Keutamaan Salat Tarawih Malam ke-16 Ramadan: Dijanjikan Keselamatan dari Neraka

Reporter

Mutmainah J

Editor

A Yahya

05 - Mar - 2026, 04:17

Ilustrasi salat tarawih. (Foto: Freepik)

JATIMTIMES - Bulan Ramadan selalu menjadi waktu yang penuh berkah bagi umat Islam. Di bulan suci ini, setiap amalan kebaikan yang dilakukan akan dilipatgandakan pahalanya oleh Allah SWT. Salah satu ibadah yang sangat dianjurkan selama Ramadan adalah salat tarawih yang dikerjakan pada malam hari setelah salat Isya.

Salat tarawih bukan hanya menjadi tradisi ibadah yang dilakukan secara berjamaah di masjid, tetapi juga memiliki berbagai keutamaan yang luar biasa. Bahkan, setiap malam dalam Ramadan diyakini memiliki keistimewaan tersendiri bagi umat Islam yang bersungguh-sungguh menjalankannya.

Baca Juga : Pembiayaan BPKB Solusi Mendapatkan Dana Tunai Saat Bulan Puasa

Keutamaan salat malam di bulan Ramadan dijelaskan dalam hadis Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah r.a. Rasulullah bersabda:

مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

Artinya:

“Barangsiapa melakukan qiyam Ramadan (salat malam di bulan Ramadan) karena iman dan mengharap pahala, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Hadis tersebut menunjukkan bahwa ibadah malam selama Ramadan, termasuk salat tarawih, dapat menjadi jalan bagi seorang muslim untuk mendapatkan ampunan atas dosa-dosanya. Namun, keutamaan tersebut hanya bisa diraih jika ibadah dilakukan dengan penuh keimanan serta niat tulus untuk mengharap ridha Allah SWT.

Keutamaan Salat Tarawih Malam ke-16

Selain keutamaan secara umum, sejumlah ulama juga menjelaskan adanya keistimewaan tertentu pada setiap malam salat tarawih. Penjelasan ini salah satunya terdapat dalam kitab Durratun Nashihin, yang banyak dipelajari di kalangan ulama dan santri untuk memahami amalan-amalan spiritual di bulan Ramadan.

Dalam kitab tersebut disebutkan bahwa orang yang melaksanakan salat tarawih pada malam ke-16 Ramadan akan memperoleh ganjaran istimewa dari Allah SWT, yakni terbebas dari siksa api neraka serta dijanjikan keselamatan menuju surga.

Hal ini sebagaimana disebutkan dalam keterangan berikut:

وَفِى اللَّيْلَةِ السَّادِسَةَ عَشَرَةَ كَتَبَ اللهُ لَهُ بَرَاءَةَ النَّجَاةِ مِنَ النَّارِ وَبَرَاءَةَ الدُّخُوْلِ مِنَ الْجَنَّةِ

Artinya:

“Pada malam keenam belas, Allah mencatat baginya kebebasan dari api neraka dan jaminan untuk masuk ke dalam surga.”

Penjelasan ini menjadi motivasi bagi umat Islam untuk terus menjaga semangat beribadah selama bulan Ramadan, khususnya dengan tidak meninggalkan salat tarawih. Dengan menjalankan ibadah tersebut secara konsisten, seorang muslim diharapkan dapat meraih rahmat, ampunan, dan keselamatan di akhirat.

Surga dan Neraka dalam Pandangan Islam

Dalam ajaran Islam, surga dan neraka merupakan tempat balasan bagi setiap manusia atas perbuatannya selama hidup di dunia. Surga dijanjikan bagi orang-orang yang beriman dan senantiasa menjalankan perintah Allah SWT, sedangkan neraka menjadi tempat bagi mereka yang ingkar dan terus melakukan kemaksiatan.

Al-Qur'an juga menjelaskan tentang keberadaan surga dan neraka sebagai pengingat bagi manusia agar selalu memilih jalan yang benar. Salah satunya terdapat dalam Surah Al-Baqarah ayat 221 yang artinya:

“Mereka mengajak ke neraka, sedang Allah mengajak ke surga dan ampunan dengan izin-Nya. Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepada manusia agar mereka mengambil pelajaran.”

Selain itu, Allah juga mengingatkan bahwa jalan menuju surga tidak selalu mudah. Umat manusia akan diuji dengan berbagai cobaan sebelum akhirnya memperoleh pertolongan dari Allah SWT. Hal ini sebagaimana disebutkan dalam Surah Al-Baqarah ayat 214 yang artinya:

“Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum datang kepadamu cobaan sebagaimana yang dialami orang-orang sebelum kamu? Mereka ditimpa malapetaka dan kesengsaraan, serta diguncangkan dengan berbagai cobaan hingga rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya berkata, ‘Kapankah datang pertolongan Allah?’ Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu sangat dekat.”

Malam ke-16 Ramadan Mulai Dibaca Doa Qunut

Memasuki malam ke-16 Ramadan, di banyak masjid juga mulai dibacakan doa qunut pada salat witir yang dilakukan setelah salat tarawih. Dalam tradisi sebagian umat Islam, khususnya yang mengikuti mazhab Syafi’i, doa qunut memang dibaca pada pertengahan kedua bulan Ramadan hingga malam terakhir.

Pembacaan qunut ini biasanya dilakukan pada rakaat terakhir salat witir setelah rukuk. Doa tersebut berisi permohonan kepada Allah agar diberikan petunjuk, perlindungan, keberkahan, serta dijauhkan dari berbagai keburukan.

Tata Cara Membaca Doa Qunut pada Salat Witir

Secara umum, tata cara membaca doa qunut pada salat witir di bulan Ramadan adalah sebagai berikut:

• Salat witir dikerjakan setelah rangkaian salat tarawih selesai.

• Pada rakaat terakhir witir, setelah membaca surat dan melakukan rukuk, imam bangkit kembali ke posisi berdiri (i’tidal).

• Dalam posisi berdiri tersebut, imam membaca doa qunut dan makmum mengamini doa yang dipanjatkan.

• Setelah doa qunut selesai, salat dilanjutkan dengan sujud seperti biasa hingga salam.

Adapun salah satu bacaan doa qunut yang sering dibaca adalah:

اللَّهُمَّ اهْدِنَا فِيمَنْ هَدَيْتَ

وَعَافِنَا فِيمَنْ عَافَيْتَ

وَتَوَلَّنَا فِيمَنْ تَوَلَّيْتَ

وَبَارِكْ لَنَا فِيمَا أَعْطَيْتَ

وَقِنَا شَرَّ مَا قَضَيْتَ

فَإِنَّكَ تَقْضِي وَلَا يُقْضَى عَلَيْكَ

وَإِنَّهُ لَا يَذِلُّ مَنْ وَالَيْتَ

وَلَا يَعِزُّ مَنْ عَادَيْتَ

تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ

فَلَكَ الْحَمْدُ عَلَى مَا قَضَيْتَ

أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ

وَصَلَّى اللَّهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ النَّبِيِّ الْأُمِّيِّ

وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ

Artinya

“Ya Allah, berilah kami petunjuk sebagaimana orang-orang yang telah Engkau beri petunjuk.

Berilah kami kesehatan sebagaimana orang-orang yang telah Engkau beri kesehatan.

Pimpinlah kami sebagaimana orang-orang yang telah Engkau pimpin.

Berkahilah apa yang telah Engkau berikan kepada kami.

Lindungilah kami dari keburukan yang telah Engkau tetapkan.

Sesungguhnya Engkaulah yang menetapkan dan tidak ada yang dapat menetapkan atas-Mu.

Sesungguhnya tidak akan hina orang yang Engkau lindungi dan tidak akan mulia orang yang Engkau musuhi.

Baca Juga : Sukses Serap 23.468 Tenaga Kerja, Investasi Kota Kediri Tahun 2025 Tumbuh 7,57 Persen

Maha Suci Engkau wahai Tuhan kami dan Maha Tinggi Engkau.

Maka bagi-Mu segala puji atas apa yang telah Engkau tetapkan.

Aku memohon ampun kepada-Mu dan aku bertobat kepada-Mu.

Semoga Allah melimpahkan rahmat kepada Nabi Muhammad, keluarga dan para sahabatnya.”

Melalui berbagai penjelasan tersebut, umat Islam diingatkan untuk memanfaatkan bulan Ramadan sebaik mungkin dengan memperbanyak ibadah, termasuk menjaga salat tarawih setiap malam. Dengan kesungguhan dalam beribadah, diharapkan setiap muslim dapat meraih ampunan, rahmat, serta keselamatan dari siksa neraka.