Pengelola Balekambang Tertibkan PKL Jelang Libur Lebaran
Reporter
Ashaq Lupito
Editor
Sri Kurnia Mahiruni
19 - Mar - 2026, 10:37
JATIMTIMES - Sejumlah pengelola destinasi wisata Pantai Malang Selatan telah bersiap menyambut wisatawan pada momen libur Lebaran Idulfitri 1447 Hijriah/2026 Masehi. Sedangkan salah satu upaya yang dilakukan untuk membuat para pengunjung betah ialah menertibkan keberadaan para Pedagang Kaki Lima (PKL).
Kesiapan menyambut meningkatnya kunjungan wisatawan tersebut juga turut dilakukan oleh pengelola Pantai Balekambang, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang. Kepala Unit Pantai Balekambang Perumda Jasa Yasa Wijang Erlangga mengaku, pihaknya telah melakukan rapat koordinasi untuk penataan PKL.
Baca Juga : THR Anak Cepat Habis? Ini Cara Mengatur Angpau Lebaran Anak Menurut Psikolog dan Perencana Keuangan
"Nantinya PKL di Balekambang harus resmi, kemudian kami sediakan beberapa blok untuk pusat PKL. Jadi tidak semrawut untuk menyambut libur Hari Raya," ujarnya saat ditemui JatimTIMES jelang persiapan libur Lebaran.
Sejatinya, disampaikan Wijang, saat ini sudah ada beberapa pedagang yang juga mengisi kios-kios yang ada di kawasan Pantai Balekambang. Namun, pada momen tertentu termasuk saat libur lebaran, biasanya banyak PKL yang mangkal di Pantai Balekambang.
"Jadi yang ditertibkan bukan pedagang, tapi PKL asongan. Nanti kami wadahi, ada penempatan di setiap blok. Di Balekambang kan ada blok A, B, C untuk yang pedagang," imbuhnya.
Beberapa blok tersebut, dijelaskan Wijang, berada secara terpisah alias tersebar di beberapa titik. Rinciannya, di kawasan dekat Pura ialah blok A. Kemudian yang di tengah ialah blok B. Sedangkan yang di ujung pada kawasan sekitaran masjid dan parkiran ialah blok C.
"Jadi kami kasih tempat khusus untuk pusat jajanan kaki lima," imbuhnya.
Baca Juga : Diskon Tarif Tol 30 Persen Saat Arus Balik Lebaran 2026, Cek Jadwal dan Ruas Tol yang Berlaku
Berdasarkan hasil pemetaan awal, dijabarkan Wijang, ada ratusan PKL yang pernah mangkal di kawasan Pantai Balekambang. "Kalau pemetaan awal ada sekitar 170 PKL, tapi ini mau kamu perkecil. Jadi benar-benar PKL yang setiap hari berada di sini meski ramai maupun sepi yang kami utamakan," ujarnya.
Jika tidak ada perubahan, rencananya setiap blok maksimal hanya di isi 20 PKL. Sehingga total hanya disediakan tempat untuk 60 PKL.
"Tapi nanti tidak menutup kemungkinan ada tambahan, kami bagi dulu untuk PKL yang memang sering ada di sini atau warga sekitar sini," pungkasnya.
