Puguh DPRD Jatim: Anak Muda Harus Jadi Motor Promosi Pariwisata

02 - Feb - 2026, 03:46

Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur (Jatim) dari Fraksi PKS Puguh Wiji Pamungkas menerima audiensi Duta Pesona Indonesia.

JATIMTIMES - Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur (Jatim) dari Fraksi PKS Puguh Wiji Pamungkas menerima audiensi Duta Pesona Indonesia di Gedung DPRD Jatim, Senin (2/2/2026). Dalam kesempatan itu, ia menekankan peran penting anak muda untuk mendukung sektor pariwisata.

Ia mengapresiasi peran Duta Pesona Indonesia dalam mempromosikan pariwisata, terutama di era digital saat ini. Keberadaan para duta dinilai strategis dalam membangun citra positif pariwisata Jatim melalui media sosial.

Baca Juga : Padat Pengunjung di Akhir Pekan, 62 Anak Dilaporkan Hilang di Alun-Alun Kota Malang

“Di era digital, promosi wisata sangat bergantung pada viralitas. Anak muda harus menjadi motor utama promosi pariwisata, karena hari ini orang mengenal destinasi wisata lewat smartphone,” jelas Puguh.

Pertemuan ini sendiri membahas penguatan peran generasi muda dalam pengembangan dan promosi pariwisata di Jatim. Puguh menyebut, Duta Pesona Indonesia merupakan komunitas anak muda yang berperan sebagai brand ambassador pariwisata nasional. 

Dalam audiensi itu, para duta menyampaikan berbagai gagasan serta masukan terkait strategi menumbuhkan potensi wisata yang tersebar di berbagai daerah di Jatim.

"Jawa Timur ini memiliki kelengkapan potensi yang luar biasa, mulai dari sumber daya alam hingga kekayaan budaya. Tantangannya sekarang adalah bagaimana potensi itu dikelola dan dipromosikan secara optimal,” ujarnya.

Sekretaris Fraksi PKS DPRD Jatim itu menambahkan, sektor pariwisata Jatim masih menghadapi sejumlah kendala, di antaranya persoalan konektivitas infrastruktur, arah kebijakan, serta intervensi anggaran. 

Terkait masih banyaknya objek wisata yang mangkrak, Puguh menekankan pentingnya aspek tata kelola dan kualitas sumber daya manusia pengelola wisata. Menurutnya, kebijakan dan anggaran yang ada tidak akan berdampak maksimal tanpa manajemen yang baik.

Baca Juga : Waspada Modus Baru Curanmor di Ngantang, Pelaku Tak Pakai Kunci T tapi Sambung Kabel Kontak

Selain itu, Puguh juga menyoroti fenomena menjamurnya desa wisata yang belum seluruhnya dikelola secara profesional dan berkelanjutan. “Desa wisata tidak boleh sekadar ikut tren atau FOMO. Harus ditata kelolanya dengan baik agar bisa tumbuh secara berkelanjutan dan benar-benar berdampak pada peningkatan ekonomi masyarakat bawah,” tegasnya.

Puguh menjelaskan, penguatan ekosistem pariwisata desa sejalan dengan visi pembangunan nasional yang menitikberatkan pada pertumbuhan ekonomi di wilayah pedesaan. Dengan jumlah desa di Jawa Timur yang mencapai sekitar 8.000 desa, sektor pariwisata dinilai memiliki daya ungkit besar terhadap perekonomian daerah.

Puguh berharap, sinergi antara pemerintah daerah, desa, komunitas pariwisata, media, serta generasi muda dapat terus diperkuat agar pengembangan pariwisata Jatim berjalan optimal dan berkelanjutan

“Kalau ekosistem pariwisata desa tumbuh, otomatis roda ekonomi desa akan bergerak. Ini akan memperkuat posisi Jawa Timur sebagai salah satu provinsi dengan daya dukung ekonomi yang sangat besar,” urainya.