Ramadan–Lebaran 2026, Konsumsi Elpiji di Malang Raya Diprediksi Naik hingga 8 Persen
Reporter
Riski Wijaya
Editor
Yunan Helmy
10 - Feb - 2026, 07:44
JATIMTIMES - Momen Ramadan hingga Idul Fitri 2026 diperkirakan bakal mendongkrak konsumsi elpiji di wilayah Malang Raya. Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus memperkirakan kebutuhan elpiji akan meningkat sekitar 6 hingga 8 persen dibandingkan hari normal.
Area Manager Communication, Relation, dan CSR Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus Ahad Rahedi menyebut lonjakan konsumsi biasanya terjadi pada fase awal Ramadan serta menjelang Hari Raya Idul Fitri.
Baca Juga : Sepekan Operasi Keselamatan Semeru 2026, Pelanggaran Helm Masih Dominan
“Trennya relatif sama setiap tahun. Pada awal minggu pertama puasa konsumsi naik, kemudian menurun di minggu kedua dan ketiga, lalu kembali melonjak di minggu terakhir menjelang Lebaran,” kata Ahad.
Berdasarkan data konsumsi harian elpiji per Februari 2026, kebutuhan elpiji di Kota Malang tercatat mencapai 42.245 tabung atau setara 127 metrik ton per hari. Sementara Kabupaten Malang sebesar 129.614 tabung atau 389 metrik ton, dan Kota Batu sebanyak 15.974 tabung atau 48 metrik ton per hari.
Ahad menjelaskan, peningkatan konsumsi tersebut sejalan dengan naiknya aktivitas rumah tangga selama Ramadan, terutama pada waktu sahur dan berbuka puasa. Selain itu, sektor usaha kuliner seperti kafe dan restoran turut menyumbang kenaikan permintaan.
Tak hanya aktivitas domestik. Lonjakan konsumsi elpiji menjelang Lebaran juga dipengaruhi meningkatnya mobilitas masyarakat. Arus mudik serta pertumbuhan kunjungan wisata ke Malang Raya dinilai menjadi faktor tambahan.
“Pertumbuhan konsumsi juga dipicu kunjungan wisata yang meningkat, selain karena arus mudik,” ujarnya.
Menurut Ahad, proyeksi peningkatan konsumsi elpiji pada Ramadan dan Lebaran 2026 ini relatif sama dengan pola dua hingga tiga tahun terakhir. Bahkan, angka kenaikan di Malang Raya diperkirakan lebih tinggi dibandingkan rata-rata Jawa Timur yang berada di kisaran enam persen.
Baca Juga : Sidak Alun-Alun Merdeka, Wali Kota Malang Segera Siapkan Area Merokok
Kondisi tersebut, lanjutnya, dipengaruhi karakter wilayah kota besar lain di Jawa Timur, seperti Surabaya, yang sebagian besar warganya memilih mudik atau berlibur ke luar daerah saat Lebaran.
“Di kota besar banyak warga yang mudik atau berwisata ke luar kota. Sementara di Malang Raya justru terjadi peningkatan aktivitas karena menjadi tujuan wisata,” jelas Ahad.
Meski konsumsi diprediksi meningkat, Pertamina memastikan stok elpiji di Malang Raya dalam kondisi aman. Saat ini ketersediaan elpiji berada di atas ambang aman, dengan ketahanan stok lebih dari 10 hari.
“Ketersediaan bersifat dinamis karena setiap hari ada suplai dari kapal tanker dan terminal ke agen serta lembaga penyalur. Pasokan Malang Raya berasal dari Tanjung Perak Surabaya, Gresik, dan Banyuwangi,” pungkasnya.
