BMKG Rilis Peringatan Dini Cuaca Ekstrem Hingga 30 Januari, Berikut Wilayahnya
Reporter
Binti Nikmatur
Editor
Sri Kurnia Mahiruni
29 - Jan - 2026, 10:54
JATIMTIMES – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini cuaca untuk periode 28 hingga 30 Januari 2026. Hujan lebat hingga sangat lebat masih berpotensi terjadi di banyak wilayah Indonesia, termasuk kawasan strategis seperti DKI Jakarta, Jawa Timur, hingga Daerah Istimewa Yogyakarta.
BMKG menilai kondisi atmosfer saat ini masih belum stabil. Masyarakat diminta tetap waspada karena cuaca ekstrem dapat memicu bencana hidrometeorologi seperti banjir dan longsor, sekaligus mengganggu aktivitas harian.
Baca Juga : Kabulkan 63 Perkara, PA Magetan Ungkap Alasan Dominan di Balik Permohonan Dispensasi Kawin
“Hujan lebat masih berpotensi terjadi di sejumlah wilayah, termasuk Jakarta dan Yogyakarta,” demikian keterangan BMKG.
Prakiraan terbaru juga menunjukkan sejumlah daerah berada pada status waspada hingga siaga akibat hujan deras yang disertai angin kencang.
Pada Kamis (29/1/2026), BMKG menetapkan banyak wilayah Indonesia masuk kategori Waspada (hujan sedang-lebat). Wilayah tersebut meliputi: Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Bengkulu, Lampung, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Papua Tengah, Papua Pegunungan dan Papua.
Sementara itu, status Siaga (hujan lebat-sangat lebat) berlaku untuk: Banten, DK Jakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Utara.
Adapun peringatan kategori Awas (hujan sangat lebat-ekstrem) masih nihil. BMKG juga mengeluarkan peringatan dini angin kencang untuk: Banten, DK Jakarta, Jawa Timur, Maluku.
Sementara itu prakiraan cuaca Jumat (30/1/2026), hujan lebat berpotensi masih meluas.
Kategori Waspada mencakup: Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Bengkulu, Lampung, Banten, DK Jakarta, Jawa Barat, Daerah Istimewa Yogyakarta, Bali, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Papua Barat, Papua Tengah, Papua, Papua Selatan.
Sedangkan status Siaga ditetapkan untuk wilayah: Jawa Tengah, Jawa Timur, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Barat, Papua Pegunungan.
Untuk kategori Awas, BMKG menyebut masih nihil. Peringatan dini angin kencang juga dikeluarkan bagi: Bali, Jawa Timur, Maluku, Nusa Tenggara Timur, Papua Barat, Sulawesi Selatan.
BMKG menjelaskan, salah satu faktor utama meningkatnya potensi hujan lebat adalah kemunculan Bibit Siklon Tropis 98S.
Baca Juga : Hukum Tidak Membayar Hutang Puasa Ramadan, Wajib Qadha atau Fidyah? Ini Penjelasan Ulama
“Masyarakat di lima provinsi utama diminta meningkatkan kesiapsagaan menghadapi ancaman hujan lebat hingga sangat lebat,” tulis BMKG.
Wilayah yang menjadi sorotan meliputi, Banten, Jakarta, Yogyakarta, Nusa Tenggara Timur (NTT), dan Sulawesi Utara.
Prakirawan BMKG Ina Indah H. menyebut bibit siklon tersebut terpantau di Samudra Hindia. “Sobat BMKG, Bibit Siklon 98S saat ini berada di Samudra Hindia Selatan Jawa Barat dan diprediksi bergerak ke tenggara,” ujar Ina Indah H.
Selain Bibit Siklon 98S, BMKG juga memantau adanya sirkulasi siklonik di tiga titik lain:
• Samudra Hindia Barat Aceh
• Samudra Hindia Barat Daya Banten
• Laut Sulawesi
Sirkulasi ini memicu belokan angin dan daerah konvergensi yang memperbesar peluang hujan deras. “Kondisi tersebut mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sekitar bibit siklon atau sirkulasi siklonik dan di sepanjang daerah konvergensi,” kata Ina.
BMKG mencatat daerah konvergensi memanjang dari Riau hingga Sumatra Selatan, serta di perairan utara Kalimantan Barat. Kombinasi fenomena tersebut menciptakan koridor awan hujan yang masif di berbagai wilayah Indonesia.
BMKG mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan, terutama di daerah rawan banjir dan longsor. Cuaca ekstrem juga berpotensi mengganggu aktivitas transportasi darat, laut, maupun udara.
Masyarakat diminta rutin memantau update cuaca terbaru melalui kanal resmi BMKG agar dapat mengantisipasi risiko lebih dini.
