Mudik 2026, Penumpang Kereta di Daop 8 Surabaya Diprediksi Naik 7 Persen

12 - Mar - 2026, 03:28

Stasiun Malang.(Foto: Istimewa).

JATIMTIMES - Jumlah penumpang kereta api pada masa angkutan Lebaran 2026 di wilayah Daerah Operasi (Daop) 8 Surabaya diprediksi mengalami peningkatan. PT Kereta Api Indonesia (Persero) memperkirakan jumlah penumpang naik sekitar tujuh persen dibandingkan angkutan Lebaran tahun lalu.

Manager Humas PT Kereta Api Indonesia Daop 8 Surabaya, Mahendro Trang Bawono mengatakan, prediksi tersebut terlihat dari tren penjualan tiket yang mulai meningkat menjelang periode mudik.

Baca Juga : Panduan Lengkap Salat Idulfitri 2026: Niat, Bacaan, Tata Cara hingga Doa

“Memang untuk peningkatan kami prediksi ada kenaikan sebesar tujuh persen dibandingkan dengan tahun lalu,” ujar Mahendro.

Ia menjelaskan, dari total 136.000 tiket yang disediakan untuk keberangkatan dari Stasiun Malang selama masa angkutan Lebaran, sebanyak 59.000 tiket atau sekitar 43 persen telah terjual.

Dari jumlah tersebut, sekitar 49.000 penumpang tercatat berangkat langsung dari Stasiun Malang, sedangkan sisanya berasal dari stasiun-stasiun lain di wilayah Malang Raya.

Sementara itu, puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada 18 Maret 2026. Sedangkan puncak arus balik sementara diprediksi berlangsung pada 24 Maret 2026. Namun demikian, angka tersebut masih bersifat dinamis karena penjualan tiket masih terus berlangsung.

Untuk mengantisipasi lonjakan penumpang, KAI Daop 8 menambah dua perjalanan kereta api dari Stasiun Malang, yakni KA Arjuno Express dan KA Gajayana Tambahan.

Dengan tambahan tersebut, total terdapat 13 perjalanan kereta api yang beroperasi dari wilayah Malang, terdiri dari 11 kereta reguler dan dua kereta tambahan.

Baca Juga : Lebaran Enaknya Liburan ke Mana? Ini Rekomendasi Destinasi Wisata yang Bisa Dikunjungi

Selain menyiapkan perjalanan tambahan, KAI Daop 8 juga telah melakukan berbagai persiapan sejak awal Februari, mulai dari pemeriksaan sarana hingga inspeksi jalur kereta.

Mahendro menambahkan, pemeriksaan sarana seperti lokomotif dan rangkaian kereta telah dilakukan bersama Kementerian Perhubungan Republik Indonesia dan seluruh armada dinyatakan laik operasi.

Di sisi lain, inspeksi jalur juga dilakukan di seluruh lintas operasional, mulai dari wilayah Bojonegoro hingga jalur Malang. Dari hasil pemeriksaan tersebut ditemukan beberapa catatan minor yang langsung ditindaklanjuti dengan perbaikan untuk memastikan keselamatan perjalanan kereta selama masa angkutan Lebaran.