Tunjang Kualitas Kepariwisataan, Disbudpar Lumajang Kolaborasi STP Nusa Dua Bali Gelar Pelatihan
Reporter
Ahmad Jafin
Editor
Sri Kurnia Mahiruni
06 - Apr - 2018, 10:54
Dinas Kebudayaan Dan Pariwisata (Disbudpar) Lumajang bekerja sama dengan Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Nusa Dua Bali menggelar pelatihan se-kabupaten bertemakan pengelolaan pondok wisata pada Jumat pagi (06/04) yang berlangsung di Hotel Aloha jalan Sukodono.
"Pelatihan yang diadakan hari ini merupakan wujud kerjasama atas kunjungan dari pihak Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Nusa Dua Bali ke Lumajang," ujar Agni Asmara Megatrah, S.STP selaku Kabid Pemasaran Disbudpar Lumajang kepada LumajangTIMES, Jumat (06/04).
Dalam pelatihan yang dilaksanakan dua hari ke depan itu, pihak Disbudpar menghadirkan ratusan peserta perwakilan dari pelaku usaha wisata yang tersebar di seluruh wilayah Lumajang. Mereka (para peserta) diantaranya berasal dari pelaku usaha hotel, home stay, resto, dan lain-lain yang berkaitan.
"Pada pelatihan pengelolaan pondok wisata ini diikuti ratusan peserta pelaku usaha wisata yang ada di Kabupaten Lumajang. Mereka merupakan pelaku usaha yang bergerak di berbagi bidang, seperti hotel, home stay, resto, dan lain yang berkaitan," papar Agni Asmara Megatrah.
Dirinya menambahkan, bahwasannya serangkaian pelatihan yang diadakan bertujuan untuk meningkatkan kualitas personal agar mampu meningkatkan kualitas pelayanan khususnya di bidang perhotelan. Selain itu, ke depannya akan dilakukan tahapan pemberian sertifikasi guna menunjukkan lisensi kualitas demi mendukung maju pesatnya usaha kepariwisataan.
"Ke depan ada tahapan sertifikasi yang bertujuan untuk menjaring SDM berkualitas. Hal ini bermaksud agar pelayanan yang diberikan mampu meningkatkan dan turut menunjang kemajuan usaha kepariwisataan," pungkas Agni.
Di lain pihak, I Wayan Jata selaku dari pihak Sekolah Tinggi Pariwisata Nusa Dua Bali, menuturkan, pentingnya mendapatkan pengetahuan dari pelatihan ini untuk meningkatkan kompetensi individu dalam bidang kepariwisataan yang ada di daerah. Selain upaya berbagi pengetahuan dan pengalaman, hal ini juga menjadi prasyarat utama untuk bersaing dalam pekerjaan yang kian kompetitif.
"Selain untuk mengasah kompetensi, pelatihan ini juga sebagai gambaran bahwa semakin kompetitifnya di berbagai bidang pekerjaan. Tentunya dalam pelatihan kali ini untuk ajang berbagi pengetahuan dan pengalaman," ujar I Wayan Jata, S.Sos, M.Fil.H Manager Sertifikasi ditemui LumajangTIMES saat berlangsungnya pelatihan.
Ia juga mengakui sumber daya manusia di Indonesia begitu banyak, termasuk juga daerah tujuan wisata. Dirinya berpendapat bahwa kemajuan daerah pariwisata harus diimbangi dengan kerja keras masyarakat dan berusaha mencari inovasi dengan pengembangan teknologi dan pendidikan.
"Sumber Daya Manusia (SDM) di Indonesia cukup banyak, begitu juga di masing-masing daerah yang memiliki banyak objek wisata. Tentu, hal semacam ini perlu digarap oleh manusia handal yang juga mampu menggunakan teknologi," tukas I Wayan Jata.
