Daftar Keutamaan Salat Tarawih Malam 1-30, dari Menebus Dosa hingga Dijanjikan Balasan Surga 

Reporter

Binti Nikmatur

Editor

Yunan Helmy

02 - Mar - 2026, 04:36

Salat Tarawih. (Foto: iStock)

JATIMTIMES - Ramadan terus berjalan. Malam ini, sebagian umat Islam telah memasuki malam ke-13 Tarawih. Di masjid dan musala, saf kembali terisi penuh. Di rumah-rumah, tak sedikit pula yang memilih salat sendiri bersama keluarga.

Namun di media sosial, masih banyak yang mempertanyakan keutamaan salat Tarawih malam 1 sampai 30. Berikut JatimTIMES rangkum penjelasan lengkap terkait keutamaan salat Tarawih, dilansir dari berbagai sumber.  

Baca Juga : Polisi Bongkar Peredaran Uang Palsu Pecahan 100 Ribu di Kota Malang, Satu DPO Diburu

Untuk diketahui, salat Tarawih adalah salat sunah muakkadah yang dikerjakan pada malam Ramadan. Rasulullah SAW pernah mencontohkannya secara berjemaah di masjid, sebagaimana diriwayatkan oleh Aisyah RA:

"Pada suatu malam, Nabi SAW berada di dalam masjid, beliau salat dan diikuti oleh para sahabat. Di hari berikutnya Nabi salat seperti di hari pertama dan jemaah yang mengikutinya bertambah banyak. Kemudian, di hari ketiga atau keempat sahabat berkumpul di masjid untuk menanti kedatangan Nabi untuk salat jemaah tarawih bersama-sama, namun Nabi tidak kunjung hadir hingga subuh.
Beliau menjelaskan perihal ketidakhadirannya di masjid semalam, beliau bersabda: 'Aku telah melihat apa yang kalian lakukan, tidaklah mencegahku untuk keluar salat bersama kalian kecuali aku khawatir salat ini difardukan atas kalian. Perawi hadis menjelaskan bahwa yang demikian itu terjadi di bulan Ramadan,” (HR. Bukhari dan Muslim).

Sejak itu, para ulama sepakat bahwa Tarawih adalah ibadah yang sangat dianjurkan. Bisa dikerjakan sendiri (munfarid) maupun berjemaah, meski berjemaah di masjid dinilai lebih utama.

Soal pahala Tarawih, ada hadis sahih yang menjadi pegangan utama umat Islam. Dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda:

Rasulullah saw. menganjurkan untuk melakukan qiyamu Ramadan [salat tarawih], tetapi tidak mewajibkannya, sebagaimana sabda beliau: 'Barang siapa yang terjaga [melakukan qiyam] pada Ramadan karena iman dan mengharap pahala akan diampuni dosanya yang telah lalu,” (HR. Bukhari dan Muslim).

Dalam riwayat lain dari Abu Dzar Al-Ghifari disebutkan:

Siapa yang salat bersama imam sampai ia selesai, maka ditulis untuknya pahala qiyam satu malam penuh," (HR. Nasai, Tirmidzi, Ibnu Majah, Ahmad, dan Tirmidzi).

Dari dua hadis di atas, para ulama menyimpulka satu hal, yakni keutamaan utama Tarawih adalah ampunan dosa bagi yang melakukannya dengan iman dan mengharap pahala.

Berdasarkan kitab klasik berjudul Durratun Nasihin karya Syekh Usman bin Hasan bin Ahmad Asy-Syakir Al-Khubawi, disebutkan secara rinci keutamaan tiap malam. Keutamaan salat tarawih malam 1-30 adalah sebagai berikut: 

Salat Tarawih Malam Ke-1:
يَخْرُجُ الْمُؤْمِنُ مِنْ ذَنْبِهِ فِى اَوَّلِ لَيْلَةٍ كَيَوْمِ وَلَدَتْهُ اُمُّهُ
Artinya:
“Pada salat Tarawih Malam pertama, dosa orang mukmin [yang melakukan tarawih] akan keluar seperti ketika ibunya melahirkan ia ke dunia.”

Salat Tarawih Malam Ke-2:
وَفِى اللَّيْلَةِ الثَّانِيَةِ يُغْفَرُ لَهُ وَلِأَبَوَيْهِ اِنْ كَانَا مُؤْمِنَيْنِ
Artinya:
“Pada salat Tarawih Malam kedua, orang yang salat Tarawih akan diampuni dosanya serta dosa kedua orang tuanya jika keduanya mukmin.”

Salat Tarawih Malam Ke-3:
وَفِى اللَّيْلَةِ الثَّالِثَةِ يُنَادِيْ مَلَكٌ مِنْ تَحْتِ الْعَرْشِ اِسْتَأْنِفِ الْعَمَلَ غَفَرَ اللهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِكَ
Artinya:
“Pada salat Tarawih Malam ketiga, malaikat di bawah Arasy berseru: mulailah melakukan amal kebaikan, maka Allah akan mengampuni dosamu yang telah lalu.”

Salat Tarawih Malam Ke-4:
وَفِى اللَّيْلَةِ الرَّابِعَةِ لَهُ مِنَ الْاَجْرِ مِثْلُ قِرَاءَةِ التَّوْرَاتِ وَالْاِنْجِيْلِ وَالزَّبُوْرِ وَالْفُرْقَانِ
Artinya:
“Pada salat Tarawih Malam keempat, dia mendapatkan pahala sebagaimana pahala seseorang yang membaca kitab Taurat, Injil, Zabur dan Al-Qur’an.”

Salat Tarawih Malam Ke-5:
وَفِى اللَّيْلَةِ الْخَامِسَةِ اَعْطَاهُ اللهُ تَعَالَى مِثْلَ مَنْ صَلَّى فِى الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ وَ الْمَسْجِدِ الْمَدِيْنَةِ وَالْمَسْجِدِ الْاَقْصَى
Artinya:
“Pada salat Tarawih Malam kelima, Allah memberikan pahala seperti pahala seseorang yang salat di Masjidil Haram, Masjid Madinah dan Masjidil Aqsha.”

Salat Tarawih Malam Ke-6:
وَفِى اللَّيْلَةِ السَّادِسَةِ اَعْطَاهُ اللهُ تَعَالَى ثَوَابَ مَنْ طَافَ بِالْبَيْتِ الْمَعْمُوْرِ وَيَسْتَغْفِرُ لَهُ كُلُّ حَجَرٍ وَمَدْرٍ
Artinya:
“Pada salat Tarawih Malam keenam, Allah memberikan pahala seperti pahala malaikat yang tawaf di Baitul Makmur dan setiap batu dan tanah pun memintakan ampunan untuknya.”

Salat Tarawih Malam Ke-7:
وَفِى اللَّيْلَةِ السَّابِعَةِ فَكَأَنَّمَا اَدْرَكَ مُوْسَى عَلَيْهِ السَّلَامُ وَنَصَرَهُ عَلَى فِرْعَوْنَ وَهَامَانَ
Artinya:
“Pada salat Tarawih Malam ketujuh, seakan-akan menemui zaman Nabi Musa AS dan menolongnya dari serangan Fir’aun dan Haman.”

Salat Tarawih Malam Ke-8:
وَفِى اللَّيْلَةِ الثَّامِنَةِ اَعْطَاهُ اللهُ تَعَالَى مَا اَعْطَى اِبْرَاهِيْمَ عَلَيْهِ السَّلَامُ
Artinya:
“Pada salat Tarawih Malam kedelapan, Allah memberi anugerah sebagaimana anugerah yang telah diberikan kepada Nabi Ibrahim.”

Salat Tarawih Malam Ke-9:
وَفِى اللَّيْلَةِ التَّاسِعَةِ فَكَأَنَّمَا عَبَدَ اللهَ تَعَالَى عِبَادَةَ النَّبِىِّ عَلَيْهِ الصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ
Artinya:
“Pada salat Tarawih Malam kesembilan, seakan-akan beribadah kepada Allah sebagaimana ibadahnya para nabi.”

Salat Tarawih Malam Ke-10:
وَفِى اللَّيْلَةِ الْعَاشِرَةِ يَرْزُقُهُ اللهُ تَعَالَى خَيْرَىِ الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ
Artinya:
“Pada salat Tarawih Malam yang kesepuluh, Allah akan memberikan kebaikan yang lebih baik di dunia maupun di akhirat.”

Salat Tarawih Malam Ke-11:
وَفِى اللَّيْلَةِ الْحَادِيَةَ عَشَرَةَ يَخْرُجُ مِنَ الدُّنْيَا كَيَوْمٍ وُلِدَ مِنْ بَطْنِ اُمِّهِ
Artinya:
“Pada salat Tarawih Malam kesebelas, kelak ia akan meninggal dunia seperti keadaan dimana ia baru dilahirkan dari perut ibunya.”

Salat Tarawih Malam Ke-12:
وَفِى اللَّيْلَةِ الثَّانِيَةَ عَشَرَةَ جَاءَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَوَجْهُهُ كَالْقَمَرِ لَيْلَةَ الْبَدْرِ
Artinya:
“Pada salat Tarawih Malam kedua belas, pada saat hari kiamat wajahnya bersinar bagaikan bulan di salat Tarawih Malam purnama.”

Salat Tarawih Malam Ke-13:
وَفِى اللَّيْلَةِ الثَّالِثَةَ عَشَرَةَ جَاءَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ آمْنًا مِنْ كُلِّ سُوْءٍ
Artinya:
“Pada salat Tarawih Malam ketiga belas, pada saat hari kiamat ia akan selamat dari segala macam keburukan.”

Salat Tarawih Malam Ke-14:
وَفِى اللَّيْلَةِ الرَّابِعَةَ عَشَرَةَ جَاءَتِ الْمَلَائِكَةُ يَشْهَدُوْنَ لَهُ اَنَّهُ قَدْ صَلَّى التَّرَاوِيْحَ فَلَا يُحَاسِبُهُ اللهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ
Artinya:
“Pada salat Tarawih Malam keempat belas, malaikat menjadi saksi bahwa ia melakukan salat tarawih.” Maka Allah tidak akan menghisabnya kelak di hari kiamat.”

Baca Juga : Daftar Nomor Darurat KBRI di Negara Timur Tengah, Aktif 24 Jam

Salat Tarawih Malam Ke-15:
وَفِى اللَّيْلَةِ الْخَامِسَةَ عَشَرَةَ تُصَلِّى عَلَيْهِ الْمَلَائِكَةُ وَحَمَلَةُ الْعَرْشِ وَالْكُرْسِىِّ
Artinya:
“Pada salat Tarawih Malam kelima belas, para malaikat, malaikat penyangga Arsy dan para malaikat penjaga kursi kerajaan langit akan memintakan ampunan untuknya.”

Salat Tarawih Malam Ke-16:
وَفِى اللَّيْلَةِ السَّادِسَةَ عَشَرَةَ كَتَبَ اللهُ لَهُ بَرَاءَةَ النَّجَاةِ مِنَ النَّارِ وَبَرَاءَةَ الدُّخُوْلِ مِنَ الْجَنَّةِ
Artinya:
“Pada salat Tarawih Malam keenam belas, Allah mencatat kebebasan selamat dari neraka dan kebebasan masuk surga baginya.”

Salat Tarawih Malam Ke-17:
وَفِى اللَّيْلَةِ السَّابِعَةَ عَشَرَةَ يُعْطَى مِثْلَ ثَوَابَ الْاَنْبِيَاءِ
Artinya:
“Pada salat Tarawih Malam ketujuh belas, akan diberi pahala sebagaimana pahala para Nabi.”

Salat Tarawih Malam Ke-18:
وَفىِ اللَّيْلَةِ الثَّامِنَةَ عَشَرَةَ نَادَى مَلَكٌ يَاعَبْدَ اللهِ اَنَّ اللهَ رَضِىَ عَنْكَ وَعَنْ وَالِدَيْكَ
Artinya:
“Pada salat Tarawih Malam kedelapan belas, malaikat berkata: wahai hamba Allah, sesungguhnya Allah telah meridaimu dan kedua orang tuamu.”

Salat Tarawih Malam Ke-19:
وَفِى اللَّيْلَةِ التَّاسِعَةَ عَشَرَةَ يَرْفَعُ اللهُ دَرَجَاتَهُ فِى الْفِرْدَوْسِ
Artinya:
“Pada salat Tarawih Malam kesembilan belas, Allah akan mengangkat derajatnya di surga

Salat Tarawih Malam Ke-20:
وَفِى اللَّيْلَةِ الْعِشْرِيْنَ يُعْطَى ثَوَابَ الشُّهَدَاءِ وَالصَّالِحِيْنَ
Artinya:
“Pada salat Tarawih Malam kedua puluh, akan diberi pahala seperti pahala orang yang mati syahid dan orang-orang shalih.”

Salat Tarawih Malam Ke-21:
وَفِى اللَّيْلَةِ الْحَادِيَةِ وَالْعِشْرِيْنَ بَنَى اللهُ لَهُ بَيْتًا فِى الْجَنَّةِ مِنَ النُّوْرِ
Artinya:
“Pada salat Tarawih Malam kedua puluh satu, Allah akan membangun rumah di surga yang terbuat dari cahaya untuknya.”

Salat Tarawih Malam Ke-22:
وَفِى اللَّيْلَةِ الثَّانِيَةِ وَالْعِشْرِيْنَ جَاءَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ آمِنًا مِنْ كُلِّ غَمٍّ وَهَمٍّ
Artinya:
“Pada salat Tarawih Malam kedua puluh dua, jika hari kiamat tiba maka ia akan selamat dari segala macam kesusahan dan kebingungan.”

Salat Tarawih Malam Ke-23:
وَفِى اللَّيْلَةِ الثَّالِثَةِ وَالْعِشْرِيْنَ بَنَى اللهُ لَهُ مَدِيْنَةً فِى الْجَنَّةِ
Artinya:
“Pada salat Tarawih Malam kedua puluh tiga, Allah akan membangun kota di dalam surga untuknya.”

Salat Tarawih Malam Ke-24:
وَفِى اللَّيْلَةِ الرَّابِعَةِ وَالْعِشْرِيْنَ كَانَ لَهُ اَرْبَعٌ وَعِشْرُوْنَ دَعْوَةً مُسْتَجَابَةً
Artinya:
“Pada salat Tarawih Malam kedua puluh empat, akan memperoleh dua puluh empat doa yang mustajab.”

Salat Tarawih Malam Ke-25:
وَفِى اللَّيْلَةِ الْخَامِسَةِ وَالْعِشْرِيْنَ يَرْفَعُ اللهُ تَعَالَى عَنْهُ عَذَابَ الْقَبْرِ
Artinya:
“Pada salat Tarawih Malam kedua puluh lima, Allah akan menghilangkan siksa kubur darinya.”

Salat Tarawih Malam Ke-26:
وَفِى اللَّيْلَةِ السَّادِسَةِ وَاْلعِشْرِيْنَ يَرْفَعُ اللهُ لَهُ ثَوَابَهُ اَرْبَعِيْنَ عَامًا
Artinya:
“Pada salat Tarawih Malam kedua puluh enam, Allah akan meningkatkan pahalanya selama empat puluh tahun.”

Salat Tarawih Malam Ke-27:
وَفِى اللَّيْلَةِ السَّابِعَةِ وَاْلعِشْرِيْنَ جَازَ يَوْمَ اْلقِيَامَةِ عَلَى الصِّرَاطِ كَاْلبَرْقِ اْلخَاظِفِ
Artinya:
“Pada salat Tarawih Malam kedua puluh tujuh, di hari kiamat ia melewati jembatan siratalmustakim secepat sambaran kilat.”

Salat Tarawih Malam Ke-28:
وَفِى اللَّيْلَةِ الثَّامِنَةِ وَاْلعِشْرِيْنَ يَرْفَعُ اللهُ لَهُ اَلْفَ دَرَجَةٍ فِى اْلجَنَّةِ
Artinya:
“Pada salat Tarawih Malam kedua puluh delapan, Allah akan mengangkat seribu derajat baginya di surga.”

Salat Tarawih Malam Ke-29:
وَفِى اللَّيْلَةِ التَّاسِعَةِ وَاْلعِشْرِيْنَ أَعْطَاهُ اللهُ ثَوَابَ اَلْفِ حَجَّةٍ مَقْبُوْلَةٍ
Artinya:
“Pada salat Tarawih Malam kedua puluh sembilan, Allah akan memberikan pahala seribu ibadah haji yang diterima.”

Salat Tarawih Malam Ke-30:
وَفِى اللَّيْلَةِ الثَّلاَثِيْنَ يَقُوْلُ اللهُ يَاعَبْدِى كُلْ مِنْ ثِمَارِ اْلجَنَّةِ وَاغْتَسِلْ مِنْ مَاءِ السَّلْسَبِيْلِ وَاشْرَبْ مِنَ اْلكَوْثَرِ اَنَارَبُّكَ وَاَنْتَ عَبْدِى
Artinya:
“Pada salat Tarawih Malam ketiga puluh, Allah berkata: Makanlah buah-buahan surga, mandilah dengan air salsabil, dan minumlah di telaga kautsar.” Sesungguhnya aku adalah Tuhanmu dan engkau adalah hamba-Ku.”

Demikian daftar keutamaan salat tarawih malam 1 hingga malam 30. Namun, sejumlah ulama mengingatkan agar umat berhati-hati. Tidak semua riwayat tentang keutamaan malam per malam tersebut memiliki sanad yang kuat.

Menurut ceramah bertema “Tidak Ada Fadhilah Taraweh, Benarkah?”, Buya Yahya menjelaskan bahwa keutamaan yang pasti dan sahih tentang Tarawih adalah ampunan dosa, sebagaimana hadis riwayat Bukhari dan Muslim.

Artinya, fokus utama umat Islam seharusnya bukan pada rincian pahala malam tertentu, melainkan pada keikhlasan dan konsistensi dalam menunaikan ibadah.

Ampunan dosa karena iman dan mengharap pahala sudah menjadi anugerah. Karena itu, ulama mengingatkan agar Tarawih tidak dijadikan ajang perbandingan jumlah rakaat atau klaim pahala tertentu.

Baik 8 rakaat, 20 rakaat, atau 36 rakaat, semuanya kembali pada kesungguhan dan kekhusyukan masing-masing.