Aksi Damai 1000 Hari Tragedi Salim Kancil, Mahasiswa Juga Tagih Janji Bupati Baru
Reporter
Pawitra Huda Pradana
Editor
Moch. R. Abdul Fatah
26 - Sep - 2018, 07:16
Baru sehari melaksanakan tugas kerja sebagai Bupati Lumajang, H. Thoriqul Haq siang ini haarus menemui aksi aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia, Rabu (26/9/2018).
Aliansi PMII dari 6 Komisariat se-Kabupaten Lumajang menggelar Aksi Damai ini untuk memperingati 1000 Hari Meninggalnya Salim Kancil, menuntut polemik tambang pasir di Lumajang, sekaligus untuk mengawal 20 Program Janji Bupati menuju Lumajang Hebat Bermartabat.
Aksi diawali dengan titik kumpul di Stadion Semeru Lumajang, kemudian seluruh aktivis muda ini menuju ke depan Kantor Pemkab Lumajang untuk melakukan orasi serta aksi teatrikal.
"Ada beberapa program yang perlu segera direalisasikan, utamanya di bidang pendidikan, infrastruktur dan keamanan, itu yang kami suarakan," ungkap Nur Alfian, jubir aksi damai ini.
Lebih lanjut, aktivis PMII dari Komisariat STKIP PGRI Lumajang ini juga mengingatkan Bupati jangan sampai kejadian tragedi seperti Salim Kancil terulang lagi. "Ada ratusan penambang pasir ilegal di Lumajang, itu harus ditertibkan semua," tambahnya.
Menanggapi aksi ini, Bupati Lumajang H. Thoriqul Haq langsung turun untuk menemui para pendemo di depan Kantor Pemkab.
Di hadapan seluruh peserta aksi, Cak Thoriq, sapaan Bupati H. Thoriqul Haq, menyatakan bahwa siapapun nantinya yang berdemonstrasi, menyuarakan aspirasi, Cak Thoriq siap untuk berdialog sebagai wujud keberpihakan terhadap kebebasan berpendapat.
"Jangan khawatir teman-teman sekalian, saya berkomitmen untuk melaksanakan 20 janji Program Lumajang Hebat Bermartabat. Meskipun realisasinya belum tentu mudah, saya juga meminta kepada masyarakat Lumajang untuk ikut mengontrol dan mengawasi," papar Cak Thoriq di hadapan mahasiswa.
Bupati Lumajang yang baru dilantik ini melanjutkan, selama untuk kepentingan masyarakat Lumajang, dirinya akan terus berkoordinasi dengan Forkopimda untuk menuntaskan soal tambang pasir.
Lebih lanjut Cak Thoriq mengaku secara pribadi juga keberatan dengan tata kelola pasir di Lumajang. Bahkan punya keinginan agar harga pasir khusus untuk warga Lumajang bisa lebih murah. "Untuk masyarakat Lumajang yang beli pasir, nanti Insyaallah harganya akan lebih murah, kami juga tidak ingin pasir hanya dikuasai segelintir orang yang tidak bertanggungjawab," tegasnya.
Aksi ini sendiri berjalan secara tertib dan damai, seusai demo mahasiswa juga membersihkan area aksi dari sampah yang mereka bawa.
