Menuju HUT ke-106 Pemadam Kebakaran, Damkar Kabupaten Malang Tunjukkan Simulasi Penanganan Kebakaran 

24 - Feb - 2025, 04:29

Petugas dari pemadam kebakaran Kabupaten Malang saat menunjukkan simulasi memadamkan api dalam rangka peringatan HUT ke-106 pemadam kebakaran di halaman Pendapa Agung Kabupaten Malang, Senin (24/2/2025). (Foto: Tubagus Achmad/JatimTIMES)

JATIMTIMES - Dalam rangka menuju peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-106 pemadam kebakaran yang setiap tahun diperingati pada tanggal 1 Maret, Bidang Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Malang menunjukkan demonstrasi penanganan kebakaran, evakuasi korban kebakaran hingga evakuasi ular atau hewan liar lainnya. 

Kepala Satpol PP Kabupaten Malang Firmando Hasiholan Matondang melalui Kepala Bidang Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran Sigit Yuniarto menyampaikan, bahwa menuju peringatan HUT ke-106 pemadam kebakaran tanggal 1 Maret, pihaknya bersama para petugas pemadam kebakaran menunjukkan demonstrasi penanganan kebakaran dan korbannya serta evakuasi hewan liar seperti ular. 

Baca Juga : Dukung Ketahanan Pangan dan Suplai MBG, Pemkot-Polres Batu Aktivasi 20 Ha Lahan Tidur RTH UIN Tlekung

"Jadi hari ini kita sengaja mengadakan simulasi baik penanganan evakuasi ular, vertical rescue, penanganan kebakaran, penanganan korban, harapannya tidak ada petugas ahli yang ada petugas terlatih yang itu kita lakukan terus menerus dan juga ini sebagai sarana sosialisasi kepada masyarakat Kabupaten Malang," ungkap Sigit kepada JatimTIMES.com, Senin (24/2/2025). 

Pihaknya menjelaskan, dalam rangka simulasi penanganan evakuasi ular, anggotanya membawa dua ekor ular cobra yang berukuran sedang dan kecil. Dalam simulasi tersebut, tampak petugas pemadam kebakaran bersama relawan mencoba menjinakkan ular cobra yang berukuran besar. Sedangkan petugas dan relawan yang lain mencontohkan penanganan pertama ketika tergigit ular berbisa. 

Setelah itu, petugas pemadam kebakaran menunjukkan kepiawaiannya dalam menangani kebakaran. Semula terdapat kobaran api yang disimulasikan di sebuah tong berusaha dijinakkan oleh petugas pemadam kebakaran. Berbekal perlatan lengkap, petugas pemadam kebakaran bertindak secara cepat, tepat dan terukur dalam memadamkan api. Alhasil dalam beberapa menit api berhasil dipadamkan. 

Tak berhenti di situ, petugas pemadam kebakaran juga melakukan simulasi penyelamatan korban luka akibat kebakaran di atas gedung. Di mana terdapat korban luka ringan yang dievakuasi menggunakan tali untuk turun ke bawah. Sedangkan untuk korban luka parah dibawa menggunakan sebuah dragbar atau tandu. Kemudian dengan pendampingan petugas, korban tersebut diluncurkan dengan menggunakan tali yang terikat secara aman dari atas gedung. 

Kemudian, para korban yang telah dievakuasi langsung dibawa ke rumah menggunakan dua unit mobil anbulans para relawan pemadam kebakaran. Aksi dari para petugas pemadam kebakaran itu pun menyita perhatian dari para Aparatur Sipil Negara (ASN) yang baru saja mengikuti apel rutin di halaman Pendapa Agung Kabupaten Malang. 

Lebih lanjut, Sigit mengatakan bahwa selain untuk menyemarakkan peringatan HUT ke-106 pemadam kebakaran yang puncaknya akan diperingati pada tanggal 1 Maret 2025 mendatang, kegiatan simulasi penanganan kebakaran, evakuasi korban kebakaran serta evakuasi ular ini merupakan bentuk sosialisasi kepada masyarakat. 

"Mitigasi penanganan berupa pencegahan itu memang penting, salah satunya dengan sosialisasi. Semakin banyak sosialisasi maka kebakaran akan semakin berkurang dan itu signifikan sekali. Karena pemberian edukasi kepada masyarakat itu penting, seperti bagaimana cara mencegah kebakaran terjadi dan lain-lain," beber Sigit. 

Baca Juga : Persewangi Juara Liga 4 PSSI Jatim: Trophy Bagi Bupati- Wabup Banyuwangi Baru

Sementara itu, Pelaksana Harian (Plh) Sekretaris Daerah Kabupaten Malang Nurman Ramdansyah mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih kepada seluruh petugas pemadam kebakaran dan relawan pemadam kebakaran yang telah membantu serta menolong masyarakat Kabupaten Malang yang kediamannya mengalami kebakaran atau kebencanaan lainnya. 

"Saya berterima kasih kepada semua elemen, khususnya kepada para relawan damkar, relawan evakuasi ular, itu terus bersinergi dengan kami, itu yang harus diberikan apresiasi oleh Pemerintah Kabupaten Malang," kata Nurman. 

Menurutnya, para petugas pemadam kebakaran beserta relawan terus bersinergi untuk menangani kebakaran dan kebencanaan lainnya di Kabupaten Malang. Terlebih lagi, wilayah Kabupaten Malang yang menjadi terluas kedua di Provinsi Jawa Timur dengan 33 kecamatan di dalamnya. 

"Jadi alhamdulillaah, luas wilayah kita yang notabene terbesar kedua di Jawa Timur setidak-tidaknya bisa terataso melalui kolaborasi dan sinergitas yang terjalin. Meskipun dari sisi personel, sebetulnya masih kurang, tapi kita tutupi dengan sinergitas dan kolaborasi," pungkas Nurman.