Rencana Pembangunan Fly Over di Jurang Susuh, Pemkot Batu Kirim Proposal

Reporter

Irsya Richa

Editor

Dede Nana

30 - Jan - 2024, 02:19

Tanah longsor terjadi di Jurang Susuh. (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)

JATIMTIMES - Kecelakaan kerap terjadi pada kendaraan yang mengangkut beban berat di Jurang Susuh, Desa Giripurno, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu. Agar tidak terulang lagi terjadinya kecelakaan di sana, Pemkot Batu berencana untuk melakukan pembangunan  jalan layang atau flyover di perbatasan antara Jalan Raya Giripurno Kecamatan Bumiaji, Kota Batu dan Karangploso, Kabupaten Malang. Rencananya pembangunan jalan layang itu dengan panjang 300 meter. Lokasinya tepat di atas jembatan Jurang Susuh.

Melihat saat ini jalan tersebut memiliki tanjakan dan turunan yang curam jika melintas dari arah Kota Batu dan Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang. Sehingga jika ada kendaraan bermuatan berat yang memaksakan melintas jalur tersebut, alhasil kerap terguling hingga masuk ke dalam jurang.

Baca Juga : Inggris Bakal Larang Vape Sekali Pakai, Ternyata Bahaya Buat Remaja

Sejauh ini Pemkot Batu bersama Kementerian PUPR RI telah melakukan survei di Jurah Susuh. Hasil dari survei tersebut Pemkot Batu telah berkirim proposal kepada Kementerian PUPR.

“Kementerian PUPR sudah melakukan survei pekan lalu dan sudah kami tindaklanjuti dengan perencanaan,” ucap Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Alfi Nurhidayat kepada JatimTIMES, Senin (29/1/2024).

Dengan rencana pembangunan jalan layang itu, dirasa penting. Sebab demi kenyamanan para pengendara khususnya bagi wisatawan juga masyarakat yang masuk dari kawasan tersebut.

“Jalan layang ini menjadi salah satu solusi untuk menekan angka kecelakaan yang kerap terjadi di Jurang Susuh. Karena turunan dan tanjakan sangat curam sekali,” imbuh Alfi, 

Baca Juga : Satreskrim Polresta Malang Kota Panggil Tiga Koordinator Mahasiswa yang Dilaporkan Masyarakat

Sebab dengan dibangunnya jalan layang itu untuk memudahkan para wisatawan untuk datang ke Kota Batu melewati melalui jalur Karangploso-Giripurno. Mengingat jika kondisi kendaraan kurang fit, lebih baik tidak melintas jalur tersebut. Apalagi di sana juga kerap terjadi tanah longsor, melihat ke dalaman jurang mencapai 15 meter. “Semoga perencanaan ini segera terwujud,” harap Alfi.