Iran Tak Rayakan Idulfitri 2026 di Tengah Perang dengan AS dan Israel, Ini Alasannya

Reporter

Mutmainah J

Editor

A Yahya

19 - Mar - 2026, 09:30

Masjid Nasir al-Mulk (Masjid Merah Muda) Iran. (Foto: iStock)

JATIMTIMES - Situasi konflik yang memanas antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel membawa dampak besar bagi kehidupan masyarakat sipil. Salah satu yang paling terasa adalah batalnya perayaan Idulfitri 2026 di Iran, yang seharusnya menjadi momen penuh kebahagiaan setelah menjalani bulan Ramadan.

Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, mengungkapkan bahwa masyarakat Iran tidak dapat merayakan Idulfitri tahun ini karena kondisi perang yang terus memburuk. Pernyataan tersebut disampaikan saat dirinya bertemu dengan Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI), Jusuf Kalla, di Jakarta pada Rabu (18/3).

Baca Juga : THR Anak Cepat Habis? Ini Cara Mengatur Angpau Lebaran Anak Menurut Psikolog dan Perencana Keuangan

Menurut Boroujerdi, suasana duka menyelimuti masyarakat Iran menjelang hari raya. Serangan yang terjadi tidak hanya menargetkan fasilitas militer, tetapi juga menyasar wilayah sipil.

“Walaupun ini merupakan momen bulan suci Ramadan dan sebentar lagi Idulfitri, masyarakat Iran tidak bisa merayakan momen penting tersebut,” ujarnya, seperti dikutip pada Kamis (19/3). 

Boroujerdi menyebut jumlah korban terus meningkat, termasuk dari kalangan anak-anak. Hingga saat ini, sedikitnya 250 anak dilaporkan menjadi korban dalam serangan yang terjadi.

Ia juga menyoroti bahwa sejumlah fasilitas umum seperti rumah sakit, sekolah, hingga situs warisan budaya turut menjadi sasaran serangan. Kondisi ini semakin memperparah krisis kemanusiaan yang tengah terjadi di Iran.

Dalam kesempatan yang sama, Boroujerdi menyampaikan apresiasi kepada pemerintah dan masyarakat Indonesia atas dukungan yang diberikan di tengah konflik.

Ia menilai solidaritas dari berbagai pihak, baik pemerintah maupun organisasi kemanusiaan, sangat berarti bagi rakyat Iran yang sedang menghadapi situasi sulit.

Baca Juga : Diskon Tarif Tol 30 Persen Saat Arus Balik Lebaran 2026, Cek Jadwal dan Ruas Tol yang Berlaku

Ketegangan di kawasan Timur Tengah terus meningkat sejak konflik pecah pada 28 Februari 2026. Sejumlah fasilitas energi dilaporkan menjadi target serangan, memicu kekhawatiran terhadap stabilitas kawasan dan dampaknya terhadap ekonomi global.

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, bahkan mengklaim bahwa pihaknya berhasil menewaskan sejumlah tokoh penting Iran, termasuk Ali Larijani dan Komandan Pasukan Basij, Gholamreza Soleimani.

Sebagai balasan, Iran melancarkan serangan ke wilayah Tel Aviv yang dilaporkan menewaskan dua warga Israel.

Dengan kondisi yang masih jauh dari kata aman, masyarakat Iran dipastikan tidak dapat merayakan Idulfitri seperti tahun-tahun sebelumnya. Hari yang biasanya diisi dengan kebahagiaan, kini berubah menjadi momen penuh duka dan keprihatinan.