DPRD Kota Malang Ingatkan Dinas PU Tak Main-Main Soal Perbaikan Jalan

Reporter

Riski Wijaya

24 - Feb - 2025, 08:36

Kondisi Jalan Sigura-gura usai dilakukan pekerjaan drainase.(Foto: Riski Wijaya/MalangTIMES)

JATIMTIMES - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Malang mengingatkan agar program perbaikan jalan tak dilakukan dengan asal-asalan atau main-main. Pasalnya, hal tersebut berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan bagi masyarakat luas. 

Ketua Fraksi Nasdem-PSI DPRD Kota Malang, Dito Arief Nurakhmadi mengatakan, sejumlah laporan mengenai jalan rusak yang tak kunjung diperbaiki telah ia terima. Namun setelah disampaikan ke perangkat daerah terkait, tak kunjung ada respon. 

Baca Juga : DPRD Jatim Pastikan Efisiensi Anggaran Tidak Ganggu Pelayanan Publik dan Pendidikan

"Ini menjadi catatan tentunya. Bagaimana pun, untuk daerah dengan pergerakan penduduk yang begitu tinggi, infrastruktur jalan tak boleh main-main. Awal 2025 ini, saya sudah menerima beberapa laporan terkait jalan rusak, namun tak kunjung ada respon signifikan," terangnya. 

Beberapa laporan soal jalan yang rusak menurutnya ada di beberapa titik. Seperti di Jalan Gajayana, Jalan Joyo Tambakasri dan Jalan Bendungan Sigura-gura. Ketiga ruas jalan berada di wilayah Kecamatan Lowokwaru. 

"Ya kebetulan saya dari dapil Lowokwaru, mungkin, jadi ada beberapa laporan dari konstituen saya. Tapi kemarin juga ada informasi di sekitar Bumiayu, bahkan sampai dilakukan perbaikan swadaya," tutur Dito. 

Bahkan menurutnya, perkara perbaikan secara swadaya oleh warga tak hanya kali pertama. Kerusakan jalan yang ada di wilayah Kecamatan Lowokwaru juga berujung perbaikan secara swadaya oleh warga sekitar. 

Sebenarnya, laporan kerusakan jalan yang ia terima, tak sepenuhnya diakibatkan kondisi jalan yang buruk. Namun ada beberapa ruas jalan yang kondisi menjadi tak layak setelah dilakukan pekerjaan drainase. Kondisi tersebut ditemui di Jalan Bendungan Sigura-gura dan Jalan Joyo Tambakasri. 

"Di Jalan Bendungan Sigura-gura itu, ada pembangunan drainase kurang lebih sepanjang 600 meter. Setelah pekerjaan (drainase) selesai, kondisi jalan menjadi bergelombang. Sangat tidak nyaman dilalui," jelasnya. 

Baca Juga : Dinsos P3AP2KB Kota Malang Turun Tangan Beri Pendampingan Korban Persetubuhan di Bawah Umur

Hal itupun sudah ia sampaikan ke Dinas PUPRPK Kota Malang. Namun sayangnya, sampai saat ini ruas jalan tersebut tak kunjung ada perbaikan. Kondisi serupa ditemui di Jalan Joyo Tambakasri. Bahkan di ruas jalan ini, warga harus melakukan perbaikan secara swadaya. 

"Di Joyo Tambakasri itu, warga melakukan perbaikan pada grill drainase. Itu karena grill tidak terpasang sempurna saat pekerjaan drainase dilakukan. Akibatnya, saat dilalui grill malah bergerak-gerak. Tentu itu berbahaya. Makanya warga memilih secara swadaya, karena butuh perhatian segera," tuturnya. 

Untuk itu, dirinya berharap agar laporan yang masuk tersebut dapat mendapat perhatian serius dari perangkat daerah yang bersangkutan. Dirinya tak ingin hal tersebut berdampak pada turunnya kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah. 

"Kita sekaran sedang memutar otak terkait kebijakan efisiensi. Namun Pemkot Malang telah berkomitmen bahwa kebijakan efisiensi tak akan berdampak pada turunnya layanan kepada masyarakat. Infrastruktur jalan ini kan bagian dari layanan, jadi saya minta dengan sangat komitmen yang telah disampaikan jangan menguap begitu saja," pungkasnya.