Bahlil Diminta Cari Pasokan Minyak Dampak Hormuz Masih Tertutup, Harga BBM Rawan Naik?

Reporter

Binti Nikmatur

Editor

Yunan Helmy

26 - Mar - 2026, 08:45

Potret antrean pengisian BBM di SPBU Pertamina. (Foto: Shutterstock)

JATIMTIMES - Pemerintah mulai mengantisipasi dampak konflik Timur Tengah terhadap pasokan energi nasional. Presiden Prabowo Subianto disebut telah menginstruksikan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia untuk mencari sumber minyak mentah dari berbagai negara.

Langkah ini diambil setelah Selat Hormuz belum dibuka oleh Iran untuk Indonesia, di tengah situasi geopolitik yang masih memanas.

Baca Juga : PPPK Terancam Di-PHK Masal Dampak Aturan Pembatasan Belanja Pegawai

“Atas dasar itu bahwa Presiden semalam memerintahkan kepada saya dan tim untuk segera mencari pasokan-pasokan minyak kita dari hampir semua negara. Kemudian mengoptimalkan semua energi yang ada pada kita,” ujar Bahlil, dikutip dari laman Kementerian ESDM, Kamis (26/3/2026).

Bahlil menjelaskan, pemerintah terus berupaya menjaga ketahanan energi nasional, mulai dari pasokan hingga stabilitas harga. Hal ini penting mengingat konflik di Timur Tengah berdampak luas ke banyak negara.

Menurut dia, situasi global saat ini masih belum menentu, termasuk soal kapan konflik akan berakhir.

Di tengah kekhawatiran tersebut, Bahlil memastikan kondisi energi dalam negeri masih terkendali. Ia menyebut ketersediaan bahan bakar minyak (BBM), baik bensin maupun solar, serta LPG, dalam kondisi aman.

“Dalam berbagai kesempatan sekalipun dalam kondisi yang memang hampir semua dunia kena tetapi kita bersyukur kepada Allah atas perintah Bapak Presiden dan dukungan rakyat hari ini BBM di negara kita tercinta baik daripada bensin, solar maupun LPG terpenuhi dengan baik,” katanya.

Baca Juga : Tunggu Instruksi, Kebijakan WFA bagi ASN dan Pembelajaran Daring Siswa di Batu Bakal Diatur Sesuai Kebutuhan

Selain mengandalkan langkah pemerintah, Bahlil juga mengajak masyarakat ikut berperan menjaga ketahanan energi dengan menggunakan energi secara bijak.

“Saya memohon dukungan dari semua rakyat Indonesia. Masalah ini tidak hanya masalah pemerintah tapi masalah kita semua. Saya memohon, menyarankan agar ayo kita harus memakai energi dengan bijak. Dengan bijak yang tidak perlu saya sarankan jangan,” tutup Bahlil.