Mendekati PSBB, Malang Raya Siapkan Tiga Laboratorium PCR

Reporter

Pipit Anggraeni

Editor

Dede Nana

14 - May - 2020, 02:10

Koordinasi persiapan PSBB Malang Raya yang dipimpin langsung Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa (Pipit Anggraeni/MalangTIMES).

Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Malang Raya resmi efektif pada Minggu (17/5/2020) mendatang. Sebagai bentuk kesiapan, Malang Raya telah menyediakan tiga laboratorium tes dengan metode Polymerase Chain Reaction (PCR).

Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa menyampaikan, tiga rumah sakit yang memiliki alat tes metode PCR itu adalah RSSA Malang, RS UB, dan RS Lavalette. Ketiga rumah sakit itu besok, Kamis (14/5/2020) akan dicek kesiapannya langsung.

"Kami hari ini bermalam di Malang, dan besok akan lakukan pemeriksaan ke rumah sakit untuk melihat kesiapan masing-masing rumah sakit," katanya di sela agenda pertemuan persiapan PSBB yang dilakukan di Kantor Bakorwil Malang, Rabu (13/5/2020).

Keberadaan laboratorium dengan metode PCR atau swab itu diharapkan mampu mengatasi kebih cepat persebaran covid-19. Melalui tes yang dilakukan secara cepat, diharapkan tracking juga dapat dilakukan lebih cepat pula.

"Maka juga akan lebih cepat sembuhnya," terang Khofifah.

Lebih jauh perempuan berhijab itu menyampaikan, Pemerintah Provinsi Jatim akan bekerjasama dengan seluruh elemen strategis di Malang Raya untuk mensukseskan PSBB tersebut. Sehingga, diharapkan penurunan angka penyebaran covid-19 dapat diatasi lebih signifikan dan cepat.

Sementara itu, sampai diturunkannya berita ini, Pemprov Jatim beserta jajarannya dan Forkopimda Jatim serta Forkopinda Malang Raya tengah melakukan pertemuan dan rapat di Kantor Bakorwil III Malang.

Sebagai informasi, PCR merupakan salah satu metode pendeteksi viris covid-19 yang saat ini dinilai paling akurat. Dalam praktiknya, tes PCR hanya bisa dilakukan oleh seseorang yang memiliki risiko tinggi. Salah satunya adalah mereka yang hasil rapid testnya reaktif.