Sasar Ibu-Ibu, TPS3R DPRKPLH Pemkab Jember Beri Pelatihan Kelola Sampah Mandiri

Reporter

Moh. Ali Mahrus

Editor

Yunan Helmy

12 - Jun - 2026, 11:26

Sejumlah ibu rumah tangga di Jember saat mengikuti pelatihan pengolahan sampah di TP3DR Baratan.

JATIMTIMES – Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (DPRKPLH) melalui unit Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) Baratan menggelar Pelatihan Pembuatan Kompos dari Sampah Rumah Tangga. Pelatihan ini sebagai upaya mendorong masyarakat agar lebih peduli terhadap pengelolaan sampah dan pelestarian lingkungan.

 Kegiatan yang berlangsung di TPS3R Baratan pada akhir pekan lalu ini diselenggarakan sebagai tindak lanjut atas surat edaran bupati Jember yang mengimbau seluruh warga, instansi pemerintah, perkantoran, dan sektor swasta untuk melakukan pengolahan sampah secara mandiri.

Baca Juga : Mampu Bawa Jember Terbaik Se-Tapal Kuda, Feeling PSI ke Gus Fawait Tidak Pernah Salah

Koordinator TPS3R Baratan, Nurul Hidayah, mengungkapkan bahwa kebijakan tersebut perlu didukung dengan peningkatan kapasitas masyarakat dalam mengelola sampah. “Hal ini terjadi karena saat ini TPA Pakusari sudah tidak lagi menerapkan sistem open dumping. Oleh karena itu, sampah yang dapat diserahkan ke TPA hanyalah sampah residu,” ujarnya.

Menurut dia, pelatihan ini menjadi salah satu langkah nyata Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Lingkungan Hidup (DPRKPLH) Kabupaten Jember dalam mengedukasi masyarakat agar mampu mengolah sampah organik rumah tangga menjadi kompos yang bernilai guna.

Pelatihan tersebut memberikan pemahaman kepada peserta mengenai pentingnya memilah sampah sejak dari rumah, terutama melalui pemisahan sampah organik dan anorganik.

 Salah satu peserta, Suci, warga Kecamatan Arjasa, mengaku mengikuti pelatihan karena masih bingung mengelola sampah setelah terbitnya surat edaran tersebut. “Saya memutuskan bergabung dalam pelatihan ini karena masih bingung cara mengolah sampah organik dan anorganik yang saya hasilkan setiap hari. Saya juga ingin belajar mengubah sampah agar memiliki nilai jual dan lebih bermanfaat,” ungkapnya.

 Nurul menambahkan, pelatihan kali ini diikuti oleh 25 peserta yang mendaftar secara daring melalui media sosial TPS3R Baratan. “Selain memberikan materi dan praktik pengolahan sampah organik dari sampah rumah tangga, kami juga memberikan pendampingan kepada peserta selama tiga bulan hingga mereka dapat memanen kompos hasil olahan sendiri,” tambahnya.

 Melalui kegiatan ini, diharapkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan sampah semakin meningkat. Pengelolaan sampah bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, melainkan membutuhkan partisipasi aktif seluruh lapisan masyarakat. Dengan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh, para peserta diharapkan mampu menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing.

Baca Juga : Eks PMI Apresiasi Sosialisasi Migran Aman, Minta Pemkab Jember Bekali Warga sebelum Kerja ke Luar Negeri

 Sementara itu, Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Lingkungan Hidup Kabupaten Jember, Jupriono, menyatakan bahwa pelatihan serupa akan terus diperluas. “Pelatihan seperti ini akan lebih sering diselenggarakan, tidak hanya di TPS3R Baratan, tetapi juga di berbagai wilayah lainnya,” ujarnya.

 Pelatihan pembuatan kompos ini terbuka untuk masyarakat umum dan dapat diikuti secara gratis. Warga yang berminat dapat mendaftarkan diri melalui kode QR yang tersedia pada media publikasi TPS3R Baratan.

 Melalui kegiatan tersebut, DPRKPLH Kabupaten Jember terus berkomitmen mendukung gerakan pengelolaan sampah berkelanjutan guna mewujudkan lingkungan Kabupaten Jember yang lebih bersih, sehat, dan produktif. (*)