteraan umat dan memperkuat kemandirian pesantren di sektor ekonomi.
Baca Juga : Gempuran Disinformasi Menguat di Ruang Digital, AJI Catat 922 Jurnalis Terkena PHK dalam Dua Tahun
"Kami berharap lahir rekomendasi konkret yang mampu memperkuat peran pesantren sebagai pusat dakwah, pendidikan dan pemberdayaan ekonomi," kata Ferry.
Pihaknya mengatakan, salah satu agenda utama dalam Sarasehan Nasional MPDI tahun 2026 yakni peresmian Koperasi Sekunder Pesantren. Ia menyebut, kehadiran koperasi tersebut diharapkan mampu memperkuat jejaring usaha antar pesantren, meningkatkan efisiensi pengelolaan ekonomi, memperluas akses pembiayaan dan pemasaran, serta mendorong kolaborasi ekonomi yang lebih terstruktur dan berkelanjutan.
"Koperasi Sekunder Pesantren diharapkan menjadi fondasi lahirnya ekosistem ekonomi pesantren yang lebih kokoh sehingga mampu memperkuat kemandirian lembaga sekaligus memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan ekonomi nasional," pungkas Ferry.
Selama dua hari pelaksanaan Sarasehan Nasional MPDI tahun 2026, peserta mengikuti sidang pleno, diskusi tematik dan forum musyawarah yang membahas evaluasi program kerja, penguatan dakwah dan pendidikan Al-Qur'an, serta strategi membangun koperasi pesantren yang sehat, profesional, mandiri dan kompetitif.
Untuk diketahui, kegiatan Sarasehan Nasional MPDI tahun 2026 dijadwalkan berakhir pada tanggal 28 Juni 2026 dan akan ditutup oleh Wakil Menteri Agama RI Romo H.R. Muhammad Syafi'i. Nantinya akan dipaparkan sejumlah rekomendasi strategis yang menjadi acuan untuk menentukan arah kebijakan dan program kerja MPDI dalam memperkuat peran pesantren di bidang dakwah, pendidikan, serta pemberdayaan ekonomi.
