Februari Masih Basah! BMKG Ingatkan Hujan Lebat dan Cuaca Ekstrem Ancam Jawa-Bali

Reporter

Mutmainah J

31 - Jan - 2026, 09:43

Ilustrasi musim hujan. (Foto: Pixabay)

JATIMTIMES - Musim hujan belum mau pamit. Sepanjang Februari, wilayah Jawa hingga Bali diprediksi masih akan sering diguyur hujan dengan intensitas sedang sampai lebat. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pun mengeluarkan imbauan penting: masyarakat diminta tetap siaga karena potensi cuaca ekstrem masih mengintai.

Kondisi ini terjadi karena sebagian besar wilayah Indonesia, terutama yang berada di selatan garis ekuator, masih berada dalam fase aktif musim hujan. Wilayah tersebut mencakup Sumatera bagian selatan, Pulau Jawa, Bali, NTB, NTT, serta sejumlah daerah di Kalimantan dan Sulawesi Selatan.

Baca Juga : Film Teman Tegar Maira - Whisper From Papua Tayang Perdana, Sutradara Kecewa Malang Tak Masuk Daftar Bioskop

Plt Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Andri Ramdhani, menjelaskan bahwa hujan masih akan turun dengan pola yang tidak merata—kadang ringan, tapi bisa tiba-tiba meningkat jadi lebat.

“Secara umum, wilayah Indonesia masih berada dalam periode musim hujan, khususnya di wilayah Selatan ekuator yang meliputi Sumatera bagian selatan, Pulau Jawa, Bali, NTB, NTT, serta sebagian Kalimantan dan Sulawesi Selatan,” ujar Andri Ramdhani kepada wartawan, Sabtu (31/1/2026).

Kabar baiknya, dibanding Januari, intensitas hujan perlahan mulai menunjukkan tren penurunan. Namun, ini bukan berarti cuaca sudah stabil.

“Memasuki bulan Februari, hujan masih berpeluang terjadi dengan intensitas yang bervariasi, meskipun secara bertahap mulai menunjukkan kecenderungan menurun dibandingkan Januari,” jelas Andri.

Artinya, satu daerah bisa saja cerah di pagi hari, lalu diguyur hujan deras pada sore atau malam. Pola cuaca seperti ini cukup berisiko, terutama bagi wilayah rawan banjir, genangan, longsor, hingga pohon tumbang.

BMKG memprakirakan penurunan curah hujan akan semakin terasa menjelang Maret. Beberapa daerah mulai memasuki fase transisi dari musim hujan menuju musim kemarau.

“Menjelang bulan Maret, intensitas curah hujan diprakirakan akan semakin berkurang seiring dengan mulai masuknya sebagian wilayah ke dalam periode transisi dari musim hujan menuju musim kemarau,” tambahnya.

Meski begitu, masa peralihan justru sering ditandai cuaca tak menentu. Hujan deras bisa datang singkat tapi intens, disertai angin kencang atau petir.

BMKG menekankan bahwa dinamika atmosfer masih sangat aktif. Pengaruh monsun dan gangguan atmosfer lainnya bisa memicu hujan lebat bahkan badai lokal dalam waktu singkat.

“Karena Februari masih termasuk dalam periode musim hujan, kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem tetap perlu dijaga. Kondisi cuaca sangat dipengaruhi oleh dinamika atmosfer yang sedang aktif, seperti monsun dan gangguan atmosfer lainnya,” paparnya.

Tips Menghadapi Musim Hujan agar Tetap Aman

Agar tetap terlindungi di tengah cuaca tak menentu, berikut beberapa langkah yang bisa dilakukan:

1. Rutin cek prakiraan cuaca

Pantau informasi resmi dari BMKG sebelum beraktivitas, terutama jika akan bepergian jauh.

2. Siapkan perlengkapan hujan

Baca Juga : Electric PLN Akhiri Putaran Pertama dengan Manis, Popsivo Takluk Tiga Set

Selalu bawa payung, jas hujan, dan pelindung barang elektronik saat beraktivitas di luar rumah.

3. Waspada di daerah rawan bencana

Bagi yang tinggal di area rawan banjir atau longsor, perhatikan kondisi lingkungan sekitar, seperti retakan tanah atau naiknya debit air sungai.

4. Amankan rumah dari risiko angin kencang

Periksa atap, talang air, dan pohon di sekitar rumah untuk mencegah kerusakan saat hujan deras disertai angin.

5. Hindari berteduh di bawah pohon saat hujan petir

Petir dan angin kencang berisiko menumbangkan pohon atau menyebabkan sambaran.

6. Jaga kesehatan

Perubahan cuaca ekstrem bisa menurunkan daya tahan tubuh. Konsumsi makanan bergizi dan cukup istirahat.

BMKG memastikan pemantauan cuaca terus dilakukan secara intensif dan pembaruan informasi akan disampaikan secara berkala melalui kanal resmi.

“BMKG terus melakukan pemantauan secara intensif dan akan menyampaikan pembaruan informasi cuaca secara berkala kepada masyarakat luas, pantau terus informasi cuaca dari berbagai kanal resmi BMKG,” tutup Andri.