Jangan Salah Waktu! Ini Penjelasan Ustaz Abdul Somad soal Gosok Gigi saat Puasa Ramadan

Reporter

Mutmainah J

Editor

Yunan Helmy

22 - Feb - 2026, 10:00

Ilustrasi menyikat gigi. (Foto: iStock)

JATIMTIMES - Saat berpuasa, menjaga kebersihan mulut menjadi hal penting. Seharian tidak makan dan minum tentu membuat mulut tidak sesegar biasanya. Karena itu, banyak orang tetap ingin menyikat gigi agar nyaman saat beraktivitas.

Namun, di balik aktivitas tersebut, muncul pertanyaan yang cukup sering terdengar, yakni bolehkah menggosok gigi di siang hari saat puasa? Jika boleh, sampai jam berapa waktu terbaik melakukannya agar tidak membatalkan puasa?

Baca Juga : Khidmah di Ponpes Al-Fatah Temboro: Kisah Zidni yang Mengabdi dengan Merawat Unta

Pertanyaan ini wajar muncul karena setiap Muslim tentu ingin menjaga puasanya tetap sah. Terkait hal tersebut, penceramah kondang Ustaz Abdul Somad atau yang akrab disapa UAS pernah menjelaskannya dalam tayangan di kanal YouTube Peradaban Islam Official.

Dalam penjelasannya, UAS menguraikan hukum serta batas waktu yang dianjurkan untuk bersiwak atau menyikat gigi selama bulan Ramadan.

Menurut Ustaz Abdul Somad, waktu yang dianjurkan untuk bersiwak adalah sebelum tergelincirnya matahari, yakni sebelum masuk waktu Duhur. Ia menyebutkan waktu pagi, seperti pukul 6, 7, 8, 9 hingga menjelang pukul 12 siang, masih termasuk waktu yang baik untuk menyikat gigi. “Dianjurkan siwak (sikat gigi) tak ada pasta sama sekali,” ujar UAS.

Anjuran ini bertujuan untuk menghindari kemungkinan pasta gigi atau air tertelan ke tenggorokan. Sebab, jika sesuatu masuk ke dalam tenggorokan dengan sengaja, hal itu bisa membatalkan puasa.

Namun, di balik anjuran tersebut terdapat perdebatan di antara para ulama. Sebagian ahli fikih berpendapat bahwa bersiwak setelah Duhur hukumnya makruh bagi orang yang berpuasa.

Pendapat ini merujuk pada hadis riwayat Muhammad al-Bukhari dalam kitab Sahih al-Bukhari yang menyebutkan: “Sungguh bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah daripada aroma kasturi.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Dalam riwayat lain disebutkan: “Demi Zat yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya, sungguh bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah daripada bau kasturi.” (HR. Bukhari no. 1894 dan Muslim no. 1151)

Dari hadis tersebut, sebagian ulama memahami bahwa aroma khas orang yang berpuasa tidak perlu dihilangkan setelah Duhur.

Namun, Ustaz Abdul Somad mengingatkan agar hadis ini tidak dipahami secara keliru. Menurut dia, bukan berarti seseorang membiarkan mulutnya kotor atau sengaja tidak menyikat gigi selama Ramadan. “Jangan dipahami makin busuk makin harum, lalu tidak sikat gigi seminggu,” ucapnya.

UAS menyarankan agar menyikat gigi dilakukan setelah sahur atau sebelum Duhur. Selain menjaga kesehatan dan kebersihan mulut, waktu tersebut juga lebih aman karena meminimalkan risiko tertelannya air atau pasta gigi.

Ia menegaskan bahwa puasa bisa batal apabila seseorang dengan sengaja memasukkan sesuatu ke dalam tenggorokan. Karena itu, kehati-hatian saat menyikat gigi sangat dianjurkan.

Tips Agar Mulut Tetap Segar Seharian saat Puasa

Selain menyikat gigi di waktu yang tepat, ada beberapa cara sederhana agar mulut tetap terasa segar meski berpuasa:

1. Sikat Gigi setelah Sahur

Pastikan menyikat gigi setelah selesai makan sahur, bukan sebelumnya. Ini membantu membersihkan sisa makanan yang bisa memicu bau mulut.

2. Gunakan Siwak

Baca Juga : Tarhim Sudah Bunyi, Masih Boleh Makan Sahur? Ini Penjelasannya

Bersiwak tanpa pasta gigi di pagi hari bisa menjadi pilihan aman sekaligus mengikuti sunnah.

3. Perbanyak Minum Air saat Sahur dan Berbuka

Cukupi kebutuhan cairan tubuh saat malam hari agar mulut tidak terlalu kering di siang hari.

4. Hindari Makanan Berbau Tajam

Saat sahur, kurangi konsumsi makanan beraroma menyengat seperti bawang mentah atau makanan terlalu pedas.

5. Jaga Kebersihan Lidah

Membersihkan lidah saat menyikat gigi membantu mengurangi bakteri penyebab bau mulut.

6. Hindari Berlebihan Bicara

Terlalu banyak berbicara bisa membuat mulut cepat kering. Istirahatkan mulut agar kelembapannya terjaga.

Pada akhirnya, menjaga kebersihan tetap bagian dari ajaran Islam. Selama dilakukan dengan cara yang tepat dan penuh kehati-hatian, menyikat gigi saat puasa bukanlah hal yang dilarang. Dengan demikian, ibadah puasa tetap terjaga dan kesehatan mulut pun tidak terabaikan.