Sego Babat Mas Bull Kota Batu, Spesialis Babat Sapi Gurih Tanpa Bau Amis

Reporter

Irsya Richa

Editor

A Yahya

21 - Mar - 2026, 08:07

Sego Babat Mas Bull Kota Batu. (Foto: Irsya Richa/JatimTIMES)

JATIMTIMES - Aroma rempah yang menguar dari wajan panas langsung menyergap siapa saja yang melintas di Jalan Diponegoro Kota Batu, tepatnya sebelum pertigaan SMP Islam. Lapak itu adalah Sego Babat Mas Bull, yang dikenal sebagai spesialis olahan jeroan sapi dengan cita rasa khas yang menggugah selera.

Seporsi nasi hangat lengkap dengan babat sapi, sambal pedas, tahu, serundeng, dan lalapan disajikan dengan harga yang sangat ramah di kantong, hanya Rp 13 ribu. Perpaduan rempah yang meresap membuat olahan babat di tempat ini terasa gurih tanpa meninggalkan bau amis yang sering menjadi kekhawatiran penikmat jeroan.

Baca Juga : Bosan Menu Lebaran? Ini 6 Rekomendasi Makanan yang Bisa Jadi Pilihan Setelah Idulfitri

Hanya saja bagi yang ingin menyantapnya harus datang pagi hari, sebab Sego Babat Mas Bull hanya buka selama dua jam, yakni mulai pukul 06.00 hingga 08.00 WIB. Meski hanya sebentar, lapaknya kerap diserbu pembeli.

Owner Sego Babat Mas Bull, Ady yang akrab disapa Bulux, mengatakan usaha kuliner yang jalankan telah berjalan sekitar tiga tahun. Ia melihat peluang karena belum banyak penjual yang secara khusus menawarkan menu berbahan dasar jeroan sapi di Kota Batu.

“Pemasarannya dari orang ke orang. Alhamdulillah banyak yang cocok dengan rasanya. Mayoritas pembeli dari warga Kota Batu, tapi wisatawan juga sering mampir,” kata Bulux.

Selain babat, lapak ini juga menyediakan berbagai pilihan lauk jeroan lainnya. Mulai dari babat rawis, paru, limpa, usus iso, daging empal, sate komoh, hingga sate usus yang menjadi favorit sebagian pelanggan.

Bulux mengaku selalu menjaga kualitas rasa agar pelanggan tetap setia datang kembali. Konsistensi rasa menurutnya menjadi kunci utama agar usaha kuliner yang ia rintis tetap diminati. “Saya tidak ingin pembeli, apalagi yang sudah langganan, merasa kecewa. Jadi rasa dan tampilannya saya jaga supaya tetap konsisten seperti dulu,” imbuh Bulux.

Baca Juga : Bertahan sejak 2005, Opak Gambir “Maharis” Jaga Rasa di Tengah Gempuran Kue Modern

Dari usaha tersebut, Bulux mengaku mampu meraih pendapatan rata-rata sekitar Rp 1 juta per hari, baik saat Ramadan maupun di hari biasa. Ia pun bersyukur hingga saat ini sudah banyak pelanggannya.

Salah satu pelanggan, Rita Ayu, warga Kelurahan Sisir, mengaku sudah hampir satu tahun menjadi pelanggan setia Sego Babat Mas Bull. Ia menilai cita rasa babat yang gurih dipadu serundeng dan sambal pedas menjadi daya tarik utama. “Tidak tahu kenapa, walaupun terlihat sederhana tapi rasanya nikmat sekali. Apalagi buat sarapan, cocok banget. Harganya juga cuma Rp 13 ribu,” ucap Rita.

Ia bahkan mengaku sering meminta tambahan sambal karena menurutnya babat paling nikmat disantap bersama sambal pedas dan nasi hangat. “Yang paling beda dari tempat lain itu jeroannya di sini tidak bau premus. Jadi lebih enak dimakan,” kata Rita.