Tak Hanya Kolak, Ini 9 Kuliner Khas Ramadan dari Berbagai Daerah di Indonesia yang Wajib Dicoba

Reporter

Mutmainah J

03 - Mar - 2026, 01:53

Kicak, salah satu makanan khas Ramadan yang berasal dari Yogyakarta. (Foto: iStock)

JATIMTIMES - Bulan Ramadan selalu identik dengan kolak. Sajian manis berbahan gula aren, santan, dan pisang ini memang seolah menjadi “menu wajib” saat berbuka puasa. Namun, jika menengok lebih jauh ke berbagai penjuru Nusantara, ternyata ada banyak kuliner khas Ramadan lain yang tak kalah menggugah selera.

Setiap daerah punya hidangan andalan yang biasanya hanya mudah ditemukan saat bulan puasa. Mulai dari makanan gurih berbumbu rempah hingga takjil manis yang legit, semuanya mencerminkan kekayaan rasa dan tradisi Indonesia. Dilansir dari situs Wonderful Indonesia (3/3/2026), berikut sembilan kuliner khas Ramadan dari berbagai daerah yang selalu dirindukan kehadirannya.

1. Kicak – Yogyakarta

Kicak – Yogyakarta. (Foto: iStock)

Di kawasan Kampung Kauman, Yogyakarta, Ramadan terasa kurang lengkap tanpa kicak. Takjil tradisional ini sudah populer sejak era 1970-an dan menjadi salah satu buruan utama di pasar sore Ramadan.

Baca Juga : Peminat Program 1.000 Sarjana Kota Batu Membeludak, 399 Pendaftar Berebut Beasiswa Hingga Rp 10 Juta per Semester

Kicak dibuat dari ketan yang ditumbuk, kemudian dicampur santan, potongan nangka, serta kelapa parut. Rasanya manis dan gurih dengan aroma khas yang langsung menggugah selera saat azan Magrib berkumandang.

2. Bubur Kanji Rumbi – Aceh

Bubur Kanji Rumbi – Aceh. (Foto: iStock)

Berbeda dari bubur pada umumnya, bubur kanji rumbi dari Aceh memiliki cita rasa gurih dan sedikit pedas dengan aroma rempah yang kuat. Hidangan ini kerap dibagikan di masjid-masjid untuk buka puasa bersama.

Pengaruh kuliner India terasa dalam racikannya. Selain mengenyangkan, bubur ini juga memberi sensasi hangat setelah seharian berpuasa.

3. Bongko Kopyor – Gresik, Jawa Timur

Bongko Kopyor – Gresik, Jawa Timur. (Foto: iStock)

Bongko kopyor menjadi primadona takjil di Gresik saat Ramadan. Terbuat dari campuran sagu, roti tawar, nangka, kelapa muda, pisang, dan santan, adonan ini dibungkus daun pisang lalu dikukus.

Teksturnya lembut dengan rasa manis yang menyegarkan. Menu ini biasanya hanya ramai dijual saat bulan puasa.

4. Ketan Bintul – Banten

Ketan Bintul – Banten. (Foto: iStock)

Ketan bintul merupakan makanan tradisional Banten yang konon sudah ada sejak abad ke-16 dan pernah menjadi favorit Sultan Banten. Beras ketan yang dikukus disajikan dengan taburan serundeng berbumbu.

Saat Ramadan, ketan bintul sering disantap bersama semur daging atau lauk lainnya sebagai menu berbuka yang mengenyangkan.

5. Putu Mangkok – Kepulauan Riau

Putu Mangkok – Kepulauan Riau. (Foto: iStock)

Dari Kepulauan Riau, ada putu mangkok yang selalu hadir sebagai takjil manis. Terbuat dari tepung beras dan gula aren, kue ini disajikan dengan taburan kelapa parut.

Bentuknya menyerupai mangkuk kecil yang terbalik, dengan tekstur lembut dan rasa manis yang seimbang dengan gurihnya kelapa.

6. Mie Glosor – Bogor, Jawa Barat

Mie Glosor – Bogor, Jawa Barat. (Foto: iStock)

Bogor punya mie glosor yang populer saat Ramadan. Disebut “glosor” karena teksturnya yang licin dan lembut, mie ini berwarna kuning cerah.

Baca Juga : Inflasi Kota Malang Februari 2026 Capai 0,74 Persen, Harga Pangan Jadi Pemicu Utama

Uniknya, mie glosor dibuat dari tepung aci atau singkong, bukan tepung terigu. Biasanya dijual di pasar takjil dan disantap bersama gorengan atau lauk sederhana.

7. Barongko – Makassar, Sulawesi Selatan

Barongko – Makassar, Sulawesi Selatan. (Foto: iStock)

Barongko adalah hidangan khas Makassar yang terbuat dari pisang yang dihaluskan bersama telur, santan, gula, dan sedikit garam. Adonan ini dibungkus daun pisang lalu dikukus hingga matang.

Rasanya manis gurih dengan tekstur lembut. Barongko bisa dinikmati dalam kondisi hangat maupun dingin, sama-sama nikmat untuk berbuka.

8. Bingka Kentang – Banjar, Kalimantan Selatan

Bingka Kentang – Banjar, Kalimantan Selatan. (Foto: iStock)

Bingka kentang menjadi salah satu kue favorit masyarakat Banjar saat Ramadan. Terbuat dari campuran kentang, santan, gula, susu, dan tepung, kue ini dipanggang hingga matang.

Teksturnya lembut dengan rasa manis legit. Selain untuk berbuka, bingka kentang juga sering hadir dalam berbagai acara keluarga.

9. Asida – Maluku

Asida – Maluku. (Foto: iStock)

Dari Maluku, ada asida yang mendapat pengaruh kuliner Timur Tengah. Hidangan ini dibuat dari tepung terigu, gula merah, kayu manis, dan kapulaga, lalu disajikan dengan lelehan mentega.

Teksturnya lembut dan cita rasanya manis dengan aroma rempah yang khas. Selama Ramadan, asida mudah ditemukan di pasar takjil dan menjadi pilihan utama warga setempat.

Ragam kuliner khas Ramadan ini menunjukkan betapa kayanya tradisi Indonesia. Setiap daerah punya cara unik dalam menyambut bulan suci, bukan hanya lewat ibadah, tetapi juga melalui hidangan yang diwariskan turun-temurun. Jadi, kalau Ramadan kali ini ingin mencoba sesuatu yang berbeda, mungkin salah satu menu khas daerah di atas bisa jadi pilihan.