Petakan Komoditas Unggulan Malang Raya, Bank Indonesia: Butuh Political Will

28 - Feb - 2019, 12:44

Kepala KPBI Malang Azka Subhan saat menyampaikan paparan di hadapan awak media. (Foto: Nurlayla Ratri/MalangTIMES)

Meski memiliki akar sejarah yang sama, wilayah di Malang Raya tumbuh dengan komoditas unggulan yang berbeda-beda. Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPBI) Malang menyusun laporan penelitian komoditas potensial di masing-masing daerah, khususnya usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). 

Meski demikian, Bank Indonesia menekankan pentingnya political will atau keberpihakan pemerintah daerah (pemda) dan dukungan stakeholder terkait untuk memaksimalkan potensi komoditas-komoditas itu. "Jadi hasil penelitian ini kami sampaikan ke pemerintah daerah di wilayah KPBI Malang, termasuk rekomendasi strategis yang bisa dilakukan," ujar Kepala KPBI Malang Azka Subhan. 

Rekomendasi tersebut, di antaranya perlu fasilitasi pendampingan usaha dari pemda. Juga soal regulasi yang mendukung seperti kemudahan pengurusan izin operasional dan sertifikasi. Termasuk, masih minimnya jumlah setra promosi produk-produk unggulan daerah yang bisa membuka pasar lebih luas.

Tak hanya bagi pemerintah, hasil penelitian itu juga disampaikan pada akademisi atau perguruan tinggi dan juga pelaku UMKM. Perguruan tinggi, dinilai bisa mengambil peran besar dalam hal peningkatan kapasitas dan kualitas dengan mengembangkan teknologi terapan. "Selain itu, kami juga memberikan hasil penelitian ini pada perbankan untuk memudahkan mereka menyalurkan kredit usaha," tambah mantan Kepala KPBI Bali itu. 

Penelitian komoditas/produk/jenis usaha (KPJU) unggulan di masing-masing daerah itu, lanjut Azka, dilakukan pada 2018 lalu. Menurutnya, BI sudah lama mengembangkan penelitian Baseline Economic Survei (BLS) untuk mengidentifikasi berbagai peluang investasi di daerah. "Kalau potensi ini terpetakan, maka bisa dijadikan dasar kebijakan. Muaranya nanti tentu ke pertumbuhan ekonomi daerah," terangnya. 

KPBI Malang sendiri membawahi 7 kota/kabupaten di wilayah Provinsi Jawa Timur. Selain Malang Raya, juga di Kota/Kabupaten Pasuruan dan Probolinggo. Berdasarkan hasil penelitian itu, komoditas unggulan untuk Kota Malang paling potensial adalah tempe. Disusul dengan makanan ringan, toko HP dan aksesori, keripik buah, kue kering, toko elektronik, toko pakaian, pembuatan raket, warung ikan bakar, serta kafe dan restoran. 

Sementara untuk Kota Batu, di urutan pertama ada komoditas apel. Diikuti dengan aneka keripik dan kerupuk, sari apel, wisata alam, kentang, wisata agro, warung makan campur, hotel melati, wortel dan sari stroberi. Sedangkan di Kabupaten Malang, komoditas unggulannya adalah padi sawah.  Selain itu juga aneka keripik, ikan tuna, udang, kopi bubuk, tahu, tebu, kue kering, kerupuk, dan toko kelontong.