Perumda Jasa Yasa Gandeng Pemkot Batu, Kawasan Songgoriti Bakal Dilengkapi Lapangan Padel hingga Resto Representatif

Reporter

Prasetyo Lanang

Editor

A Yahya

20 - Feb - 2026, 12:28

Pertemuan koordinasi Perumda Jasa Yasa dengan Wawali Kota Batu Heli Suyanto belum lama ini membahas kerja sama BUMD untuk merevitalisasi kawasan wisata Songgoriti.(Foto: Dokumen Prokopim Setda Kota Batu)

JATIMTIMES – Wacana revitalisasi Kawasan ikonik Songgoriti tengah disiapkan untuk merebut kejayaan sebagai destinasi primadona di Kota Batu. Hal tersebut dipastikan setelah pertemuan Perumda Jasa Yasa dengan Wakil Wali Kota Heli Suyanto belum lama ini. Kerja sama BUMD antar daerah menjadi langkah strategis untuk mengupayakan pemolesan kawasan tersebut mulai tahun ini.

Upaya revitalisasi besar-besaran tersebut dilakukan untuk menghapus image negatif dan menghidupkan kembali denyut ekonomi yang sempat meredup. Kerja sama ini merupakan hasil koordinasi intensif antara Perumda Jasa Yasa selaku pengelola aset dengan Pemerintah Kota Batu.

Baca Juga : Nasib Terminal Magetan di Tangan Provinsi: Usulan RTH Pintu Masuk Masih Menggantung

Direktur Utama Perumda Jasa Yasa, Raden Djoni Sudjatmiko, menegaskan bahwa sinergi antardaerah menjadi kunci utama dalam mematangkan aspek administratif dan legalitas lahan yang selama ini menjadi ganjalan.

"Koordinasi dengan Pemkot Batu terus berjalan positif, terutama terkait tindak lanjut perizinan agar pembangunan bisa segera terealisasi tanpa kendala hukum di kemudian hari," ungkap Djoni saat dikonfirmasi JatimTIMES, belum lama ini.

Transformasi Songgoriti nantinya akan menyentuh berbagai sektor krusial. Tidak hanya fokus pada penginapan, sektor kuliner dan area publik juga akan dirombak. Salah satu terobosan modern yang disiapkan adalah pembangunan fasilitas olahraga lapangan padel serta restoran yang representatif tepat di depan Songgoriti Hot Spring.

Konsep ini sengaja dihadirkan untuk menarik minat wisatawan dari kalangan milenial dan keluarga dengan menggabungkan sport tourism. Djoni optimistis, dengan sentuhan yang lebih estetik dan bersih, Songgoriti tidak lagi hanya dipandang sebagai wisata lama, melainkan destinasi yang adaptif terhadap tren masa kini.

Selain sport tourism dengan membangun lapangan padel, perubahan di kawasan Songgoriti juga dilakukan di sejumlah destinasi. Salah satunya pemandian air panas. Yakni menata ulang kolam agar lebih bersih, modern, dan nyaman.

Pada sektor kuliner, rencananya akan ada restoran baru yang representatif untuk mendukung kenyamanan tamu.Sementara itu, revitalisasi pasar juga dilakukan untuk mengubah area pasar tradisional dengan konsep outlet modern agar kembali ramai kunjungan.

Mengenai skema kerja sama, pihaknya belum menjelaskan secara rinci. Mengingat masih akan ada koordinasi kembali dengan Pemkot Batu terkait sektor mana saja yang digarap prioritas dengan konsep yang sudah ada.

"Nanti kerja sama antara Jasa Yasa dengan BUMD-nya Kota Batu. Sebagian nanti dikeola pihak ketiga, tinggal langsung jalan," sebutnya.

Baca Juga : Pemkot Surabaya Mulai Sosialisasi Penataan dan Pengembalian Fungsi Pasar Tembok Dukuh

Ia memastikan penggarapannya dikebut mulai tahun ini agar bisa segera beroperasi. Terlebih revitalisasi tersebut diharapkan dapat memberdayakan masuk setempat.

Pihak Jasa Yasa sendiri menargetkan proyek ini berjalan cepat dengan pola eksekusi langsung. Rencananya, fasilitas kolam renang dan restoran sudah bisa dibuka untuk umum pada tahun ini. Sementara itu, proyek revitalisasi pasar ditargetkan rampung sepenuhnya sebelum akhir tahun 2026 mendatang.

"Tahun ini harapannya harus sudah realisasi, kami tidak ingin lagi menunggu-nunggu," pungkas Djoni.

Menanggapi rencana tersebut, Wakil Wali Kota Batu, Heli Suyanto, menyambut baik kerja sama yang diajukan Jasa Yasa. Namun, Heli memberikan catatan agar pengelola benar-benar serius dalam melakukan perawatan aset ke depannya. Hal ini berkaca pada banyaknya fasilitas yang sebelumnya sempat terbengkalai hingga merusak citra kawasan.

"Kami meminta agar rencana ini tidak sekadar menjadi prolog lisan. Jasa Yasa harus segera mengirimkan surat permohonan kerja sama secara resmi. Yang terpenting, pengelolaannya nanti harus maksimal agar tidak kembali terbengkalai seperti yang sudah-sudah," tegas Heli.