Biokonversi Lalat BSF Ciptakan Solusi Sektor Pakan Pertanian dan Peternakan di Sulawesi Tengah
Reporter
Ahmad Istihar
Editor
Dede Nana
04 - Jun - 2024, 02:05
JATIMTIMES- Seorang inisiator lulusan Fakultas Teknik bernama Agung Dwi Pratama selaku Founder Black Soldier Fly (BSF) Gen Toili, Sulawesi Tengah, yang bergerak di bidang pengelolaan limbah organik berhasil kembangkan biokonversi maggot BSF.
Keberhasilan metode biokonversi terintegrasi sektor pertanian dan peternakan ini, untuk menawarkan solusi inovatif dalam mengolah sampah organik menjadi pupuk organik dan pakan ternak.
Baca Juga : Awas, Wilayah di Indonesia ini Masih Dihantui Cuaca Ekstrim: Hujan Lebat hingga Angin Kencang
"Tantangan hari ini masih banyak isu kesejahteraan dikalangan petani dan peternak," ungkap Founder BSF Agung Dwi Pratama
Sehingga, Menurut Agung bersama tim merasa tergerak karena masalah sampah di lingkungan sekitarnya dan juga harga pakan cukup tinggi. Akhirnya,menjadi titik baik bagi kelompoknya dalam mengawali pengolahan sampah melalui lalat BSF.
"Selain upaya mereduksi jumlah limbah tidak baik di lingkungan sekitar, larva BSF dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak dan laik dijual. Meski dikelompokkan sebagai lalat, BSF tidak hinggap di sampah dan tidak membawa penyakit," jelas Agung dalam paparan Media Gathering Pertamina Indonesia Timur, Senin (3/6/2024) di Bandung, Jawa Barat.
Menurut Pria yang mempunyai darah keturunan Bojonegoro, Jawa Timur tersebut memberikan alasan pengembangan Maggot BSF, yakni di wilayah Toili dari perkembangan ekonomi di topang sektor pertanian dan peternakan. Sehingga, harus ada Inovasi kolaborasi program yang memberikan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat.
"Setelah banyak proposal kami ajukan yang merespon Pertamina EP Donggi Matindok," sambungnya.
Melalui progam Bu Maggi saat ini produksi telur BSF Gen Toili menghasilkan 300 gram/hari artinya butuh 1 ton/hari sampah untuk menumbuhkan kembangkan moggot BSF yang menghasilkan biomassa 400-500kg moggot/hari.
Kini, sebagai Kelompok BSF Gen Toili yang bermitra dengan Pertamina EP Donggi Matindok Field Regional Indonesia Timur Subholding Upstream, Mulai dikenal dengan Budidaya Maggot BSF Toili.
Baca Juga : Kapolsek Peterongan Jombang Gantikan Iptu Sukoyo sebagai Kasat Narkoba Polres Blitar
"Program dari Kelompok BSF Gen Toili harapnya turut mendukung target pemerintah dalam pengurangan dan penanganan sampah organik dengan metode biokonversi maggot atau larva BSF," tutupnya.
Dari hasil budidaya maggot oleh BSF Toili dihasilkan produksi pakan ternak diantaranya, fresh maggot dan dry maggot, pupuk kasgot, dan juga hasil usaha yang dikonversi melalui peternakan lele dan menjadi peluang usaha yang dijalankan oleh kelompok.
Terpisah, Senior Manager Regional 4 Indonesia Timur Fitri Erika mengatakan, bahwa pemberdayaan lewat CSR bertujuan untuk memberikan manfaat di wilayah operasi perusahaan lewat kemandirian ekonomi dan kemandirian energi.
"Kami perusahaan (Pertamina ) terus mendorong kelompok-kelompok ini bisa merancang dan mandiri membuat progam bersama sehingga saling memberikan feedback perusahan dan warga sekitar," ungkapnya.
