Seluruh Puskesmas di Kota Malang Belum Punya Psikolog Klinis, Pemkot Segera Kerja Sama dengan Organisasi Profesi 

Reporter

Tubagus Achmad

Editor

A Yahya

18 - Jun - 2026, 05:56

Wakil Walikota Malang Ali Muthohirin (tengah) didampingi Kepala Dinsos-P3AP2KB Kota Malang Donny Sandito Widoyoko dan Camat Sukun Dian Kuntari usai meluncurkan Program Rumah Pijar di Aula Kantor Kecamatan Sukun, Kota Malang, Kamis (18/6/2026). (Foto: Tubagus Achmad/JatimTIMES)

JATIMTIMES - Wakil Wali Kota Malang Ali Muthohirin menegaskan seluruh puskesmas yang ada di Kota Malang hingga saat ini belum memiliki psikolog klinis yang bertugas memberikan layanan kesehatan kejiwaan terhadap pasien. 

Hal itu disampaikan Ali saat peluncuran Program Rumah Pijar (Perlindungan Jiwa dan Rasa) Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinsos-P3AP2KB) Kota Malang di Aula Kantor Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang. 

Baca Juga : Kreator Konten Kini Bisa Punya NIB, Benarkah Wajib Mulai 18 Juni 2026? Ini Penjelasannya

"Belum ada (psikolog klinis di seluruh puskesmas di Kota Malang). Makanya kami juga mempertanyakan karena itu menjadi kebutuhan di perkotaan. Kami merencanakan setiap puskesmas di wilayah Kota Malang agar memiliki psikolog klinis untuk membantu mengatasi penyandang disabilitas mental," ungkap Ali kepada JatimTIMES.com, Kamis (18/6/2026). 

Pejabat publik yang dulunya merupakan aktivis Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) ini menyebutkan, di beberapa puskesmas yang ada di kota-kota lain seperti Surabaya dan Yogyakarta sudah memiliki psikolog klinis. 

"Karena kalau kami lihat di beberapa daerah luar Kota Malang sudah ada. Harusnya ini juga bisa terwujud karena di puskesmas juga kami sudah menyediakan dokter spesialis anak dan dokter spesialis kandungan," ujar Ali. 

Sehingga ke depan untuk skema pengadaan psikolog klinis di masing-masing puskesmas akan sama seperti ketika Dinas Kesehatan Kota Malang menangani stunting yakni melakukan kerja sama dengan organisasi profesi di Kota Malang. 

"Sehingga nanti untuk psikolog klinis juga seperti itu. Kami bekerja sama untuk menempatkan di puskesmas. Setiap puskesmas harusnya ada psikolog klinis, khususnya di wilayah yang sangat membutuhkan misalnya seperti di Sukun ini," tutur Ali. 

Baca Juga : Dinsos-P3AP2KB Kota Malang Luncurkan Program Rumah Pijar di Kecamatan Sukun

Pihaknya pun segera menginstruksikan kepada Dinas Kesehatan Kota Malang untuk segera menyiapkan skema pengadaan psikolog klinis di masing-masing puskesmas di Kota Malang. Setidaknya di Kota Malang terdapat 16 puskesmas yang tersebar di lima kecamatan. 

"Tahun ini kami upayakan bisa terealisasi. Karena dengan banyaknya pasien yang ada, kemungkinan kami melihat di wilayah mana yang paling banyak, kami identifikasi di titik mana yang masyarakatnya memang paling banyak membutuhkan. Saya rasa kami akan bekerja sama dengan organisasi profesi psikolog yang ada di Kota Malang," jelas Ali. 

Lebih lanjut, dengan adanya psikolog klinis di masing-masing puskesmas diharapkan ke depan dapat turut mencegah terjadinya penyakit kejiwaan yang termasuk kategori berat. Pasalnya, berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kota Malang terdapat sekitar 3.700 orang yang melakukan pemeriksaan kejiwaan. Sebanyak 1.600 orang di antaranya harus mendapatkan perawatan kejiwaan lanjutan.