Hukum Salat Subuh Jam 7 Pagi, Lengkap dengan Cara Menggantinya 

Reporter

Binti Nikmatur

18 - Jun - 2026, 06:28

Ilustrasi salat subuh. (Foto: Shutterstock)

JATIMTIMES - Bangun kesiangan hingga melewati waktu Subuh menjadi pengalaman yang cukup sering dialami sebagian orang. Tak sedikit yang kemudian bertanya-tanya, apakah salat Subuh masih sah jika baru dikerjakan pukul 07.00 pagi?

Dalam Islam, setiap salat fardu memiliki batas waktu yang telah ditentukan. Karena itu, penting untuk memahami kapan waktu Subuh berakhir dan bagaimana ketentuan syariat jika seseorang baru bisa melaksanakannya setelah matahari terbit.

Baca Juga : 5 Rekomendasi Travel Bogor Bandung Terbaik untuk Perjalanan Nyaman dan Cepat

Allah SWT telah menetapkan waktu khusus bagi setiap salat wajib. Ketentuan tersebut dijelaskan dalam Al-Qur'an Surat An-Nisa ayat 103:

فَإِذَا قَضَيْتُمُ ٱلصَّلَوٰةَ فَٱذْكُرُوا۟ ٱللَّهَ قِيَٰمًا وَقُعُودًا وَعَلَىٰ جُنُوبِكُمْ ۚ فَإِذَا ٱطْمَأْنَنتُمْ فَأَقِيمُوا۟ ٱلصَّلَوٰةَ ۚ إِنَّ ٱلصَّلَوٰةَ كَانَتْ عَلَى ٱلْمُؤْمِنِينَ كِتَٰبًا مَّوْقُوتًا

Artinya:
"Maka apabila kamu telah menyelesaikan salat(mu), ingatlah Allah di waktu berdiri, di waktu duduk dan di waktu berbaring. Kemudian apabila kamu telah merasa aman, maka dirikanlah salat itu (sebagaimana biasa). Sesungguhnya salat itu adalah kewajiban yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman."

Merujuk penjelasan dalam buku Panduan Shalat Lengkap karya Sa'id bin Ali bin Wahaf Al-Qahthani, waktu Subuh dimulai sejak munculnya fajar shadiq, yakni cahaya putih yang membentang di ufuk timur, dan berakhir ketika matahari mulai terbit.

Hal ini juga ditegaskan dalam Surat Al-Isra ayat 78:

أَقِمِ ٱلصَّلَوٰةَ لِدُلُوكِ ٱلشَّمْسِ إِلَىٰ غَسَقِ ٱلَّيْلِ وَقُرْءَانَ ٱلْفَجْرِ ۖ إِنَّ قُرْءَانَ ٱلْفَجْرِ كَانَ مَشْهُودًا

Artinya:
"Dirikanlah salat dari sesudah matahari tergelincir sampai gelap malam dan (dirikanlah pula salat) Subuh. Sesungguhnya salat Subuh itu disaksikan (oleh malaikat)."

Keterangan serupa juga terdapat dalam hadis riwayat Muslim dari Abdullah bin Amr RA. Rasulullah SAW bersabda:

"Waktu salat Subuh itu sejak terbit fajar selama belum terbit matahari." (HR Muslim)

Apakah Salat Subuh Jam 7 Masih Sah?

Di sebagian besar wilayah Indonesia, matahari umumnya terbit antara pukul 05.45 hingga sekitar 06.30 WIB, tergantung daerah dan kondisi musim.

Karena itu, ketika seseorang baru melaksanakan salat pada pukul 07.00 pagi, biasanya waktu Subuh telah berakhir. Salat yang dikerjakan pada waktu tersebut tidak lagi termasuk salat Subuh ada' atau salat yang dilakukan pada waktunya, melainkan salat qadha, yaitu salat pengganti karena tertinggal.

Meski demikian, kewajiban salat tidak gugur. Seseorang tetap harus segera menunaikan salat Subuh begitu terbangun atau menyadari bahwa dirinya belum melaksanakannya.

Kapan Seseorang Berdosa karena Terlambat Salat Subuh?

Perbedaan hukum terletak pada penyebab keterlambatan tersebut. Jika seseorang sengaja menunda salat hingga keluar dari waktunya tanpa alasan yang dibenarkan syariat, maka ia berdosa karena meninggalkan kewajiban yang telah ditentukan waktunya.

Sebaliknya, jika keterlambatan terjadi karena tertidur atau benar-benar lupa, maka ia tidak menanggung dosa. Namun, ia tetap diwajibkan mengqadha salat tersebut sesegera mungkin.
Rasulullah SAW bersabda:

"Barang siapa lupa mengerjakan salat atau tertidur darinya, maka kafaratnya adalah mengerjakannya ketika ia mengingatnya." (HR Bukhari dan Muslim)

Hadis ini menjadi dasar bahwa orang yang tertidur hingga melewati waktu salat tidak berdosa selama bukan karena kesengajaan, tetapi tetap berkewajiban mengganti salat yang terlewat.

Dalam hadis yang diriwayatkan Ahmad dan Tirmidzi dari Jabir RA, disebutkan bahwa Malaikat Jibril pernah mengimami Rasulullah SAW untuk menunjukkan batas-batas waktu salat.

"Kemudian Jibril mendatangi beliau pada waktu salat Subuh seraya berkata, 'Bangun dan kerjakanlah salat Subuh.' Beliau pun mengerjakan salat Subuh ketika fajar terbit atau ketika fajar memancar..."

Baca Juga : Sejumlah BEM Bantah Tergabung dalam BEM Bersatu, Ini Daftar Klarifikasinya

Pada hari berikutnya, Jibril datang kembali saat pagi sudah lebih terang.

"Berdiri dan kerjakanlah salat Subuh." Lalu beliau mengerjakan salat Subuh dan kemudian berkata, 'Antara kedua hal itu terdapat waktu.'" (HR Ahmad dan Tirmidzi)

Hadis tersebut menunjukkan bahwa waktu Subuh memiliki rentang tertentu, namun tetap berakhir ketika matahari mulai terbit.

Kebiasaan Rasulullah SAW Saat Salat Subuh

Nabi Muhammad SAW juga memberikan teladan dalam pelaksanaan salat Subuh. Beliau tidak mengerjakannya terlalu tergesa-gesa, namun juga tidak menundanya hingga keluar waktu.

Dalam hadis riwayat Bukhari dan Muslim dari Abu Barzah Al-Aslami disebutkan:

"Beliau beranjak dari salat Subuh ketika seseorang telah mengenali orang yang duduk di sampingnya. Dan beliau membaca dalam salat itu 60 sampai 100 ayat."

Hadis ini menunjukkan bahwa Rasulullah SAW melaksanakan salat Subuh pada waktunya dengan bacaan yang cukup panjang.

Niat Salat Subuh yang Diqadha karena Kesiangan

Bagi seseorang yang bangun setelah matahari terbit, salat Subuh tetap harus dikerjakan dengan niat qadha.

Berikut bacaan niatnya:

أصلي فرض الصبح ركعتين مستقبل القبلة قضاء لله تعالى

Latin:
Usholli fardhos subhi rok'ataini mustaqbilal qiblati qodho'an lillahi ta'ala

Artinya:
"Saya niat salat fardu Subuh dua rakaat menghadap kiblat, qadha karena Allah Ta'ala."

Meski Islam memberikan keringanan bagi orang yang tertidur atau lupa, bukan berarti keterlambatan salat Subuh boleh dianggap sepele.

Seorang muslim tetap dianjurkan berusaha menjaga salat pada awal waktunya, termasuk dengan tidur lebih awal, memasang alarm, atau meminta bantuan keluarga untuk membangunkan.

Jika sesekali terjadi karena faktor di luar kemampuan, salat Subuh yang terlewat tetap dapat diganti dengan qadha. Namun apabila sengaja menunda hingga matahari terbit dan hal itu terus berulang, maka perbuatan tersebut termasuk bentuk kelalaian terhadap kewajiban yang telah ditetapkan Allah SWT. Semoga informasi ini bermanfaat.