Ada Lontong Tembaku di Festival Kuliner Pandhalungan Jember

Reporter

Mahrus Sholih

Editor

Redaksi

14 - May - 2016, 03:00

Haryanto, pemilik stand lobako di Festival Kuliner Pandhalungan Jember, saat menyiapkan sajiannya. (Foto: Mahrus/JemberTIMES)

Diantara puluhan peserta yang mengikuti Festival Kuliner Pandhalungan Jember, ada satu yang namanya terlihat ikonik, yakni stand milik Haryanto, yang menyediakan Lontong Tembakau alias Lobako.

Seperti diketahui, Jember merupakan salah satu kabupaten penghasil tembakau terbesar di Indonesia, utamanya tembakau produk cerutu, yang dikenal dengan sebutan Besuki Naa Oogst.

''Ini makanan lontong kuah, yang diberi telur orak-arik yang dibentuk seperti daun tembakau,'' kata Haryanto, mengenai kuliner kreasinya, Jumat (13/5/2016). Menurutnya, lobako tersebut adalah makanan yang turun temurun dari nenek, ibu hingga ke dirinya, yang biasanya disantap saat awal hari lebaran.

Meski, dia memberi sentuhan kreasi yang disesuaikan dengan kebutuhan festival. ''Bumbunya mirip bumbu soto, tapi kuahnya berbeda, lebih kental dan memakai santan yang ditambahi kluek, sehingga rasanya khas,'' ujarnya.

Pria asal Desa Panti, Kecamatan Panti ini menuturkan, makanan ini mudah dibuat bila warga di Jember lainnya ingin mencoba resep tersebut. Karena bahan dan bumbunya semua ada di Jember.

''Lebih enak lagi pakai sambal bajak, kemudian diberi krupuk rebus, tahu, tauge, dan atasnya ditaburi edamame goreng,'' paparnya. Walau tak menjadi pemenang dalam ajang festival tersebut, Haryanto mengaku bangga dapat menjadi bagian dari peserta. Sebab baginya, yang penting bisa mengenalkan kuliner daerah hingga diketahui oleh masyarakat luas merupakan kebahagiaan tersendiri.

''Semoga di tahun-tahun mendatang acara seperti ini kembali digelar, sehingga saya bisa berpartisipasi lagi,'' harap pria yang pernah bekerja d Cafe Borneo di Brunai Darussalam ini.

Diberitakan sebelumnya, sekitar 30 peserta mengikuti Festival Kuliner Pandhalungan Jember, yang dipusatkan di Jalan Sudarman, depan Gedung Pemkab setempat, Jum'at (13/5/2016) sore. Bupati Jember, Faida mengatakan, festival ini untuk menggali sekaligus mengembangkan makanan ikonik Jember, yang akan menjadi ciri khas dan bernilai wisata. (*)